<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MARS Newsletter</title>
	<atom:link href="http://marsnewsletter.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://marsnewsletter.wordpress.com</link>
	<description>Marketing Research &#38; Consumer Behaviour Newsletter</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Nov 2009 03:08:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='marsnewsletter.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/313c76cdd7f5dc3f4c76aed67f25be70?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MARS Newsletter</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Dji Sam Soe Masih Terunggul di  Rokok Kretek</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/11/04/dji-sam-soe-masih-terunggul-di-rokok-kretek/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/11/04/dji-sam-soe-masih-terunggul-di-rokok-kretek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 03:08:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Healthy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Meski kebiasaan merokok disinyalir tidak baik untuk kesehatan, toh jumlah perokok di Tanah Air terus meningkat setiap tahunnya. Saat ini saja jumlah perokok diperkirakan sebanyak 69% dari total populasi pria Indonesia. Angka ini paling tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya seperti China (53,4%), India (29,4%), dan Thailand (39,3%).

Bahkan berdasarkan penelitian Global Youth Tobacco, diperkirakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=254&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/11/dji-sam-soe-gold_dsc_0405.jpg?w=150&#038;h=99" alt="dji-sam-soe-gold_dsc_0405" title="dji-sam-soe-gold_dsc_0405" width="150" height="99" class="alignleft size-thumbnail wp-image-255" />Meski kebiasaan merokok disinyalir tidak baik untuk kesehatan, toh jumlah perokok di Tanah Air terus meningkat setiap tahunnya. Saat ini saja jumlah perokok diperkirakan sebanyak 69% dari total populasi pria Indonesia. Angka ini paling tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya seperti China (53,4%), India (29,4%), dan Thailand (39,3%).<br />
<span id="more-254"></span></p>
<p>Bahkan berdasarkan penelitian Global Youth Tobacco, diperkirakan dari 70 juta jumlah anak di Indonesia, 37% atau 25,9 juta anak di antaranya merokok. Data BPS menyebutkan, selama periode 2001-2004 kenaikan jumlah perokok anak terus meningkat dari 0,4% menjadi 2,8%.</p>
<p>Banyaknya perokok di negeri ini bisa dipahami, mengingat industri rokok memiliki <em>multiplier effect</em> sangat besar bagi negara, terutama pada sektor penerimaan pajak dan penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang terserap pada industri ini diperkirakan sekitar 18 juta jiwa, mulai dari hulu hingga hilir. </p>
<p>Dewasa ini bisnis rokok makin semarak dan ramai, terlebih lagi banyak bermunculan merek-merek baru. Yang paling banyak peminatnya di pasaran adalah rokok jenis kretek, karena inilah rokok asli Indonesia yang dibuat sejak 1880-an di Kudus. Apalagi saat ini Indonesia merupakan produsen dan eksportir rokok kretek terbesar di dunia. </p>
<p>Nah, di antara beberapa merek rokok kretek yang beredar di pasaran, manakah sesungguhnya yang paling tinggi <em>market share</em>-nya? Kalau mengacu ke riset <strong>MARS Indonesia</strong> dalam <em>“Indonesian Consumer Profile 2008”</em> maka Dji Sam Soe yang diproduksi PT HM Sampoerna adalah yang memiliki <em>market share</em> tertinggi, mengalahkan merek lain. Pada 2006 ia berhasil mengumpulkan <em>market share</em> sebanyak 39,9%, setahun kemudian melonjak menjadi 47,0%. </p>
<p>Sementara Gudang Garam dan Djarum yang berada di peringkat kedua dan ketiga, <em>market share</em>–nya justru melorot. Jika pada 2006 Gudang Garam meraih 28,8% maka pada 2007 tinggal 17,2%. Begitu pula Djarum, dari 23,3% pada 2006 turun menjadi 17,0% pada 2007.</p>
<p>Peringkat keempat, yaitu Sampoerna, agaknya mengikuti jejak sejawatnya Dji Sam Soe yaitu berhasil melompat tinggi, dari 5,1% pada 2006 menjadi 16,9% pada 2007. Adapun peringkat kelima dan keenam terjadi pergeseran. Bentoel dan Bokormas yang menduduki posisi kelima dan keenam pada 2006 dengan <em>market share </em>1,0% dan 0,6% pada 2007 posisinya direbut oleh Mansion Super Class dan Galan 999 dengan <em>market share</em> 0,4% dan 0,3%. Lalu peringkat ketujuh dan seterusnya diraih merek-merek lain dengan <em>market share</em> di bawah 0,6% dan 0,3%.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/11/tabel-rokok.jpg?w=634&#038;h=256" alt="tabel-rokok" title="tabel-rokok" width="634" height="256" class="aligncenter size-full wp-image-256" /><br />
Perihal upaya pembatasan terhadap kebiasaan merokok yang dilakukan oleh beberapa pihak seperti LSM, Depkes, dan Pemda, tampaknya akan menemui jalan terjal, mengingat penetrasi rokok sendiri sudah sedemikian mendalam. </p>
<p>Riset MARS menunjukkan, angka penetrasinya rata-rata di atas 25%. Berdasarkan kota, Jakarta dan Bandung menduduki peringkat tertinggi dengan persentase 29,0% dan 27,5%, mengalahkan Semarang, Surabaya, Medan, Makassar dan Denpasar.</p>
<p>Sedangkan berdasarkan usia dan kelas sosial-ekonomi, kebiasaan merokok sudah menjadi candu bagi para pria berusia 25-55 tahun, dengan kelas sosial-ekonomi (SES) level B yaitu mereka yang tingkat pengeluaran belanja bulanannya antara Rp 1.250.000 hingga Rp 1.750.000. ***  </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=254&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/11/04/dji-sam-soe-masih-terunggul-di-rokok-kretek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/11/dji-sam-soe-gold_dsc_0405.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">dji-sam-soe-gold_dsc_0405</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/11/tabel-rokok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-rokok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penetrasi Kartu Debit Berbanding Lurus dengan Penggunaannya</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/10/20/penetrasi-kartu-debit-berbanding-lurus-dengan-penggunaannya/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/10/20/penetrasi-kartu-debit-berbanding-lurus-dengan-penggunaannya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 04:25:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Ini kabar baik bagi kalangan perbankan bahwa alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), terutama Kartu Debit mengalami perkembangan sangat pesat karena tingkat penerimaan yang tinggi oleh nasabah. Tentunya ini sejalan dengan misi Bank Indonesia (pemerintah) yang ingin semakin memperkecil penggunaan uang tunai di masyarakat sehingga tercipta cash less society.

Kartu Debit adalah kartu khusus yang diberikan oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=248&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/10/kartumandiri-debit1.jpg?w=150&#038;h=95" alt="kartumandiri-debit" title="kartumandiri-debit" width="150" height="95" class="alignleft size-thumbnail wp-image-250" />Ini kabar baik bagi kalangan perbankan bahwa alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), terutama Kartu Debit mengalami perkembangan sangat pesat karena tingkat penerimaan yang tinggi oleh nasabah. Tentunya ini sejalan dengan misi Bank Indonesia (pemerintah) yang ingin semakin memperkecil penggunaan uang tunai di masyarakat sehingga tercipta <em>cash less society</em>.<br />
<span id="more-248"></span></p>
<p>Kartu Debit adalah kartu khusus yang diberikan oleh bank kepada pemilik rekening, yang dapat digunakan untuk bertransaksi secara elektronis atas rekening tersebut. Pada saat kartu digunakan bertransaksi, akan langsung mengurangi dana yang tersedia pada rekening.</p>
<p>Apabila digunakan untuk bertransaksi di mesin ATM, maka kartu tersebut dikenal sebagai Kartu ATM. Namun apabila digunakan untuk transaksi pembayaran dan pembelanjaan non-tunai dengan menggunakan mesin EDC (<em>Electronic Data Capture</em>), maka kartu tersebut dikenal sebagai Kartu Debit. Setiap pemegang kartu diberikan nomor pribadi  (PIN) yang sangat rahasia untuk keamanan dan otorisasi transaksi.</p>
<p>Untuk Kartu Debit, selain otorisasi dengan PIN, dimungkinkan pula otorisasi dengan tanda tangan seperti halnya Kartu Kredit. Batas (<em>limit</em>) transaksi Kartu Debit dan Kartu ATM tergantung dari jenis kartu yang dimiliki nasabah. Umumnya terdiri dari limit jumlah dan frekuensi transaksi, baik untuk penarikan tunai, belanja, maupun transfer.</p>
<p>Berdasarkan hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> dalam <em>Indonesian Consumer Profile 2008</em>, tingkat kepemilikan (penetrasi) kartu debit sudah relatif tinggi mencapai 51,4%. Pemilik kartu debit ini rata-rata adalah nasabah berkelas sosial-ekonomi A dan B atau mereka yang alokasi belanja bulanannya mulai Rp 1.250.000 hingga Rp 2.500.000. Nasabah Jakarta tingkat kepemilikannya paling tinggi mencapai 62,1% dibanding nasabah Surabaya yang hanya 37,5%. </p>
<p>Jenis kartu debit yang banyak dimiliki nasabah mayoritas adalah Debit BCA dengan tingkat penetrasi mencapai 57,9%. Kemudian disusul berikutnya Kartu Mandiri dengan penetrasi 9,2%. Namun yang lain angkanya di bawah 6% seperti BNI Card (5,9%), Kartu Niaga (4,2%), Debit Card BII (4,0%), dan Danamon Card (4,0%). </p>
<p>Hebatnya, tingkat penetrasi ini nyaris berbanding lurus dengan tingkat penggunaannya. Artinya, nasabah yang memiliki kartu debit tidak sekadar memilikinya tapi sekaligus menggunakannya untuk berbagai transaksi pembayaran. Debit BCA, misalnya, yang penetrasinya sebesar 57,9% ternyata nasabah yang aktif menggunakannya mencapai 56,8%. Demikian juga Kartu Mandiri, antara penetrasi dan penggunaan berbanding 9,2% dan 8,9%.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/10/tabel-kartudebit.jpg?w=642&#038;h=249" alt="tabel-kartudebit" title="tabel-kartudebit" width="642" height="249" class="aligncenter size-full wp-image-251" /><br />
Apakah kartu debit mendorong konsumerisme? Mari kita simak jenis transaksi yang biasa dilakukan dengan menggunakan kartu debit. Porsi tertinggi, yaitu sebesar 81,9%, ternyata digunakan untuk transaksi belanja. Sedangkan di luar belanja porsinya relatif kecil. Untuk transfer misalnya hanya 8,4%, juga untuk pembayaran tagihan telepon dan biaya rumah sakit masing-masing hanya 0,5% dan 0,3%. Sementara untuk tarik tunai porsinya lumayan tinggi yaitu 21,7%.</p>
<p>Pada semua jenis transaksi menggunakan kartu debit tersebut, jumlah nominal yang biasa dikeluarkan umumnya berkisar antara Rp 200.000 hingga Rp 1.000.000. Tapi porsi tertinggi, yaitu 41,5%, jumlahnya berkisar antara Rp 200.001- Rp 500.000. Berikutnya kisaran kurang dari Rp 200.000 sebanyak 21,8% dan kisaran Rp 500.001- Rp 1.000.000 sebanyak 20,3%. Sedangkan kisaran Rp 1.000.0001- Rp 2.000.000 hanya mengambil porsi 10,0%. ***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=248&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/10/20/penetrasi-kartu-debit-berbanding-lurus-dengan-penggunaannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/10/kartumandiri-debit1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kartumandiri-debit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/10/tabel-kartudebit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-kartudebit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teh Botol Sosro, Raja Teh SMDK</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/10/02/teh-botol-sosro-raja-teh-smdk/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/10/02/teh-botol-sosro-raja-teh-smdk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 04:04:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food & Beverage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Teh merupakan minuman yang sudah dikenal sangat luas di Indonesia dan di dunia. Minuman berwarna cokelat ini umum menjadi minuman penjamu tamu. Aromanya yang harum serta rasanya yang khas membuat teh banyak dikonsumsi. Selain kelebihan tadi, ada banyak zat yang memiliki banyak manfaat yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh.

Zat-zat bermanfaat yang terkandung dalam teh antara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=241&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/10/teh-botol6.jpg?w=107&#038;h=150" alt="teh-botol6" title="teh-botol6" width="107" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-246" />Teh merupakan minuman yang sudah dikenal sangat luas di Indonesia dan di dunia. Minuman berwarna cokelat ini umum menjadi minuman penjamu tamu. Aromanya yang harum serta rasanya yang khas membuat teh banyak dikonsumsi. Selain kelebihan tadi, ada banyak zat yang memiliki banyak manfaat yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh.<br />
<span id="more-241"></span></p>
<p>Zat-zat bermanfaat yang terkandung dalam teh antara lain polifenol, yaitu senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh juga ampuh mencegah berkembangnya sel kanker dalam tubuh. Lalu vitamin E berfungsi menjaga kesehatan jantung dan membuat kulit menjadi halus; vitamin C berfungsi sebagai imunitas atau daya tahan bagi tubuh manusia; serta vitamin A.</p>
<p>Ada banyak jenis teh. Pengelompokan dan penamaannya dilakukan berdasarkan cara pemrosesannya sebelum dan setelah daun teh dipetik dari pohon. Nama-nama itu antara lain, Teh Hitam (<em>black tea</em>), yakni teh yang dalam pengolahannya melalui proses fermentasi penuh. Sering juga dikenal dengan nama teh merah. Kemudian, Teh Oolong (<em>oolong tea</em>). Teh ini dalam pengolahannya melalui setengah proses fermentasi, dan merupakan minuman favorit di China dan India. </p>
<p>Lalu, Teh Hijau (<em>green tea</em>), yaitu dalam pengolahannya tidak melalui proses fermentasi. Setelah daun teh dipetik langsung diolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh hijau mampu menurunkan risiko terkena kanker. Dan berikutnya Teh Putih. Teh ini dalam pengolahannya tidak melalui proses oksidasi. Saat di pohon, daun teh juga terlindung dari sinar matahari agar tidak menghasilkan klorofil atau zat hijau daun. </p>
<p>Lantaran kaya manfaat bagi kesehatan tubuh, teh oleh para pelaku usaha yang jeli membaca peluang pasar akhirnya dipasarkan dalam bentuk kemasan yang siap minum. Teh dalam bentuk kemasan tersebut pertama kali diproduksi di Slawi, Jawa Tengah pada tahun 1940-an. Dan sekarang sudah banyak merek teh siap minum dalam kemasan (SMDK) yang beredar di pasaran. Cuma, dari sejumlah merek teh tersebut mana sesungguhnya yang mendapat respons positif dari konsumen? </p>
<p>Kalau mengacu pada hasil survei pasar yang dilakukan <strong>MARS Indonesia</strong> di 7 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar) maka merek teh siap minum dalam kemasan yang paling tinggi dikonsumsi adalah Teh Botol Sosro. <em>Market share </em>yang diraih sangat besar, yaitu 81,5% pada 2006 dan 79,2% pada 2007. Meski terjadi penurunan sedikit tapi marginnya masih sangat lebar dengan peringkat kedua (<em>runner up</em>) yaitu Frestea, yang hanya meraih <em>market share</em> 5,3% (2006) dan 6,2% (2007). Lalu peringkat ketiga tetap diraih Fruit Tea, dengan <em>market share</em> 5,3% (2006) dan 3,9% (2007).   </p>
<p>Sementara untuk peringkat keempat dan seterusnya terjadi pergeseran. Jika pada 2006 posisi tersebut diduduki Tekita maka pada 2007 direbut oleh Teh Kotak, sedang Tekita melorot ke posisi kelima. Selanjutnya, Arinda yang pada 2006 menduduki posisi kelima kini terjun ke posisi ketujuh. Mount Tea juga terjun bebas, dari posisi ketujuh ke posisi kesepuluh pada 2007. </p>
<p>Sukses besar diraih S-Tee, dari sebelumnya peringkat kedelapan pada 2006 kini naik ke posisi keenam. Begitu pula Nu Green Tea, berhasil loncat tinggi, dari sebelumnya berada di bawah peringkat 12 besar kini bercokol di peringkat delapan besar, menggantikan posisi S-Tee. Juga Zestea naik satu tingkat, dari posisi kesepuluh ke posisi kesembilan.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/10/tabel-sosro1.jpg?w=654&#038;h=382" alt="tabel-sosro" title="tabel-sosro" width="654" height="382" class="aligncenter size-full wp-image-244" /><br />
Keberhasilan Teh Botol Sosro merajai pasar teh siap minum di Indonesia sebetulnya sangat wajar, mengingat dialah pelopor minuman teh siap minum dalam kemasan pertama di Indonesia dan terbesar di dunia. </p>
<p>Memang, tak banyak merek-merek lokal di luar merek-merek rokok yang dapat berkibar dan melegenda seperti Teh Botol Sosro yang dirintis Sosrodjojo sejak 1940-an di Slawi Jateng itu. Kuncinya, ternyata ada pada penerapan prinsip-prinsip branding. Prinsip utama adalah nama merek mudah diucapkan dan diingat, juga dari sisi grafisnya mudah dikenali serta diingat. </p>
<p>Selanjutnya, dalam upaya menerobos pasar nasional keluarga Sosro masuk pasar Jakarta pada 1974. Alasannya potensi pasarnya yang besar, sebagai sentra perdagangan yang memudahkan pemasaran di daerah lain, serta posisi Jakarta sebagai <em>trend setter</em> bagi masyarakat daerah lain. Menguasai Jakarta akan memudahkan ekspansi ke daerah lain. Dan itu terbukti, sehingga kini Teh Botol Sosro terus menjadi <em>market leader</em>. *** </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=241&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/10/02/teh-botol-sosro-raja-teh-smdk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/10/teh-botol6.jpg?w=107" medium="image">
			<media:title type="html">teh-botol6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/10/tabel-sosro1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-sosro</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dancow Masih Memimpin Pasar Susu Bubuk</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/09/10/dancow-masih-memimpin-pasar-susu-bubuk/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/09/10/dancow-masih-memimpin-pasar-susu-bubuk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 04:43:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food & Beverage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Susu memiliki manfaat sangat besar untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Pasalnya, susu banyak mengandung zat gizi yang lengkap dan lebih mudah diserap seperti protein, vitamin D, kalsium, fospor, magnesium, imunoglobin, vitamin A, zinc, asam lemak esensial, laktosa, dan asam amino esensial.

Meski tiap tahun tingkat konsumsi susu di Indonesia, baik segar maupun olahan (susu bubuk dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=237&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/09/dancow-5-van-800gr.jpg?w=150&#038;h=150" alt="Dancow-5+-Van-800gr" title="Dancow-5+-Van-800gr" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-238" />Susu memiliki manfaat sangat besar untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Pasalnya, susu banyak mengandung zat gizi yang lengkap dan lebih mudah diserap seperti protein, vitamin D, kalsium, fospor, magnesium, imunoglobin, vitamin A, zinc, asam lemak esensial, laktosa, dan asam amino esensial.<br />
<span id="more-237"></span></p>
<p>Meski tiap tahun tingkat konsumsi susu di Indonesia, baik segar maupun olahan (susu bubuk dan krim) mengalami pertumbuhan sekitar 10%, tapi masih tergolong paling rendah di Asia, hanya sekitar 9 liter per kapita. Bandingkan dengan Malaysia (25,4 liter), Singapura (32 liter), India (75 liter), China (20 liter), Filipina (11,3 liter), Vietnam (10,7 liter), bahkan Kamboja (12,5 liter).</p>
<p>Selama ini, produksi susu dalam negeri hanya sekitar 1,2 juta liter per hari dari kurang lebih 400 ribu ekor sapi perah. Jumlah itu hanya memenuhi 30% kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu lokal, selebihnya diimpor dari Australia, New Zealand, dan Filipina. </p>
<p>Di Indonesia saat ini terdapat banyak merek susu bubuk yang beredar di pasaran, dimana masing-masing menawarkan berbagai keunggulan. Pertumbuhan industri susu bubuk di negeri ini diawali dengan berdirinya PT Sari Husada sejak tahun 1954 yang memasarkan produknya dengan merek SGM, LLM, dan Vitalag. Kemudian diikuti dengan berdirinya PT Ultra Jaya pada tahun 1975, yang dikenal sebagai produsen minuman cair dalam kemasan baik berupa susu cair serta minuman buah. </p>
<p>Pada tahun 1981 berdiri PT Nestle Indonesia yang memasarkan produknya dengan merek Dancow dan Milk Maid. Selanjutnya, muncul PT Friesche Vlag Indonesia yang memasarkan produknya dengan merek Frisian Flag (Susu Bendera), PT Indomilk (merek Indomilk), PT Nutricia Sejahtera Indonesia (merek Nutrilon, Nutrima, Prolene, Anlene), PT Mirota KSM (merek Lactona, Prostio dan Prolansia), PT Indexim Alpha (merek Sustagen, Enfagrow, Enfamil dan Enfap), dan sebagainya. </p>
<p>Nah, di antara berbagai merek susuk bubuk tersebut manakah yang paling berhasil merebut hati konsumen susu Indonesia, alias siapakah <em>market leader</em>?  Berdasarkan hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> di 7 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar) dan termuat dalam <em>“Indonesian Consumer Profile 2008”</em>, susu Dancow menguasai 48,1% <em>market share</em>. Angka ini kendati lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 72,7%, namun ia tetap memimpin pasar susu bubuk di dalam negeri. </p>
<p>Posisi kedua diraih susu Frisian Flag (Susu Bendera) dengan angka perolehan 19,0%, terpaut hampir 50% di belakang Dancow. Tapi masih lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 16,9%. Berikutnya adalah Milo (9,0%), Anlene (9,0%), Indomilk (3,1%), Hi-Lo (1,6%) SGM (1,4%), Ovaltine (1,1%), Calcimex (1,0%), L-Men (0,8%), Prenagen (0,8%), Lactamil (0,7%), dan merek-merek lain di bawah perolehan 0,6%.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/09/tabel-dancow.jpg?w=655&#038;h=380" alt="tabel-dancow" title="tabel-dancow" width="655" height="380" class="aligncenter size-full wp-image-239" /><br />
Kenapa Dancow kokoh memimpin pasar? Jawaban tak lain, hal itu merupakan buah dari konsistensi PT Nestle Indonesia dalam menjaga kualitas produk susu Dancow dan kemampuannya memahami kebutuhan konsumen.</p>
<p>Dancow yang memiliki visi menjadi mitra tepercaya bagi orangtua di Indonesia memang senantiasa berusaha mempersembahkan produk yang sesuai dengan selera anak-anak pada usianya. Terakhir meluncurkan Dancow Batita, susu khusus balita (usia 1-3 tahun) dengan nutrisi lengkap, rasa lezat dan harga terjangkau.</p>
<p>Tak hanya rasanya yang beragam, Dancow dalam menggaet konsumen juga memperkenalkan resep membuat makanan yang bervariasi untuk anak-anak yang tidak suka susu. Caranya, susu Dancow disajikan dengan bahan makanan lain, seperti nasi, puding hingga salad.</p>
<p>Kemampuan dan kemahiran PT Nestle Indonesia dalam memahami kebutuhan konsumen alias selalu melakukan inovasi tanpa henti itu mungkin yang membuat Dancow bertahan sebagai merek favorit bagi konsumen susu di Indonesia. Memang <em>“Aku dan Kau Suka Dancow!”</em> begitu bunyi <em>tagline</em>-nya. ***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=237&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/09/10/dancow-masih-memimpin-pasar-susu-bubuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/09/dancow-5-van-800gr.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Dancow-5+-Van-800gr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/09/tabel-dancow.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-dancow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Garda Oto Terdepan di Asuransi Kendaraan</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/24/garda-oto-terdepan-di-asuransi-kendaraan/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/24/garda-oto-terdepan-di-asuransi-kendaraan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 02:05:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Insurance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Sektor asuransi, kendati sempat terkoreksi pertumbuhannya pada awal-awal masa krisis, kini kembali tumbuh dan melaju kencang. Tiap tahun pertumbuhan bisnisnya mencapai 20%-25%, bahkan dalam beberapa tahun terakhir bergerak di kisaran 30%-35%. Asuransi jiwa paling dominan, menguasai 70% pangsa pasar. Sedangkan sisanya diperebutkan asuransi umum, salah satunya adalah asuransi kendaraan bermotor.

Perlahan tapi pasti asuransi kendaraan pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=233&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/garda-oto.gif?w=150&#038;h=130" alt="garda-oto" title="garda-oto" width="150" height="130" class="alignleft size-full wp-image-234" />Sektor asuransi, kendati sempat terkoreksi pertumbuhannya pada awal-awal masa krisis, kini kembali tumbuh dan melaju kencang. Tiap tahun pertumbuhan bisnisnya mencapai 20%-25%, bahkan dalam beberapa tahun terakhir bergerak di kisaran 30%-35%. Asuransi jiwa paling dominan, menguasai 70% pangsa pasar. Sedangkan sisanya diperebutkan asuransi umum, salah satunya adalah asuransi kendaraan bermotor.<br />
<span id="more-233"></span></p>
<p>Perlahan tapi pasti asuransi kendaraan pun mulai mengikuti arus pertumbuhan asuransi jiwa. Terbukti, permintaan pasar terhadap asuransi kendaraan bermotor terus meningkat. Hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran pemilik kendaraan terhadap perlindungan kendaraan bermotornya dari risiko pencurian, kerusakan akibat kecelakaan, banjir, huru-hara/kerusuhan dan terorisme. Karena itu kini persaingan di produk asuransi kendaraan bermotor semakin sengit.</p>
<p>Namun demikian, berdasarkan hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> yang termuat dalam <em>“Indonesian Consumer Profile 2008”</em> tingkat kepemilikan (penetrasi) asuransi kendaraan oleh konsumen di 5 kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan) boleh dibilang masih rendah, kurang dari 5% dari total kepemilikan asuransi. Artinya, walau sekarang terjadi tren peningkatan tapi nilainya belum terlalu signifikan. </p>
<p>Lalu, dari sekitar 104 perusahaan asuransi kerugian kendaraan yang terdaftar di Indonesia, mana yang paling banyak menyedot kepercayaan pemilik kendaraan? Masih menurut hasil riset tersebut, ternyata Asuransi Astra Buana dengan produk Garda Oto menjadi yang terdepan dengan perolehan total 48,4%. Angka ini jauh meninggalkan para kompetitornya yang rata-rata perolehannya di bawah 10%. </p>
<p>Seperti, antara lain Asuransi Wahana Tata yang berada di peringkat kedua dan hanya memperoleh porsi 8,0%. Lalu, Asuransi Central Asia (ACA) dengan porsi 7,1%, Asuransi Sinar Mas (6,5%) dan Adira Insurance (5,1%). Menyusul berikutnya Asuransi Oris (2,7%), BCA (2,7%), Bumi Asih (2,7%), Bina Dana Arta (2,6%), Asuransi Bintang (2,3%), Jasindo Oto (1,8%), dan lain-lain.</p>
<p>Dilihat per kota, Garda Oto hampir unggul di semua kota, kecuali Semarang, dengan prosentase terbesar di Medan (63,6%). Ini menunjukkan bahwa Garda Oto memang yang paling digemari sebagian besar konsumen. Sementara Wahana Tata perolehan terbesar di Semarang. Lalu ACA dan Sinar Mas juga terbesar di Medan, sedangkan Adira terbesar di kota Bandung.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-garda-oto.jpg?w=652&#038;h=317" alt="tabel-garda oto" title="tabel-garda oto" width="652" height="317" class="aligncenter size-full wp-image-235" /><br />
Kenapa Garda Oto menjadi yang terdepan, apa keunggulan yang dimilikinya? Tak lain karena ia tak pernah bosan menelurkan berbagai terobosan dalam pelayanan asuransi kendaraan. Misalnya, dengan pelayanan armada bantuan 24 jam di jalan raya yang disebut Garda Siaga, dengan <em>call center</em> Garda Akses yang dapat dihubungi 24 jam. Lalu, tarif preminya juga berlaku standar secara nasional untuk perlindungan komprehensif (<em>all risk</em>), yaitu 3%.</p>
<p>Lebih dari itu, perusahaan ini memiliki jumlah bengkel rekanan paling banyak dengan tingkat layanan yang memuaskan, serta tidak cenderung mempersulit nasabah jika mengajukan klaim. Ia bahkan memberikan kemudahan bagi nasabahnya untuk mengajukan klaim. Prosedurnya, pelanggan cukup melaporkan kerugian ke petugas melalui Garda Akses 24 jam sehari. Apabila dokumen yang diminta telah lengkap, maka mulai dan proses pengajuan klaim sampai turunnya surat perintah kerja untuk perbaikan akan memakan waktu sekitar 20 menit. Setelah itu, penggantian kerugian akan dilaksanakan.</p>
<p>Jadi, Garda Oto yang punya 800 ribu lebih pemegang polis memang memberikan perlindungan secara total, bukan saja terhadap kasus pencurian dan kerusakan berat akibat kecelakaan, tetapi juga terhadap risiko banjir, huru-hara (kerusuhan) dan terorisme. Bahkan, apabila terjadi hal-hal yang tak terduga, Garda Oto senantiasa siap untuk menjadi yang pertama dalam membantu pelanggan (<em>the first to help customers</em>), dengan menempatkan <em>”Peace of Mind”</em> sebagai visi yang patut diwujudkan demi kenyamanan pelanggan. </p>
<p>Singkatnya, perusahaan asuransi grup Astra ini memang menghadirkan rasa aman pada nasabah/pelanggan di kala menghadapi hal-hal yang tak terduga, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun. Itulah sebabnya ia menjadi yang terdepan. ***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/233/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=233&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/24/garda-oto-terdepan-di-asuransi-kendaraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/garda-oto.gif" medium="image">
			<media:title type="html">garda-oto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-garda-oto.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-garda oto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sengit, Persaingan Rebut Ceruk Pasar Mie Instant</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/sengit-persaingan-rebut-ceruk-pasar-mie-instant/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/sengit-persaingan-rebut-ceruk-pasar-mie-instant/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 04:28:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food & Beverage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah market leader mie instant saat ini? Mudah ditebak, pasti semua orang akan mengarah pada merek “Indomie”. Maklum, dengan penguasaan market share 69,6% dan kapasitas produksi lebih dari 13 miliar bungkus per tahun, Indomie yang diproduksi PT Indofood Sukses Makmur Tbk ini memang merajai pasar mie instant di Indonesia.

Tapi jangan buru-buru puas dengan posisi itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=229&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/mie-sedaap.jpg?w=150&#038;h=120" alt="mie sedaap" title="mie sedaap" width="150" height="120" class="alignleft size-thumbnail wp-image-231" />Siapakah <em>market leader</em> mie instant saat ini? Mudah ditebak, pasti semua orang akan mengarah pada merek “Indomie”. Maklum, dengan penguasaan <em>market share</em> 69,6% dan kapasitas produksi lebih dari 13 miliar bungkus per tahun, Indomie yang diproduksi PT Indofood Sukses Makmur Tbk ini memang merajai pasar mie instant di Indonesia.<br />
<span id="more-229"></span></p>
<p>Tapi jangan buru-buru puas dengan posisi itu, sebab para kompetitornya yang berjumlah lebih dari 84 perusahaan siap menggerus ceruk pasar Indomie. Mie Sedaap, misalnya, belakangan sangat agresif melakukan penetrasi pasar guna mencaplok porsi Indomie. Alhasil, meski baru muncul pada Mei 2003 Mie Sedaap yang diproduksi PT Sayap Mas Utama (grup Wingsfood) kini berhasil meraih 23,0% pangsa pasar dan membayangi Indomie di posisi kedua.</p>
<p>Demikian hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> yang dilakukan di 7 kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar), sebagaimana dimuat dalam <em>“Indonesian Consumer Profile 2008”</em>. Sisanya, yang hanya sekitar 8%, diperebutkan oleh merek-merek lain. </p>
<p>Salah satunya, Gaga Mie, yang diproduksi PT Jakaranatama Food Industry. Setelah kurang sukses melansir produk bermerek Michiyo, pihaknya menelurkan produk Gaga Mie berukuran 50 gram dan relatif berhasil di pasaran. Setelah itu diproduksi Gaga 100 berukuran 100 gram dan Gaga Suun, yang inipun lumayan berhasil.    </p>
<p>Selanjutnya, ada juga mi instant bermerek Salami, produksi PT Sentrafood yang baru meluncurkan produk Mie Jawa. Produk inovasi beraroma <em>local taste</em> ini ternyata mendapat respons sangat baik lantaran ditunjang dengan promosi gencar. Ada kemungkinan menu dari daerah lain akan diadaptasi untuk diproduksi. Sayang, posisinya tidak masuk dalam 10 besar <em>market share</em>.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-mie-instant.jpg?w=631&#038;h=359" alt="tabel-mie instant" title="tabel-mie instant" width="631" height="359" class="aligncenter size-full wp-image-230" /><br />
Ihwal melejitnya posisi Mie Sedaap yang menyalip para penduhulunya (Supermi, Sarimi, Salami, Pop Mie, dll) dan kini <em>head to head</em> dengan Indomie menarik untuk disoroti. <em>Success story</em>-nya berawal dari strategi marketing yang dilancarkannya. Yaitu, bermain di harga pasaran yang sangat ekonomis namun bumbu mi yang diberikan kelas premium. Diberlakukan pula strategi klasik dengan memberi hadiah. Hal utama lain yang tidak boleh diabaikan adalah distribusi. Meski masih berkutat di Jawa dan Bali serta masih terbatas empat varian, namun pendistribusian produk diusahakan merata dari tingkat grosir hingga menjelajahi warung-warung kecil.</p>
<p>Strategi itu didukung iklan yang cukup gencar, baik tematik, iklan produk, maupun versi testimoninya baik secara <em>above the line</em> maupun <em>below the line</em>. Ada satu hal yang belum pernah dilakukan oleh kompetitor. Misalnya, menyuruh orang sebanyak-banyaknya mencoba Mie Sedaap yang dilakukan di mal, tempat wisata, kampus secara gratis.</p>
<p>Tidak hanya itu, Mie Sedaap juga melancarkan strategi mengakuisisi langsung hingga sarang kompetitor guna merebut pasar tradisionalnya. Caranya, dengan menginfiltrasi warung-warung penjual mi instant dengan menu baru Mie Sedaap. Mereka selain disediakan insentif setiap bulannya juga dipasang spanduk “Warung Sedaap”. </p>
<p>Namun demikian, dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan, dominasi produk-produk Indofood (Indomie, Supermi, Sarimi, Sakura, Pop Mie) di pasar mi instan masih akan sulit dipatahkan. Sebab, perusahaan pioner mi instan dan terbesar di dunia itu sudah memiliki <em>brand equity</em> dan juga rasa yang cocok dengan sebagian besar lidah masyarakat Indonesia. </p>
<p>Meski begitu, persaingan bisnis mie instan tak akan berhenti, karena produsen lain juga melihat peluang besar di sektor usaha ini. <em>Market size</em>-nya kini diperkirakan bernilai lebih dari 10 triliun rupiah. Angka ini jelas membuat banyak perusahaan tertarik untuk ikut mencicipi gurihnya pasar mie instant. Jadi, persaingan akan tetap sengit! ***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=229&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/sengit-persaingan-rebut-ceruk-pasar-mie-instant/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/mie-sedaap.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">mie sedaap</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-mie-instant.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-mie instant</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wafer Gery Tak Tertandingi</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/wafer-gery-tak-tertandingi/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/wafer-gery-tak-tertandingi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 04:18:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food & Beverage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah Anda bahwa wafer, makanan ringan yang cocok dihidangkan bersama kopi atau teh pada saat santai, itu ternyata memiliki rekam jejak yang cukup panjang. Ia dibuat pertama kali pada 1792 oleh John Pearson, seorang pelaut, asal Newburyport, Massachusetts, Amerika Serikat. Awalnya ia membuat wafer seperti roti yang dibuat dari tepung dan air dan dinamainya dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=223&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/wafer-stick-coklat.jpg?w=150&#038;h=150" alt="Wafer-Stick-Coklat" title="Wafer-Stick-Coklat" width="150" height="150" class="alignleft size-full wp-image-225" />Tahukah Anda bahwa wafer, makanan ringan yang cocok dihidangkan bersama kopi atau teh pada saat santai, itu ternyata memiliki rekam jejak yang cukup panjang. Ia dibuat pertama kali pada 1792 oleh John Pearson, seorang pelaut, asal Newburyport, Massachusetts, Amerika Serikat. Awalnya ia membuat wafer seperti roti yang dibuat dari tepung dan air dan dinamainya dengan <em>pilot bread</em>.<br />
<span id="more-223"></span></p>
<p>Namun baru pada tahun 1801, wafer dibuat dengan proses dipanggang. Saat itu, Josiah Bent memanggang setumpuk biskuit di atas panggangan batu. Itulah yang membuat biskuit itu jadi makin renyah. Itulah yang membuat wafer buatannya menjadi makanan ringan yang potensial untuk diproduksi karena banyak yang menyukai. </p>
<p>Pada tahun 1810, wafer buatan Bent sangat laris di pasaran dan beberapa tahun kemudian Bent menjual usahanya ke sebuah perusahaan Nabisco. Wafer menjadi terkenal karena banyak dikonsumsi oleh kalangan pelaut sehingga dikenal dengan biskuit laut.</p>
<p>Kini wafer sudah mendunia dan dinikmati oleh semua kalangan dari anak-anak, dewasa hingga orang lanjut usia. Di Indonesia sendiri beragam merek wafer dengan berbagai cita rasa tersedia di pasaran. Cuma, tahukah Anda manakah wafer yang paling disukai konsumen?  </p>
<p>Berdasarkan hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> di 7 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar) menempatkan Gery sebagai yang teratas di kelas wafer salut, selama 2 tahun bertutur-turut, dengan <em>market share</em> sebesar 48,7% pada 2006 dan 45,1 pada 2007. Walaupun <em>market share</em>-nya sedikit turun namun posisinya sebagai pemimpin pasar tetap tak tertandingi. </p>
<p>Di bawah Gery bertengger Beng Beng yang memperoleh <em>market share</em> sebesar 24,1% (2006) dan 16,6% (2007). Setelah itu berturut-turut adalah Top, Tim Tam, Gery Cokluut, dan Selamat. Posisi satu hingga enam urutannya tetap sama alias tidak mengalami pergeseran untuk tahun 2006 dan 2007, hanya terjadi perubahan pada prosentasenya saja. Sedangkan posisi tujuh hingga sepuluh terjadi pergeseran yang diperebutkan oleh merek Mio Toping, Superman, Wafret, Apollo dan Fun Time.  </p>
<p>Pada tahun 2006 Gery unggul di semua kota, namun pada 2007 keunggulannya mulai terkoreksi. <em>Brand</em> milik Garudafood Jaya ini hanya unggul di Jakarta, Surabaya, Medan dan Makassar. Sementara Bandung dan Semarang direbut Top, serta Denpasar dikuasai oleh Beng Beng.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-wafer.jpg?w=646&#038;h=345" alt="tabel-wafer" title="tabel-wafer" width="646" height="345" class="aligncenter size-full wp-image-224" /></p>
<p>Gery, merek besutan Garudafood yang muncul pertama pada 2001 ini banyak belajar dari kesuksesan Tango, merek besutan Grup Orang Tua. Hanya dia memiliki deferensiasi pada komunikasi pemasaran yang konsisten melayani kebutuhan target pasarnya, yaitu kalangan anak-anak. </p>
<p>Untuk tujuan itu Gery diperkenalkan sebagai burung kecil berwarna biru lincah dan lucu, serta diposisikan sebagai sahabat anak-anak dalam bentuk cerita kartun—mencapai 10 seri—yang diterbitkan di televisi. Intinya, Garudafood sengaja membuat <em>marketing gimmick</em> yang merangsang anak-anak tertarik mencobanya. Alhasil, terobosan pemasaran Garudafood ini serta merta memperlihatkan hasilnya. </p>
<p>Penjualan Gery—yang dikemas dalam ukuran lebih kecil dengan harga cukup ekonomis—tumbuh secara signifikan. Tahun pertama setelah diluncurkan (2001-2002), angka pertumbuhannya mencapai 179%; pada tahun 2003 tumbuh 300%; tahun 2004 tumbuh 60%; tahun 2005 tumbuh 60%; dan tahun 2006 tumbuh 50%. </p>
<p>Melihat prospek Gery yang menjanjikan, maka ia pun dikembangkan sebagai <em>umbrella brand</em>. Gery melahirkan sejumlah submerek yang kelak masing-masing diarahkan menjadi merek yang mandiri. Maka, lahirlah 10 macam merek Gery, mulai dari Gery Wafer Cream, Gery Wafer Stick, Gery Saluut, Gery Cokluut, Gery Bismart, Gery Romeo Juliet, Gery Colek, Gery Meses, Gery Soes, dan Gery Cracker Beras.</p>
<p>Pengembangan merek Gery ke berbagai jenis makanan, dari wafer hingga biskuit, tetap mengacu pada inovasi dan diferensiasi. Masing-masing submerek tetap memiliki target dan positioning yang berbeda-beda. Target pasar Gery berkembang, mulai anak-anak, remaja, dewasa muda, hingga ibu muda.***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=223&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/wafer-gery-tak-tertandingi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/wafer-stick-coklat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Wafer-Stick-Coklat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-wafer.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-wafer</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiga Produk Unilever Dominasi Market Share Sabun Cair</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/tiga-produk-unilever-dominasi-market-share-sabun-cair/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/tiga-produk-unilever-dominasi-market-share-sabun-cair/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 04:11:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consumer Goods]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Tiga merek sabun cair produksi PT Unilever Indonesia, yakni Lux, Lifebuoy dan Dove, menunjukkan dominasinya dalam menguasai market share sabun mandi cair dalam negeri. Hampir 72% pasar sabun mandi cair (toiletries) dikuasai oleh ketiga merek tersebut. Aroma persaingan dalam satu group pun tampak mengemuka.

Merujuk pada hasil riset MARS Indonesia (Indonesian Consumer Profile 2008) tergambar betapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=218&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/lux-sabun-cair.jpg?w=150&#038;h=130" alt="lux sabun cair" title="lux sabun cair" width="150" height="130" class="alignleft size-thumbnail wp-image-220" />Tiga merek sabun cair produksi PT Unilever Indonesia, yakni Lux, Lifebuoy dan Dove, menunjukkan dominasinya dalam menguasai <em>market share</em> sabun mandi cair dalam negeri. Hampir 72% pasar sabun mandi cair (<em>toiletries</em>) dikuasai oleh ketiga merek tersebut. Aroma persaingan dalam satu group pun tampak mengemuka.<br />
<span id="more-218"></span></p>
<p>Merujuk pada hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> (<em>Indonesian Consumer Profile 2008</em>) tergambar betapa aroma persaingan antara Lux dan Lifebuoy dalam memperebutkan posisi <em>market leader</em> sangat kentara. Riset yang disebar di 5 kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan) akhirnya mengokohkan Lux sebagai <em>market leader</em> dengan  perolehan <em>market share </em>sebanyak 39,66%. Sedangkan Lifebuoy menempel ketat di urutan kedua dengan perolehan 31,57%. </p>
<p>Selama ini sabun mandi cair Lux di benak konsumen diasosiasikan sebagai sabun kecantikan yang memiliki busa yang banyak serta bau yang harum. Menggunakan Lux menunjukkan gaya hidup modern. Sementara sabun cair Lifebuoy diasosiasikan sebagai sabun kesehatan keluarga dan sangat ampuh membunuh kuman ketimbang sabun mandi cair lainnya. Jadi, Lux kental dengan aroma <em>emotional benefit</em>-nya, sebaliknya Lifebuoy kental dengan aroma <em>functional benefit</em>-nya. </p>
<p>Lux unggul hampir di semua kota, kecuali Surabaya, dimana posisi teratas direbut oleh Lifebuoy. Keberhasilan Lifebuoy sebagai <em>brand loyalty</em> bagi konsumen Surabaya bisa jadi lantaran kota tersebut dikenal memiliki udara relatif panas, akibatnya setiap aktivitas warganya berpotensi mengeluarkan keringat dan kuman sekaligus, sehingga pemakaian sabun Lifebouy dirasakan sebagai solusi yang sangat cerdas.</p>
<p>Sementara <em>brand</em> satunya lagi, yakni Dove, menduduki peringkat keempat dengan perolehan total<em> market share</em> 2,88%, masih berada di bawah Biore yang diproduksi oleh PT Kao Indonesia yang memperoleh 10,23% dan menduduki peringkat ketiga.</p>
<p>Peringkat kelima diraih oleh Gatsby, produksi PT Mandom Indonesia, yang kental dengan aroma jantannya. Lalu peringkat keenam diduduki oleh Nuvo, produksi PT Wings, yang hampir sama dengan Lifebuoy sebagai sabun kesehatan keluarga. Adapun peringkat ketujuh didapuk oleh Cussons, produk andalan dari PT Cussons Indonesia. Serta peringkat kedelapan dan seterusnya <em>market share</em>-nya di bawah 1,76%.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-sabun-cair.jpg?w=655&#038;h=257" alt="tabel-sabun cair" title="tabel-sabun cair" width="655" height="257" class="aligncenter size-full wp-image-219" /><br />
Ihwal kesuksesan sabun mandi cair Lux dan Lifebuoy menjadi yang terdepan sebetulnya bukan hal yang aneh, mengingat faktor sejarah dan pengalaman kedua produk tersebut menjadi salah satu barang kebutuhan pokok yang diperlukan oleh konsumen dan diproduksi oleh PTUnilever Indonesia sejak tahun 1933. </p>
<p>Desain dan kemasan produk sabun mandi Lux dan Lifebuoy senantiasa dibuat lebih menarik dan inovatif jika dibandingkan dengan kemasan produk sejenis dari pesaingnya, agar kemasan produk ini cukup memenuhi syarat untuk bersaing di pasaran. </p>
<p>Di samping itu, Lux khususnya adalah salah satu <em>brand</em> perawatan tubuh dan kecantikan terkemuka di dunia. Brand Lux merupakan <em>market leader</em> di berbagai negara, seperti Thailand, Jepang, India, Brazil, Afrika Selatan, dll sejak tahun 1924. Berbagai jenis produk dalam lini <em>brand</em> Lux dipasarkan di lebih dari 100 negara dengan angka penjualan mencapai 1 miliar Euro pada tahun 2005. </p>
<p><em>Brand </em>ini mengklaim bahwa segalanya mengenai Lux dipersembahkan bagi feminitas, mulai dari tampilan hingga sensasi yang didapatkan dari produk, baik kemasan maupun wewangian yang ditawarkan. Pada kenyataannya, Lux telah menjadi gelombang penentu dalam masyarakat dari masa ke masa. ***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=218&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/tiga-produk-unilever-dominasi-market-share-sabun-cair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/lux-sabun-cair.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">lux sabun cair</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-sabun-cair.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-sabun cair</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tingkat Loyalitas Konsumen Produk Kosmetika</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/tingkat-loyalitas-konsumen-produk-kosmetika/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/tingkat-loyalitas-konsumen-produk-kosmetika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 04:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consumer Behavior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Tingkat loyalitas konsumen produk kosmetika, yang umumnya didominasi kaum wanita, ternyata lumayan tinggi. Berdasarkan hasil survei MARS Indonesia di 8 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan, dan Palembang, tentang Pola Belanja Produk Kosmetika diketahui bahwa mayoritas konsumen (51,5%) selalu membeli produk kosmetika begitu persediaan (stok) habis terpakai. Mereka tak mau menunggu waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=214&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/kosmetika.jpg?w=150&#038;h=129" alt="kosmetika" title="kosmetika" width="150" height="129" class="alignleft size-thumbnail wp-image-216" />Tingkat loyalitas konsumen produk kosmetika, yang umumnya didominasi kaum wanita, ternyata lumayan tinggi. Berdasarkan hasil survei <strong>MARS Indonesia</strong> di 8 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan, dan Palembang, tentang <em>Pola Belanja Produk Kosmetika</em> diketahui bahwa mayoritas konsumen (51,5%) selalu membeli produk kosmetika begitu persediaan (stok) habis terpakai. Mereka tak mau menunggu waktu terlalu lama untuk tidak memakai bahan pemanis penampilan tersebut. Hal ini seolah menunjukkan bahwa tanpa kosmetika wanita akan kehilangan kesempurnaannya.<br />
<span id="more-214"></span></p>
<p>Bukti lain konsumen produk kosmetika (seperti bedak wajah, lipstik, <em>hand&amp;body lotion</em>) begitu loyal terhadap barang-barang tersebut adalah bahwa terdapat sekitar 22,4% yang selalu melakukan pembelian secara rutin meskipun persediaan masih ada. Ini artinya kebutuhan terhadap produk kosmetika memang sudah demikian tinggi. Sementara yang membeli ketika diperlukan saja hanya sekitar 26,1%.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-kosmetik.jpg?w=655&#038;h=306" alt="tabel-kosmetik" title="tabel-kosmetik" width="655" height="306" class="aligncenter size-full wp-image-215" /><br />
Dari sini terbaca bahwa dari sisi psikografi, maka konsumen produk kosmetika mayoritas bertipe <em>shopping lover </em>yaitu mereka yang selalu meluangkan waktu untuk berbelanja ke  toko, minimarket, maupun mall setiapkali ada kesempatan. Sebaliknya, hanya sebagian kecil saja yang masuk kategori <em>just buyer</em>, yaitu mereka yang membeli produk kosmetika sesuai kebutuhan saja alias jarang berbelanja.    </p>
<p>Konsumen tipe <em>shopping lover </em>itu sebagian besar berasal dari kelompok usia muda (18-25 tahun) sebanyak 52,2% dan kelompok usia menengah (26-34 tahun) sebanyak 51,5% dengan status sosial-ekonomi kelas B, yaitu yang tingkat pengeluaran belanja bulanannya di bawah nilai Rp 2.500.000 hingga Rp 1.125.000.</p>
<p>Lalu seberapa jauh tingkat loyalitas konsumen produk kosmetik, baik bedak wajah, lipstik, maupun <em>hand&amp;body lotion?</em> Urutan pertama diraih konsumen bedak wajah, dengan proporsi 76,4% loyal dan 7,5% tidak loyal. Disusul kemudian konsumen lipstik dengan porsi 72,6% loyal dan 9,8% tidak loyal, serta konsumen <em>hand&amp;body lotion</em> sebanyak 66,2% loyal dan 11,3% tidak loyal.***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=214&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/tingkat-loyalitas-konsumen-produk-kosmetika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/kosmetika.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kosmetika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-kosmetik.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-kosmetik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persaingan Flexi dan Esia di Pasar CDMA</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/05/27/persaingan-flexi-dan-esia-di-pasar-cdma/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/05/27/persaingan-flexi-dan-esia-di-pasar-cdma/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 03:36:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telecommunication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Layanan telekomunikasi berbasis teknologi code division multiple access (CDMA) kini telah menjadi alternatif bagi pengguna telepon seluler, pasca penggunaan GSM (global system for mobile communication) yang sudah lebih dulu meramaikan pasar seluler. Saat ini di Indonesia terdapat 6 operator yang menggunakan CDMA yakni Telkom (Flexi), Indosat (StarOne), Bakrie Telecom (Esia), Mobile-8 Telecom (Fren dan Hepi), [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=206&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/flexicenter.jpg?w=133&#038;h=150" alt="flexicenter" title="flexicenter" width="133" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-208" />Layanan telekomunikasi berbasis teknologi <em>code division multiple access</em> (CDMA) kini telah menjadi alternatif bagi pengguna telepon seluler, pasca penggunaan GSM (<em>global system for mobile communication</em>) yang sudah lebih dulu meramaikan pasar seluler. Saat ini di Indonesia terdapat 6 operator yang menggunakan CDMA yakni Telkom (Flexi), Indosat (StarOne), Bakrie Telecom (Esia), Mobile-8 Telecom (Fren dan Hepi), Smart Telecom (Smart) dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (Ceria).<br />
<span id="more-206"></span></p>
<p>Menurut data CDMA Development Group (CDG), jumlah pengguna telepon CDMA di Indonesia hingga akhir kuartal pertama 2008 mencapai 16,3 juta pelanggan. Dengan angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang paling besar pertumbuhan pelanggan CDMA-nya di Asia Tenggara.</p>
<p>Jumlah pelanggan CDMA di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup pesat tiap tahunnya. Tercatat, pada akhir 2006 pengguna CDMA di Indonesia baru 7,8 juta. Angka itu melonjak dua kali lipat pada akhir 2007 menjadi 14,4 juta. Dan kini hingga akhir kuartal pertama 2008 mencapai 16,3 juta.</p>
<p>Nah, di antara ketujuh produk simcard CDMA (yakni Flexi, Esia, StarOne, Fren, Hepi, Smart dan Ceria) manakah yang paling tinggi tingkat penetrasinya? Berdasarkan hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> yang dimuat dalam <em>“Indonesian Consumer Profile 2008”</em>  Flexi dan Esia bersaing ketat menjadi simcard CDMA, baik prabayar maupun pascabayar, yang paling banyak dimiliki pengguna ponsel di Jakarta dan Surabaya. Baru kemudian menyusul Fren, StarOne, Smart, dan lain-lain.  </p>
<p>Untuk prabayar, Esia mengungguli Flexi (Trendy) di Jakarta dengan porsi 47,3% berbanding 40,8%. Sedangkan Flexi berjaya di Surabaya dengan porsi cukup meyakinkan 83,1%, disusul Fren 12,4%. Kejayaan Flexi di Surabaya cukup beralasan mengingat di situlah produk Telkom tersebut pertama kali diluncurkan. Sementara Esia tidak masuk 3 besar di kota Pahlawan tersebut.  </p>
<p>Untuk pascabayar, Flexi (Classy) dan Esia bersaing ketat di ibu kota dengan sama-sama berbagi angka masing-masing  43,3%. Sedangkan di Surabaya dominiasi Flexi tetap tak terpatahkan, dengan perolehan 88,9%. Posisi kedua dan ketiga direbut Fren dan StarOne, keduanya berbagi angka sama masing-masing 12,0%.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/tabel-1-cdma1.jpg?w=637&#038;h=227" alt="tabel-1.cdma" title="tabel-1.cdma" width="637" height="227" class="aligncenter size-full wp-image-211" /><br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/tabel-2-cdma.jpg?w=633&#038;h=227" alt="tabel-2.cdma" title="tabel-2.cdma" width="633" height="227" class="aligncenter size-full wp-image-212" /><br />
Ada banyak keunggulan yang dimiliki CDMA sehingga berhasil merebut pasar pengguna ponsel dan berpotensi menggeser dominasi GSM. Pertama, tarif layanan CDMA lebih murah ketimbang GSM. Murahnya tarif itu dimungkinkan berkat jangkauan sinyal menara pemancar <em>base transceiver station</em> (BTS) CDMA yang lebih luas daripada GSM sehingga menara dapat dipasang dengan jarak yang lebih jauh. Kemampuan tersebut tentu saja dapat membantu menekan biaya modal karena radius yang jauh membuat operator membutuhkan lebih sedikit menara ketimbang GSM. Biaya lain yang juga bisa ditekan ialah biaya operasional. </p>
<p>Kedua, teknologi CDMA yang ada sekarang tak kalah dengan GSM. Fasilitas <em>smart mail </em>seperti yang dirilis PT Smart Telecom, contohnya, menjadi bukti kecanggihan layanan CDMA yang ada saat ini. Layanan itu mirip dengan fitur <em>push e-mail </em>yang biasanya disediakan operator GSM. </p>
<p>Ketiga, kualitas panggilan dan suara lebih jernih. Teknologi CDMA memungkinkan pelanggannya mendapatkan suara yang jernih karena teknologi tersebut dapat meminimalisasi kemungkinan terjadinya kebocoran. </p>
<p>Keempat, kelebihan lain dari CDMA terletak pula pada kemampuannya mendukung akses internet berbiaya modal rendah. Karena, jaringannya dibangun di atas protokol paket data berbasis protokol internet (IP) standar, operator tidak perlu lagi memasang perangkat tambahan. Berbeda dengan jaringan lain yang memerlukan perangkat data tambahan dan telepon data baru. Kemampuan itu lagi-lagi membantu menekan biaya modal. </p>
<p>Kelima, terkait dengan baterai, teknologi CDMA dapat menghemat konsumsi baterai. Semua itu mungkin berkat kehadiran <em>power control</em> yang bertugas memonitor jumlah tenaga pada sistem dan <em>handset</em> serta kemampuan ponsel melakukan transmisi pada tingkat tenaga terendah. Ponsel berbasis CDMA biasanya ringan karena baterai yang dipasang di dalamnya tidak besar.***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=206&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/05/27/persaingan-flexi-dan-esia-di-pasar-cdma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/flexicenter.jpg?w=133" medium="image">
			<media:title type="html">flexicenter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/tabel-1-cdma1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-1.cdma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/tabel-2-cdma.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-2.cdma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KTA Bank Asing Jadi Primadona</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/05/07/kta-bank-asing-jadi-primadona/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/05/07/kta-bank-asing-jadi-primadona/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 04:43:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/05/07/kta-bank-asing-jadi-primadona/</guid>
		<description><![CDATA[Meski tingkat awareness nasabah terhadap produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) masih di bawah 50%, toh fasilitas perbankan yang pertama kali diluncurkan pada 1995 ini punya prospek cukup cerah. Dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan KTA mencapai 20%-30% per tahun.

Kredit Tanpa Agunan atau personal loan adalah pinjaman tunai tanpa agunan/tanpa jaminan yang disediakan pihak perbankan untuk kebutuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=188&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/kta-standard9.jpg?w=150&#038;h=130" alt="KTA Standard" title="KTA Standard" width="150" height="130" class="alignleft size-thumbnail wp-image-201" />Meski tingkat<em> awareness</em> nasabah terhadap produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) masih di bawah 50%, toh fasilitas perbankan yang pertama kali diluncurkan pada 1995 ini punya prospek cukup cerah. Dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan KTA mencapai 20%-30% per tahun.<br />
<span id="more-188"></span></p>
<p>Kredit Tanpa Agunan atau <em>personal loan</em> adalah pinjaman tunai tanpa agunan/tanpa jaminan yang disediakan pihak perbankan untuk kebutuhan nasabah meliputi renovasi rumah, biaya pendidikan, biaya pernikahan, liburan, pelunasan hutang, investasi usaha, perawatan kesehatan, pembelian kendaraan, dan lain-lain, yang memenuhi persyaratan.</p>
<p>Dengan segala keunggulan dan keuntungannya, seperti uang tunai hingga Rp 200 juta yang bisa didapatkan, beragamnya pilihan masa angsuran (2-5 tahun), kemudahan pembayaran angsuran serta tingkat suku bunga yang kompetitif (12%-20% per tahun), KTA menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan keuangan nasabah perkotaan.</p>
<p>Saat ini hampir sebagian besar kalangan perbankan di Indonesia telah menyediakan fasilitas KTA, baik itu bank pemerintah, bank swasta nasional hingga bank swasta asing. Tapi yang paling getol adalah bank asing, seperti Standard Chartered Bank selaku pelopor, ABN AMRO, HSBC dan Citibank. </p>
<p>Berdasarkan hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> yang dimuat dalam <em>“Studi Pasar &amp; Perilaku Nasabah Consumer Banking 2008”</em> produk KTA ABN AMRO, KBA Mandiri, dan HSBC Kredit menduduki tiga besar Top of Mind (TOM). Namun demikian, jenis KTA yang paling tinggi tingkat penggunaannya justru dipegang oleh bank swasta asing. Standard Chartered Bank menjadi primadona dengan total porsi 16,1%. Disusul berikutnya HSBC Kredit (14,3%), ABN AMRO Personal Loan (12,5%), dan Citi Finansial (7,1%). </p>
<p>Sedangkan rekor tertinggi bank swasta nasional diraih oleh Lippo Bank Personal Loan (sekarang merger dengan Bank Niaga menjadi CIMB Niaga) dan BRI Kredit dengan raihan porsi yang masing-masing sama 8,9%. Berikutnya DKI KTA milik Bank DKI (7,1%), KBA Mandiri (5,4%), BNI Fleksi (3,6%), dan KTA Permata (3,6%).<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/tabel-kta1.jpg?w=637&#038;h=356" alt="tabel-KTA" title="tabel-KTA" width="637" height="356" class="aligncenter size-full wp-image-202" /><br />
Kalau diklasifikasikan berdasarkan kota, dominasi produk KTA bank asing semakin  terlihat jelas. Di Surabaya, misalnya, produk ABN AMRO Personal Loan dan Standard Chartered Bank-KTA menduduki peringkat pertama dan kedua sebagai produk KTA yang paling digemari oleh nasabah kota pahlawan tersebut. Begitu pula di Jakarta, HSBC Kredit dan Standard Chartered Bank-KTA menjadi primadona nasabah ibukota.</p>
<p>Mengapa KTA keluaran bank asing berhasil menyedot animo nasabah di Tanah Air? Apakah lantaran fasilitas yang ditawarkan lebih menarik dibandingkan bank nasional ataukah semata-mata berkat strategi penetrasi pasarnya yang jitu? Lalu bagaimana peta persaingan <em>market share</em> di antara mereka? Mari kita tunggu hasil riset MARS berikutnya! ***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=188&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/05/07/kta-bank-asing-jadi-primadona/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/kta-standard9.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">KTA Standard</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/tabel-kta1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-KTA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>78% Pekerja di Jakarta Berkendaraan Pribadi ke Tempat Kerja</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/04/17/78-pekerja-di-jakarta-berkendaraan-pribadi-ke-tempat-kerja/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/04/17/78-pekerja-di-jakarta-berkendaraan-pribadi-ke-tempat-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 07:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Transportation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/04/17/78-pekerja-di-jakarta-berkendaraan-pribadi-ke-tempat-kerja/</guid>
		<description><![CDATA[Menurut data yang ada, jumlah penduduk yang bekerja di Provinsi DKI  Jakarta per Februari 2008 sebesar 4,06 juta orang, bertambah sekitar 0,52 juta orang jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2007 sebesar 3,54 juta orang.

Penambahan jumlah pekerja didominasi oleh kaum perempuan sebesar 379 ribu orang, sementara peningkatan pekerja laki-laki sebesar 133 ribu orang. Tingginya peningkatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=177&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/04/macet-busway.jpg?w=74&#038;h=96" alt="macet-busway" title="macet-busway" width="74" height="96" class="alignleft size-thumbnail wp-image-180" />Menurut data yang ada, jumlah penduduk yang bekerja di Provinsi DKI  Jakarta per Februari 2008 sebesar 4,06 juta orang, bertambah sekitar 0,52 juta orang jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2007 sebesar 3,54 juta orang.<br />
<span id="more-177"></span></p>
<p>Penambahan jumlah pekerja didominasi oleh kaum perempuan sebesar 379 ribu orang, sementara peningkatan pekerja laki-laki sebesar 133 ribu orang. Tingginya peningkatan pekerja perempuan ini diduga karena dorongan ekonomi, yaitu tuntutan keluarga untuk menambah penghasilan, selain semakin terbukanya kesempatan kerja bagi mereka.</p>
<p>Bagaimana mereka menuju tempat kerjanya? Dari 4,06 juta pekerja tersebut ternyata sebagian besar mereka menggunakan kendaraan pribadi sebagai sarana transportasi menuju tempat kerjanya ketimbang menggunakan angkutan umum. Hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> dalam <em>“Indonesian Consumer Profile 2008” </em>menunjukkan bahwa 78,4% pekerja di ibukota Jakarta lebih suka menggunakan kendaraan pribadi (mobil &amp; motor pribadi), sementara yang memilih angkutan umum hanya 18,1% pekerja.</p>
<p>Fakta ini menarik, karena ternyata angkutan umum (transportasi publik) di ibukota belum menjadi pilihan utama para pekerja, padahal pemerintah provinsi DKI Jakarta telah berusaha dengan berbagai cara agar angkutan umum menjadi sarana publik favorit warga. Terakhir, mencoba mengintroduksi bus jalur khusus atau yang sekarang dikenal dengan sebutan “Busway”.</p>
<p>Namun sayang, selama tiga tahun beroperasi, angkutan massal ini masih jauh dari harapan. Jadwal kedatangan bus sering telat karena keterbatasan armada dan jalur khusus belum steril dari penyerobotan kendaraan lain. Akibatnya, bus jalur khusus ini pun tidak luput dari macet. Penumpang berdesak-desakan di halte maupun di dalam bus. Fasilitas bus pun kerap rusak. Sehingga kalangan menengah ke atas tidak mau lagi menaiki busway dan kembali mengendarai kendaraan pribadi. Alhasil, daya tampung busway secara total hanya mencapai 210.000 penumpang per hari, jauh dari target awal sebesar 500.000 penumpang per hari.</p>
<p>Sementara itu, pekerja yang memanfaatkan fasilitas kendaraan dinas dari kantor masih sangat minim, jumlahnya hanya 1,9% pekerja. Apalagi yang menggunakan bus karyawan lebih rendah lagi, yaitu 0,6% pekerja. Ini masih kalah tinggi oleh mereka yang memilih berjalan kaki menuju tempat kerja/kantor yang mencapai 0,9%. Mereka ini kebetulan tempat tinggalnya berdekatan dengan tempat kerjanya, atau yang sengaja kost/kontrak rumah dekat tempat kerja biar lebih efisien waktu.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/04/tabel-pekerja3.jpg?w=645&#038;h=249" alt="tabel-pekerja3" title="tabel-pekerja3" width="645" height="249" class="aligncenter size-full wp-image-186" /><br />
Tak pelak karena mayoritas warga yang bekerja di Jakarta lebih suka memilih berkendaraan pribadi, maka kemacetan yang jadi problem akut Jakarta tak mudah untuk diurai. Kondisi lalu lintas Jakarta diperparah lagi oleh pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak terkendali. Berdasarkan data Dishub DKI Jakarta, jumlah kendaraan di Jakarta pada 2007 mencapai 5,7 juta unit. Padahal, dua tahun sebelumnya hanya 4,9 juta unit. Artinya, kenaikan jumlah kendaraan mencapai 8% per tahun.</p>
<p>Dari total 5,7 juta jumlah kendaraan di Jakarta itu, 98,5% adalah kendaraan pribadi dan hanya 1,5% kendaraan umum. Padahal kendaraan pribadi hanya mengangkut 44% sementara kendaraan umum mengangkut 53% perjalanan.</p>
<p>Data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya lebih fantastis lagi. Jumlah kendaraan di Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang mencapai 9,5 juta unit pada 2008. Dua juta unit di antaranya adalah mobil pribadi. Jumlah tersebut meningkat hampir 2 juta unit dibanding jumlah kendaraan pada 2006 yang mencapai 7,9 juta unit. Persentase kenaikannya lebih dari 10% per tahun.</p>
<p>Nah, untuk mengurai problematika kemacetan di Jakarta, tampaknya tidak ada jalan lain selain menggulirkan kebijakan radikal dengan meminimalisir pertumbuhan kendaraan pribadi, dan menata kembali sistem transportasi publik sehingga benar-benar menjadi alternatif warga, dibarengi pula dengan mengakselerasi penambahan infrastruktur jalan secara simultan dan berkesinambungan. ***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=177&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/04/17/78-pekerja-di-jakarta-berkendaraan-pribadi-ke-tempat-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/04/macet-busway.jpg?w=74" medium="image">
			<media:title type="html">macet-busway</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/04/tabel-pekerja3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-pekerja3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Garuda Indonesia &#8220;Market Leader&#8221; di Penerbangan Nasional</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/04/06/garuda-indonesia-market-leader-di-penerbangan-nasional/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/04/06/garuda-indonesia-market-leader-di-penerbangan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 03:27:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Transportation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/04/06/garuda-indonesia-market-leader-di-penerbangan-nasional/</guid>
		<description><![CDATA[Kendati dunia penerbangan nasional tengah dirundung prahara, mulai dari serangkaian kecelakaan penerbangan yang mendera sejak 2006, lalu pencabutan izin operasional Adam Air, hingga pelarangan terbang ke Uni Eropa bagi 52 maskapai penerbangan kita yang belum dicabut hingga kini, toh animo masyarakat untuk menggunakan moda transportasi udara tetap tinggi.

Menurut data Departemen Perhubungan, sepanjang tahun 2007,  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=170&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/04/garuda-indonesia.jpg?w=124&#038;h=96" alt="garuda-indonesia" title="garuda-indonesia" width="124" height="96" class="alignleft size-thumbnail wp-image-172" />Kendati dunia penerbangan nasional tengah dirundung prahara, mulai dari serangkaian kecelakaan penerbangan yang mendera sejak 2006, lalu pencabutan izin operasional Adam Air, hingga pelarangan terbang ke Uni Eropa bagi 52 maskapai penerbangan kita yang belum dicabut hingga kini, toh animo masyarakat untuk menggunakan moda transportasi udara tetap tinggi.<br />
<span id="more-170"></span></p>
<p>Menurut data Departemen Perhubungan, sepanjang tahun 2007,  jumlah penumpang domestik meningkat menjadi 31,17 juta dan penumpang internasional sebanyak 5,98 juta. Meningkat dari tahun sebelumnya, yaitu 26,5 juta penumpang domestik dan 5,1 juta penumpang internasional. Ini menandakan bahwa masyarakat tidak kapok dan tetap menjadikan moda yang satu ini sebagai alternatif utama untuk bepergian keluar daerah atau antarpulau.</p>
<p>Tingginya animo tersebut tentu saja tak bisa dilepaskan dari dua faktor dominan, yaitu efisiensi waktu dan harga tiket yang semakin terjangkau untuk kalangan menengah ke bawah berkat konsep <em>low cost carrier</em>. Bayangkan, dengan tiket seharga Rp 350 ribuan atau setara dengan harga tiket bus, seseorang dari Jakarta bisa bepergian ke Denpasar Bali dalam waktu tempuh yang kurang dari 1,5 jam. </p>
<p>Sebetulnya tren kenaikan penumpang pesawat ini sudah terjadi sejak tahun 2000. Pada saat itu, jumlah penumpang domestik tercatat hanya 8,7 juta dan penumpang internasional 4,7 juta. Pemekaran jumlah penumpang pesawat ini terjadi seiring dengan deregulasi industri penerbangan Indonesia, yang membuat jumlah maskapai penerbangan mekar hingga tiga kali lipat. </p>
<p>Dan untuk menekan tingkat kecelakaan penerbangan, pemerintah tak tinggal diam melainkan terus melakukan berbagai upaya guna mewujudkan peta menuju kecelakaan nol, yakni dicanangkan peningkatan 3S + 1C yakni <em>Safety, Security, Service</em> dan <em>Compliance. Safety </em>dan <em>security</em> adalah tingkat keselamatan dan keamanan serta pelayanan (<em>service</em>) dan sesuai dengan standar aturan penerbangan internasional (<em>compliance</em>).</p>
<p>Lalu, di antara 52 maskapai yang ada di Indonesia saat ini maskapai manakah yang menjadi favorit masyarakat transportasi udara kita? Berdasarkan hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> di 5 kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan, yang dimuat dalam <em>“Indonesian Consumer Profile 2008”</em>  maskapai pelat merah Garuda Indonesia menduduki peringkat pertama alias <em>market leader</em> dengan porsi total 51,2%.</p>
<p>Sedangkan peringkat kedua dan ketiga diraih Lion Air dan Adam Air (sebelum pencabutan izin operasionalnya) dengan porsi 24,6% dan 15,5%. Disusul kemudian Merpati Airlines (9,5%), Batavia Air (8,3%), Mandala (7,1%), Sriwijaya Air (5,4%), Star Air (4,3%), Bouraq (3,8%) dan Wing Air (2,95). Adapun maskapai lainnya memperoleh porsi di bawah 2,8%.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/04/tabel-garuda.jpg?w=655&#038;h=305" alt="tabel-garuda" title="tabel-garuda" width="655" height="305" class="aligncenter size-full wp-image-174" /><br />
Nah, mengapa Garuda masih menjadi <em>market leader</em> meski ia juga tidak lepas dari musibah kecelakaan dan tiketnya juga dikenal paling mahal di antara maskapai yang lain? Ini tentu saja tidak lepas dari keunggulan yang dimilikinya yang tidak ada pada airlines lain.</p>
<p>Pertama, Garuda dikenal sebagai maskapai pertama dan paling tua di negeri ini sehingga pengalaman/jam terbangnya sudah tidak diragukan lagi. Dengan faktor pengalaman yang matang inilah calon penumpang menjadi yakin dan nyaman terbang dengan Garuda tanpa khawatir akan faktor keselamatan dan keamanan. </p>
<p>Kedua, dibanding maskapai lain Garuda memiliki tingkat <em>Safety</em> dan <em>Security</em> yang tinggi. Maklum pesawat-pesawat yang dimilikinya maupun yang disewa relatif berusia muda, rata-rata di bawah 20 tahun. Usia pesawat yang masih muda tentu saja sangat mempengaruhi faktor <em>Safety</em> (keselamatan) penumpang. Faktor <em>Security</em> Garuda pun tidak ada bandingannya, hampir tidak pernah terdengar komplain dari penumpang gara-gara barang yang di bagasi hilang, misalnya. </p>
<p>Ketiga, faktor <em>Service</em> (pelayanan). Garuda dikenal memiliki pelayanan yang sangat prima bagi para penumpangnya sejak di luar hingga di dalam pesawat. Sehari sebelum keberangkatan, penumpang bisa melakukan <em>city check-in</em> dan <em>phone check-in</em>. Hal ini berguna bagi penumpang yang bepergian jauh atau ke luar negeri karena dengan begitu mereka bisa memesan tempat duduk sesuai keinginannya. Lalu selama di dalam pesawat tempat duduk (kursi) jauh lebih lapang dibandingkan maskapai lain. Makanan dan minuman yang disajikan pun berkualitas dan berkelas plus dapat koran gratis.</p>
<p>Keempat, SDM yang dimiliki Garuda pun dikenal paling handal terutama para pilotnya yang akan mengantarkan para penumpang ke tempat tujuan. Berdasarkan laporan KNKT, hampir 75% kecelakaan yang terjadi disebabkan faktor <em>human error </em>ketimbang faktor sarana (<em>tools</em>). Nah, dengan pilot yang berpengalaman dan handal maka tingkat kecelakaan Garuda Indonesia relatif lebih kecil dibanding maskapai lain. ***  </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=170&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/04/06/garuda-indonesia-market-leader-di-penerbangan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/04/garuda-indonesia.jpg?w=124" medium="image">
			<media:title type="html">garuda-indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/04/tabel-garuda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-garuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komix, Obat Batuk Paling Dipercaya Konsumen</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/03/11/komix-obat-batuk-paling-dipercaya-konsumen/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/03/11/komix-obat-batuk-paling-dipercaya-konsumen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 08:29:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Healthy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/03/11/komix-obat-batuk-paling-dipercaya-konsumen/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang pasti pernah mengalami batuk. Bila terserang batuk, sungguh tidak mengenakkan. Apalagi jika disertai rasa gatal pada tenggorokan. Jika serangan batuk menjadi-jadi, bisa disertai rasa pegal pada perut, dan bahkan bisa saja timbul keram karena tertekan akibat batuk.

Gejala batuk biasanya menyertai penyakit lain seperti influenza. Bila seseorang terserang flu, dia akan mengalami pilek, demam, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=163&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/03/man_cough.jpg?w=103&#038;h=96" alt="man_cough" title="man_cough" width="103" height="96" class="alignleft size-thumbnail wp-image-166" />Setiap orang pasti pernah mengalami batuk. Bila terserang batuk, sungguh tidak mengenakkan. Apalagi jika disertai rasa gatal pada tenggorokan. Jika serangan batuk menjadi-jadi, bisa disertai rasa pegal pada perut, dan bahkan bisa saja timbul keram karena tertekan akibat batuk.<br />
<span id="more-163"></span></p>
<p>Gejala batuk biasanya menyertai penyakit lain seperti influenza. Bila seseorang terserang flu, dia akan mengalami pilek, demam, dan sakit kepala yang disertai batuk. Namun, batuk juga bisa timbul akibat peradangan pada paru-paru, misalnya penyakit tuberculosis (TBC).</p>
<p>Batuk terbagi menjadi dua tipe, yakni batuk kering dan batuk berdahak. Batuk kering timbul karena adanya sensitivitas pada bulu-bulu getar di tenggorokan, misalnya jika timbul alergi. Sedangkan batuk berdahak adalah batuk yang disertai dengan keluarnya lender yang bisa berasal dari peradangan pada paru-paru. </p>
<p>Secara umum penyakit batuk akan lebih mudah menyerang orang pada peralihan musim, terutama bila terjadi perubahan temperatur udara mendadak dari musim panas ke musim dingin atau penghujan. Kondisi tubuh yang tidak fit juga memudahkan terkena batuk.</p>
<p>Saat ini telah beredar berbagai merek obat batuk di pasaran yang semuanya mengklaim paling mujarab menyembuhkan gejala batuk. Namun manakah sebenarnya yang memiliki <em>perceived quality</em> yang tinggi sehingga paling dipercaya konsumen? Riset <strong>MARS Indonesia</strong> di 7 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar) yang termuat dalam <em>“Indonesia Consumer Profile 2008”</em> menunjukkan bahwa Komix menjadi obat batuk yang paling sering dikonsumsi oleh para konsumen.</p>
<p>Selama dua tahun berturut-turut, Komix yang terkenal dengan tagline-nya “Batuk? Di-<em>Komix</em> aja..!” mampu mempertahankan dominasinya di pasar obat batuk. Bila pada 2006 Komix meraih 22,36% responden, maka pada 2007 naik menjadi 24,6%. Ini tentu tren positif baginya yang semakin jauh meninggalkan para kompetitornya.</p>
<p>Vick Formula 44, misalnya, yang menguntit di posisi kedua trennya justru menurun. Jika pada 2006 ia masih meraup perolehan 16,6% maka pada 2007 hanya meraih 14,5% responden. Sedangkan untuk posisi ketiga, keempat dan seterusnya terjadi persaingan yang cukup ketat sehingga terjadi pergeseran posisi.  </p>
<p>Contohnya adalah jika pada 2006 OBH berada pada posisi kelima dengan perolehan 9,31% maka pada 2007 naik cukup signifikan ke posisi ketiga dengan porsi 11,7%. Lalu, Konidin, yang pada 2006 posisinya di bawah kelima maka pada 2007 berhasil menduduki posisi keempat dengan porsi 9,9%. </p>
<p>Sementara OBH Combi melorot cukup tajam, dimana pada 2006 ia masih bertengger di posisi ketiga dengan perolehan 12,56% namun pada 2007 turun ke posisi kelima dengan porsi 7,3%.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/03/tabel-komix.jpg?w=633&#038;h=258" alt="tabel-komix" title="tabel-komix" width="633" height="258" class="aligncenter size-full wp-image-167" /><br />
Survei merek merek obat batuk yang dilakukan MARS Indonesia selama ini menunjukkan bahwa meski tingkat kepuasan dan loyalitas konsumen cenderung menurun, namun Komix berhasil menempati posisi sebagai <em>market leader</em>. </p>
<p>Kenapa? Pengelola Komix nampaknya berhasil memberikan <em>value</em> kepada konsumennya. Komix dipersepsikan konsumen sebagai satu satunya obat batuk dalam kemasan <em>sachet</em> (kecil, praktis dan murah), rasanya mantap, iklannya menarik dan sebagainya. Disinilah kepiawaian pengelola Komix dalam memainkan <em>value</em> produknya. </p>
<p>Meski biaya komunikasi dan promosi yang digelontorkan Komix tidak sedahsyat Vicks Formula toh produk besutan PT Bintang Toedjoe ini tetap memiliki keunggulan sebagai <em>first in the consumers mind</em> berkat konsep produk yang berbeda dibanding produk lain.</p>
<p>Sukses Komix ini tak ayal mengilhami pemain lain masuk di segmen yang sama, yaitu <em>sachet</em>. Namun, karena merek ini tak henti berinovasi, seperti antara lain meluncurkan berbagai varian baru (Komix Jahe dan Komix Peppermint) maka dominasi Komix agaknya sulit dipatahkan oleh para pesaingnya. ***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=163&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/03/11/komix-obat-batuk-paling-dipercaya-konsumen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/03/man_cough.jpg?w=103" medium="image">
			<media:title type="html">man_cough</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/03/tabel-komix.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-komix</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>82% Konsumen Gemar Menyambangi Pusat Perbelanjaan</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/03/03/152/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/03/03/152/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 02:52:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consumer Behavior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Menjamurnya pusat perbelanjaan bertaraf modern saat ini, seperti mall atau plaza di berbagai kota di Tanah Air, yang di dalamnya terdapat toserba, restoran, arena permainan, supermarket, bahkan hypermarket tak ayal telah mengubah pola belanja sebagian konsumen kita. Mereka yang dulunya kerap menyambangi pasar-pasar tradisional kini beralih ke pusat perbelanjaan tersebut.

Tak bisa dipungkiri, bagi sebagian konsumen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=152&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/03/mall-of-the-emirates.jpg?w=127&#038;h=96" alt="mall-of-the-emirates" title="mall-of-the-emirates" width="127" height="96" class="alignleft size-thumbnail wp-image-155" />Menjamurnya pusat perbelanjaan bertaraf modern saat ini, seperti mall atau plaza di berbagai kota di Tanah Air, yang di dalamnya terdapat toserba, restoran, arena permainan, supermarket, bahkan hypermarket tak ayal telah mengubah pola belanja sebagian konsumen kita. Mereka yang dulunya kerap menyambangi pasar-pasar tradisional kini beralih ke pusat perbelanjaan tersebut.<br />
<span id="more-152"></span></p>
<p>Tak bisa dipungkiri, bagi sebagian konsumen pergi ke mall atau plaza kini jadi bagian dari gaya hidup (<em>life style</em>) yang tak bisa ditinggalkan. Mall atau plaza telah menjadi pilihan karena menghadirkan berjuta-juta kenikmatan, mulai dari tersedianya berbagai kebutuhan yang diinginkan (one stop shopping), hingga  tempat yang pas untuk bersantai bersama keluarga maupun kolega.</p>
<p>Itulah sebabnya, mall akan terus dibanjiri para pengunjung dan tidak akan pernah sepi. Mengapa? Karena ia memang menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi yang mengunjunginya.</p>
<p>Tentang kunjungan ke mall ini, hasil riset<strong> MARS Indonesia</strong> (Indonesian Consumer Profile 2008) menunjukkan bahwa 82,2% konsumen kita, khususnya di kota Jakarta dan Surabaya gemar berkunjung ke mall. Dalam sebulan, mereka minimal sekali atau dua kali mengunjungi mall. Ini artinya, demam mall memang sudah semakin menggejala di masyarakat kita.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/03/tabelmall-1.jpg?w=645&#038;h=227" alt="tabelmall-1" title="tabelmall-1" width="645" height="227" class="aligncenter size-full wp-image-151" /><br />
Saat kapan mereka berkunjung ke mall? Hasil riset MARS Indonesia terbaru yang dilakukan di 8 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan, Palembang) dan dimuat dalam <em>“Perilaku Belanja Konsumen Indonesia 2009”</em> menyebutkan bahwa 74,3% mereka berkunjung ke mall pada hari libur, sedangkan pada hari kerja hanya 25,7%. Pada hari libur, kota Palembang menduduki peringkat tertinggi dibanding ketujuh kota lainnya dengan porsi 86,1%. Sedangkan pada hari kerja, Bandung meraih porsi tertinggi (40,3%). Ini artinya masyarakat kota kembang tersebut memang paling gemar jalan-jalan ke mall sekalipun pada hari kerja.</p>
<p>Apa alasan yang mendorong mereka berkunjung ke pusat perbelanjaan atau mall? Hampir mayoritas dari mereka menyatakan karena membutuhkan sesuatu dan sekadar ingin berakhir pekan (<em>weekend</em>). Dua alasan itulah yang paling banyak dipilih responden dengan porsi masing-masing 58,9% dan 53,8%, mengalahkan alasan setelah menerima gaji, pulang kerja, bertemu teman/saudara, maupun bertemu klien.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/03/tabelmall-2.jpg?w=655&#038;h=349" alt="tabelmall-2" title="tabelmall-2" width="655" height="349" class="aligncenter size-full wp-image-154" /><br />
Sementara itu kegiatan yang dilakukan selama di pusat perbelanjaan/mall adalah sebagian besar menyatakan sekadar melihat-lihat alias window shopping dengan porsi 81,6%. Disusul kemudian belanja di supermarket (57,9%), belanja pakaian (51,5%), makan di foodcourt/restoran (48,8%), bermain di arena permainan (18,5%), belanja footwear (18,0%), nonton di bioskop (15,3%), makan di café (10,7%), belanja buku (10,6%), dan belanja elektronik (8,7%).</p>
<p>Yang menarik untuk diketahui, bahwa mereka yang akhirnya tergerak untuk belanja di mall rata-rata disebabkan adanya diskon dan promosi dari pusat perbelanjaan atau counter tersebut, meskipun pada awalnya mereka tidak terlalu membutuhkan barang yang dibelinya. Ini menunjukkan bahwa diskon dan promosi sangat manjur untuk menarik minat belanja pengunjung/calon konsumen. ***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=152&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/03/03/152/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/03/mall-of-the-emirates.jpg?w=127" medium="image">
			<media:title type="html">mall-of-the-emirates</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/03/tabelmall-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabelmall-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/03/tabelmall-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabelmall-2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Deposito BCA dan Mandiri Menjadi Pilihan Utama</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/02/05/deposito-bca-dan-mandiri-menjadi-pilihan-utama/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/02/05/deposito-bca-dan-mandiri-menjadi-pilihan-utama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 05:02:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Hampir mayoritas masyarakat kita telah mengenal produk deposito. Begitulah hasil riset MARS mengungkapkan. Tak tanggung-tanggung, tingkat awareness terhadap produk perbankan ini sangat tinggi, yaitu 76,6%, sementara yang belum mengenalnya cuma sekitar 23,4%.

Popularitas produk deposito sempat meningkat sangat signifikan pada masa pemerintahan BJ Habibie (1998-1999), ketika tingkat suku bunga (interest rate) deposito melambung tinggi hingga mencapai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=146&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/02/bca_dalam.jpg?w=98&#038;h=96" alt="bca_dalam" title="bca_dalam" width="98" height="96" class="alignleft size-thumbnail wp-image-145" />Hampir mayoritas masyarakat kita telah mengenal produk deposito. Begitulah hasil riset MARS mengungkapkan. Tak tanggung-tanggung, tingkat <em>awareness</em> terhadap produk perbankan ini sangat tinggi, yaitu 76,6%, sementara yang belum mengenalnya cuma sekitar 23,4%.<br />
<span id="more-146"></span></p>
<p>Popularitas produk deposito sempat meningkat sangat signifikan pada masa pemerintahan BJ Habibie (1998-1999), ketika tingkat suku bunga (<em>interest rate</em>) deposito melambung tinggi hingga mencapai 60% pertahun sebagai salah satu strategi menaikkan <em>trust</em> pada institusi perbankan yang sempat anjlok. Saat itu hampir semua produk investasi beralih ke deposito. Maklumlah, dengan suku bunga setinggi itu siapa orang yang tidak tertarik. </p>
<p>Tapi seiring dengan semakin membaiknya situasi moneter dan ekonomi makro kita, maka bunga deposito pun secara perlahan turun dengan teratur. Bahkan saat ini tingkat suku bunga deposito rata-rata berkisar antara 8%-15% per tahun. Tergantung jangka waktu, nilai besaran nominalnya, dan jenis banknya. Meski demikian, deposito tetap mampu menyedot interest masyarakat. </p>
<p>Kenapa produk deposito tetap menarik? Setidaknya ada tiga faktor yang menjadikan hal itu. Pertama, nasabah mendapatkan hasil imbal balik yang tetap (<em>fixed</em>), yang saat ini antara 8%-15% pertahun, bandingkan dengan suku bunga tabungan biasa dan reksadana. Kedua, deposito dijamin oleh Pemerintah Indonesia melalui LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), yang bilamana bank tersebut tutup maka dana simpanan nasabah akan dibayarkan atau diganti oleh pemerintah sebesar maksimum tingkat penjaminan. Ketiga, pajak deposito yang dikenakan setiap 12 bulan dihitung prorata perbulan.</p>
<p>Lalu, produk deposito bank mana yang saat ini paling diminati masyarakat? Kalau mengacu pada hasil riset<strong> MARS Indonesia</strong> yang termuat dalam buku “Studi Pasar &amp; Perilaku Nasabah Consumer Banking 2008” maka produk Deposito BCA dan Deposito Mandiri menjadi pilihan utama dengan total porsi 29,9% dan 24,1%. Menguntit di belakangnya adalah BNI Deposito (14,9%), DEPOBRI (6,9%), LippoDeposito (6,9%), Deposito Niaga (5,2%), dan Deposito Panin (5,2%). Sedangkan produk deposito bank-bank lain porsinya rata-rata di bawah 2,9%.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/02/tabel-deposito.jpg?w=619&#038;h=284" alt="tabel-deposito" title="tabel-deposito" width="619" height="284" class="aligncenter size-full wp-image-144" /><br />
Namun dari paparan di atas diketahui bahwa tingkat kepemilikan (penetrasi) rekening deposito tidak berbanding lurus dengan tingkat <em>Top of Mind</em> (TOM) <em>awareness</em> produk deposito. Sebagai contoh, tingkat penetrasi deposito BCA yang mencapai 29,9% ternyata tidak sebanding dengan tingkat TOM-nya yang mencapai 36,0%. Berarti ada sekitar 6,1% yang belum menjadi nasabah deposito BCA. </p>
<p>Sebaliknya, produk deposito bank-bank lain justru tingkat penetrasinya lebih tinggi ketimbang tingkat TOM-nya. Deposito Mandiri, misalnya, yang berada pada level TOM 9,5% memiliki tingkat penetrasi sebesar 24,9%. Artinya, terdapat 14,6% nasabah yang menggunakan produk Deposito Mandiri meskipun tidak <em>aware</em> padanya. </p>
<p>Lalu, BNI Deposito juga memiliki tingkat penetrasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan level TOM-nya yang sebesar 8,2%. Hal yang sama juga dialami DEPOBRI, LippoDeposito, Deposito Niaga dan Deposito Panin.***      </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=146&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/02/05/deposito-bca-dan-mandiri-menjadi-pilihan-utama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/02/bca_dalam.jpg?w=98" medium="image">
			<media:title type="html">bca_dalam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/02/tabel-deposito.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-deposito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hegemoni Kapal Api Group di Pasar Kopi Bubuk Instant</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/02/02/hegemoni-kapal-api-group-di-pasar-kopi-bubuk-instant/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/02/02/hegemoni-kapal-api-group-di-pasar-kopi-bubuk-instant/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 06:28:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consumer Goods]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Pangsa pasar kopi bubuk instant di negara kita hingga kini masih dikuasai Kapal Api Group yang diproduksi oleh PT. Santos Abadi Jaya. Perusahaan kopi bubuk yang tumbuh dari sebuah industri rumah tangga sederhana di Surabaya, lebih dari 81 tahun silam pada tahun 1927, itu kini menguasai mayoritas market share kopi bubuk domestik.

Kalau mengacu pada “Indonesian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=140&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/02/logo-kapal-api.jpg?w=87&#038;h=96" alt="logo-kapal-api" title="logo-kapal-api" width="87" height="96" class="alignleft size-thumbnail wp-image-142" />Pangsa pasar kopi bubuk instant di negara kita hingga kini masih dikuasai Kapal Api Group yang diproduksi oleh PT. Santos Abadi Jaya. Perusahaan kopi bubuk yang tumbuh dari sebuah industri rumah tangga sederhana di Surabaya, lebih dari 81 tahun silam pada tahun 1927, itu kini menguasai mayoritas <em>market share</em> kopi bubuk domestik.<br />
<span id="more-140"></span></p>
<p>Kalau mengacu pada “Indonesian Consumer Profile (ICP) 2008”  hegemoni Kapal Api Group (Kapal Api, ABC, Ya, dan Good Day) agaknya sulit digeser oleh produk kopi bubuk instant manapun. Maklum, berdasar hasil riset yang <strong>MARS Indonesia</strong> lakukan pada 2006 dan 2007, perusahaan ini masih menjadi jawara di pasar serbuk penyegar badan dan penahan kantuk tersebut.</p>
<p>Tahun 2007, Kapal Api bertengger di posisi teratas dengan porsi 44,3% sedikit lebih tinggi dari tahun 2006 yang memperoleh 44,0%. Disusul kemudian oleh ABC, dengan porsi 17,9%, naik sedikit dari tahun 2006 yang mendapat porsi 17,5%. Sedangkan merek Ya bertengger pada posisi ke-6 pada 2006 dengan porsi 2,3% dan posisi ke-8 pada 2007 dengan porsi 2,2%. Sementara Good Day berada pada posisi ke-13 pada 2006 dengan porsi 0,6% dan posisi ke-11 pada 2007 dengan porsi 0,9%.</p>
<p>Adapun yang menguntit ketat Kapal Api Group pada posisi ketiga, keempat, kelima dan seterusnya adalah Nescafe, Torabika, Indocafe, Tugu Luwak, Kopi Mix, Ayam Merak, Gelatik, Singa, dan lain-lain. Hanya saja, total market share mereka masih jauh di bawah Kapal Api Group.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/02/tabel-kopi.jpg?w=627&#038;h=288" alt="tabel-kopi" title="tabel-kopi" width="627" height="288" class="aligncenter size-full wp-image-141" /><br />
Kenapa Kapal Api menjadi jawara? Tak lain adalah ramuan istimewa Kapal Api menawarkan kualitas yang terbaik, rasa yang mantap dan aroma yang memikat. Untuk memenuhi kebutuhan akan kenikmatan kopi, Kapal Api dibuat dalam beragam pilihan mulai dari Kapal Api Special (kopi bubuk murni), Kapal Api Special Mix (kopi plus gula), Kapal Api Kopi Susu (kopi, gula dan susu) sampai ke produk yang terakhir diluncurkan, Kapal Api Mocha (kopi, gula, susu dengan campuran cokelat). </p>
<p>Sebagai produk berkualitas prima yang didukung penuh oleh manajemen yang handal serta distribusi yang merata, Kapal Api dengan <em>tagline</em> “Jelas Lebih Enak” kini bukan hanya memimpin pasar di Indonesia, namun juga telah berhasil memasuki pasar-pasar di Asia Tenggara dan dunia.   </p>
<p>Guna melanjutkan sukses merek Kapal Api dan demi kepuasan pelanggan, PT Santos Jaya Abadi memperkenalkan beberapa merek kopi lain yang juga berhasil meraih sukses di pasaran, yaitu ABC, Good Day, Ya, Excelso, dan Kapten. </p>
<p>Lalu, bagaimana untuk riset 2008, apakah Kapal Api Group akan mampu mempertahankan hegemoninya ataukah akan tergeser oleh para kompetitornya? Mari kita tunggu hasil riset MARS Indonesia berikutnya! *** </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=140&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/02/02/hegemoni-kapal-api-group-di-pasar-kopi-bubuk-instant/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/02/logo-kapal-api.jpg?w=87" medium="image">
			<media:title type="html">logo-kapal-api</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/02/tabel-kopi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-kopi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Honda Masih Raja Motor Indonesia</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/01/28/honda-masih-raja-motor-indonesia/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/01/28/honda-masih-raja-motor-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 07:12:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Automotive]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita amati secara seksama menyemutnya sepeda motor di sudut-sudut jalanan di berbagai kota di Tanah Air, akan diketahui bahwa mayoritas merek kuda Jepang itu adalah Honda. Alasan pilihan para penggunanya, selain mesin Honda terkenal bandel alias tidak gampang rusak, ia juga dikenal paling irit penggunaan bahan bakarnya.

Karena itu menjadi wajar jika motor Honda banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=132&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/01/honda-revo07.jpg?w=96&#038;h=96" alt="honda-revo07" title="honda-revo07" width="96" height="96" class="alignleft size-thumbnail wp-image-135" />Kalau kita amati secara seksama menyemutnya sepeda motor di sudut-sudut jalanan di berbagai kota di Tanah Air, akan diketahui bahwa mayoritas merek kuda Jepang itu adalah Honda. Alasan pilihan para penggunanya, selain mesin Honda terkenal bandel alias tidak gampang rusak, ia juga dikenal paling irit penggunaan bahan bakarnya.<br />
<span id="more-132"></span></p>
<p>Karena itu menjadi wajar jika motor Honda banyak disukai oleh masyarakat kita, sehingga ia tetap merajai pasar motor di Indonesia. Menurut data PT Astra Honda Motor (AHM), Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) sepeda motor Honda di Indonesia, hingga September 2008 produksi motor Honda mencapai 20 juta unit. Dan prestasi ini merupakan kali pertama yang dicapai oleh industri sepeda motor di Indonesia maupun regional ASEAN. </p>
<p>Fakta ini tidak berbeda jauh dengan hasil riset MARS Indonesia yang dimuat dalam <em>“Indonesian Consumer Profile 2008”</em>. Dalam riset yang dilakukan di 5 kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan) tersebut terlihat jelas bahwa motor Honda paling dominan dimiliki oleh para pengguna kendaraan roda dua dengan total porsi 64,5%. Disusul kemudian Yamaha 23%, Suzuki 16,5%, Kawasaki 2,8%, Piaggio 2,7%, dan merek-merek lainnya di bawah 1%.</p>
<p>Honda meraih posisi tertinggi di Surabaya dengan perolehan 72,4%, sementara Yamaha terunggul di Jakarta dengan porsi 27,9%, Suzuki <em>leading</em> di Semarang dengan porsi 24,0%, Kawasaki terbanyak di Jakarta dengan porsi 4,5%, dan Piaggio terfavorit di Medan dengan porsi 4,9%.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/01/tabel-motor-ya1.jpg?w=655&#038;h=223" alt="tabel-motor-ya1" title="tabel-motor-ya1" width="655" height="223" class="aligncenter size-full wp-image-134" /><br />
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebutkan, penjualan sepeda motor Indonesia seluruh merek selama periode Januari-November 2008 mencapai 5,813 juta unit. Sehingga target penjualan motor tahun 2008 sebesar 6 juta unit kemungkinan bakal tercapai.</p>
<p>Penjualan motor selama 11 bulan di 2008 ini juga mencatat penjualan tertinggi sepanjang sejarah pasar motor Indonesia. Sebelumnya penjualan tertinggi terjadi tahun 2005 sebanyak 5,089 juta unit.</p>
<p>Berikut penjualan motor terbesar hingga November 2008: Honda sebanyak 2,7 juta unit, Yamaha sebanyak 2,271 juta unit, Suzuki sebanyak 763,584 ribu unit, Kawasaki sebanyak 41.426 unit, dan lain-lain sebanyak 37.056 unit. Bagaimanapun juga Honda memang lebih unggul!</p>
<p>Nah, apakah dominasi Honda ini akan tetap berlanjut untuk tahun berikutnya, ataukah akan tergeser oleh para kompetitornya dengan inovasi produk dan strategi bisnis yang lebih kreatif yang dilakukan oleh mereka? Mari kita tunggu hasil riset MARS berikutnya!***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=132&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/01/28/honda-masih-raja-motor-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/01/honda-revo07.jpg?w=96" medium="image">
			<media:title type="html">honda-revo07</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/01/tabel-motor-ya1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-motor-ya1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aqua Tetap Memimpin Pasar AMDK</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/01/27/aqua-tetap-memimpin-pasar-amdk/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/01/27/aqua-tetap-memimpin-pasar-amdk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 05:07:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consumer Goods]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Dominasi Aqua di pasar air minum dalam kemasan (AMDK) tetap tak terpatahkan. Kendati pesaingnya relatif banyak dan terus tumbuh bak cendawan di musin hujan, toh perusahaan yang berdiri sejak 1973 ini tetap memimpin pasar industri air minum di Tanah Air.

Menurut data Aspadin (Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia), saat ini diperkirakan ada sekitar 400 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=113&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-126" title="AQUA" src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/01/aqua1.jpg?w=107&#038;h=96" alt="AQUA" width="107" height="96" />Dominasi Aqua di pasar air minum dalam kemasan (AMDK) tetap tak terpatahkan. Kendati pesaingnya relatif banyak dan terus tumbuh bak cendawan di musin hujan, toh perusahaan yang berdiri sejak 1973 ini tetap memimpin pasar industri air minum di Tanah Air.<br />
<span id="more-113"></span></p>
<p>Menurut data Aspadin (Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia), saat ini diperkirakan ada sekitar 400 perusahaan AMDK yang menjajakan tak kurang dari 600 merek. Banyaknya merek tersebut lantaran setiap perusahaan AMDK punya lebih dari satu merek, atau memproduksi <em>second brand</em>. Contohnya, Aqua juga memproduksi Vit. Hadirnya <em>second brand</em> tersebut untuk merespon tuntutan pasar yang menginginkan air minum berstandar tapi dengan harga terjangkau, daripada membeli air isi ulang.</p>
<p>Hasil riset MARS Indonesia yang dimuat dalam <em>“Indonesian Consumer Profile 2008”</em> menunjukkan tetap berkuasanya Aqua. Selama 2 tahun berturut-turut, yaitu 2006 dan 2007, Aqua yang diproduksi oleh PT. Aqua Golden Mississippi  itu agaknya terlalu kuat untuk dikalahkan oleh para kompetitornya, seperti Club, Ades, Total, 2 Tang, Aquaria dan lain-lain. Pada 2007 total market share Aqua bertengger pada posisi 91,4%, jauh mengungguli Club yang cuma meraih porsi 1,8%, Vit 1,7%, Ades 1,2%, Aquaria 0,4%, 2 Tang 0,3% dan Total 0,2%. Sedangkan tahun 2006, perolehannya sedikit lebih tinggi yaitu pada posisi 92,7%.<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-121" title="tabel-aqua2" src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/01/tabel-aqua2.jpg?w=629&#038;h=263" alt="tabel-aqua2" width="629" height="263" /><br />
Bagaimana strategi bisnis yang dilakukan Aqua untuk tetap menjadi yang terdepan hampir selama 3 dasawarsa? Setidaknya ada 4 strategi yang dikembangkan. <em>Pertama</em>, menggencarkan promosi. Aqua terus gencar melakukan promosi untuk memelihara pangsa pasar yang dimiliki dan untuk mempertahankan peningkatan penjualan 10% setiap tahun.</p>
<p><em>Kedua</em>, merestrukturisasi manajemen. Sejak 1998 Aqua menggandeng Danone yang merupakan salah satu produsen air mineral terkemuka dunia yang berasal dari Perancis. Hal ini dilakukan karena Aqua ingin memperkuat posisinya dalam blantika persaingan AMDK pasca terpaan krisis ekonomi pada 1997-1998 yang sempat menggoyahkan posisinya.</p>
<p><em>Ketiga</em>, sejak Juli 2004 Aqua melepas produk baru, yaitu Aqua Splash of Fruit (ASOF), yaitu air dengan aroma buah, dan memproduksi MIZONE, minuman nutrisi dengan dua rasa, <em>orange lime</em> dan <em>passion fruit</em>. Ini dilakukan untuk lebih memanjakan selera penggemarnya yang ingin tetap sehat tetapi bosan minum air tawar.</p>
<p><em>Keempat</em>, melakukan <em>virtual marketing</em> dengan meluncurkan situs web dengan alamat www.aqua.com. Ini dilakukan demi memperkuat edukasi pasar dan mempertahankan market share yang sudah dimiliki. Selain itu, juga ditujukan untuk komunikasi dua arah sebagai salah satu upaya agar konsumen bisa mengerti tentang pentingnya air bagi tubuh dan kehidupan sehari-hari.</p>
<p><em>Last but not least</em>, kunci sukses dari Aqua tak lain adalah karena perusahaan ini pasca ditinggalkan pendirinya, Tirto Utomo yang wafat pada 1994, tetap menjadi sebuah perusahaan yang <em>visionary companies</em> dengan memiliki <em>core values</em>, yaitu tanggungjawab, kepemimpinan, dan keterbukaan.***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=113&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/01/27/aqua-tetap-memimpin-pasar-amdk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/01/aqua1.jpg?w=107" medium="image">
			<media:title type="html">AQUA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/01/tabel-aqua2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-aqua2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pergeseran Media Cetak ke Televisi &amp; Internet</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/01/23/pergeseran-media-cetak-ke-televisi-internet/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/01/23/pergeseran-media-cetak-ke-televisi-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 08:05:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consumer Behavior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini santer terdengar kabar bahwa media cetak (koran, majalah, dll) sebagai sumber informasi dan berita, akan semakin ditinggalkan oleh pembacanya karena mereka memilih beralih ke media televisi dan internet. Philip Meyer, penulis buku &#8220;The Vanishing Newspaper&#8221; meramalkan koran terakhir terbit pada April 2040. Bahkan dua tahun silam dalam seminar Serikat Penerbit Suratkabar, Asto Subroto [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=103&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-129" title="newspaper2" src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/01/newspaper2.jpg?w=105&#038;h=96" alt="newspaper2" width="105" height="96" />Akhir-akhir ini santer terdengar kabar bahwa media cetak (koran, majalah, dll) sebagai sumber informasi dan berita, akan semakin ditinggalkan oleh pembacanya karena mereka memilih beralih ke media televisi dan internet. Philip Meyer, penulis buku &#8220;<em>The Vanishing Newspaper&#8221;</em> meramalkan koran terakhir terbit pada April 2040. Bahkan dua tahun silam dalam seminar Serikat Penerbit Suratkabar, Asto Subroto (Presdir MARS) menyebutkan, koran sebagai sebuah produk akan berakhir dalam 25 tahun ke depan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p><span id="more-103"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Betulkah prediksi Meyer dan Asto Subroto tersebut? Kalau menangkap gejala-gejala yang muncul saat ini mungkin saja kita akan dapat memahaminya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Simaklah data AC Nielsen terbaru menyebutkan, </span>oplah koran turun sekitar 4%, majalah 24%, dan tabloid 12%. Sebaliknya, penonton televisi naik sekitar 2% dan pengakses internet naik 17%.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lebih dari itu, beberapa tahun terakhir di negara kita terdapat beberapa media cetak, terutama majalah dan tabloid ternama, yang sudah hilang dari peredaran karena alasan <em>readership</em>. Sebut saja majalah <em>Panjimas, Ummat, Jakarta-Jakarta, Tiara, Komoditas, Tekad</em> dan masih banyak lagi. Bahkan tersiar kabar bahwa koran tua <em>Christian Science Monitor</em>, yang terbit di Boston (AS) sejak 1908, sudah memastikan akan menghentikan edisi cetaknya pada April 2009.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hasil riset <em>MARS Indonesia</em> di 5 kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan, juga kurang lebih memiliki benang merah yang sama dengan prediksi di atas. Berdasarkan hasil riset tahun 2007, jumlah pembaca koran secara umum tidak lebih dari 53,6%, turun sekitar 4% menjadi 49,3% pada 2008.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Perilaku pembacanya juga menunjukkan pergeseran. Mereka yang memilih membaca secara gratis di kantor atau perpustakaan naik, dari 8,9% pada 2007 menjadi 10,4% pada 2008. Begitu pula yang membeli eceran secara tidak rutin naik dari 38,7% menjadi 47,7%. Sebaliknya yang membeli eceran secara rutin turun dari 22,1% menjadi 19,9%. Lalu yang pinjam juga turun dari 9,4% menjadi 7,9%. Tapi yang berlangganan justru naik dari 15,3% menjadi 17,7%.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong>Tabel. Perilaku Pembaca Koran di 5 Kota Besar</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong>(Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan)</strong></p>
<table class="MsoTableGrid" border="1" cellspacing="3" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="background:#993366 none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong>Perilaku Pembaca</strong></p>
</td>
<td style="background:#993366 none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong>2007</strong></p>
</td>
<td style="background:#993366 none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong>2008</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background:white none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:blue;">Berlangganan</span></strong></p>
</td>
<td style="background:white none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:blue;">15,3%</span></strong></p>
</td>
<td style="background:white none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:blue;">17,7%</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background:white none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:blue;">Membeli eceran secara rutin</span></strong></p>
</td>
<td style="background:white none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:blue;">22,1%</span></strong></p>
</td>
<td style="background:white none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:blue;">19,9%</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background:white none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:blue;">Membeli eceran tidak rutin</span></strong></p>
</td>
<td style="background:white none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:blue;">38,7%</span></strong></p>
</td>
<td style="background:white none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:blue;">47,7%</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background:white none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:blue;">Gratis (fasilitas kantor, perpusatkaaan, hotel, dll)</span></strong></p>
</td>
<td style="background:white none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:blue;">8,9%</span></strong></p>
</td>
<td style="background:white none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:blue;">10,4%</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background:white none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:blue;">Pinjam</span></strong></p>
</td>
<td style="background:white none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:blue;">9,5%</span></strong></p>
</td>
<td style="background:white none repeat scroll 0 50%;width:2.05in;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:blue;">7,9%</span></strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Sumber:</strong> MARS Indonesia</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Meski pelanggan koran naik tapi angkanya tetap tidak signifikan karena masih kalah jauh dibandingkan mereka yang membeli secara tidak rutin. Ini menunjukkan bahwa memang telah terjadi pergeseran dari koran dan media cetak secara umum ke media yang lebih mudah dan murah diaksesnya yaitu televisi dan internet.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Mengenai tingginya kebutuhan masyarakat terhadap media televisi, hasil riset MARS menunjukkan, masyarakat yang memiliki televisi di 5 kota tersebut, sebagai media informasi dan hiburan utama, cukup besar yakni sebanyak 94,9%.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Sedangkan tingginya peminat internet dapat dilihat, misalnya, dari ramainya pengunjung situs <em>Digg.com</em> yang pada April 2006 dibuka dua juta pengunjung, setahun kemudian, jumlah pengunjungnya menjadi 15 juta. Bahkan, situs <em>Google, Yahoo, AOL </em>dan<em> MSN</em>, setiap bulan dibuka 100 juta pengunjung. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Lantas, bagaimana ikhtiar kalangan industri media cetak terutama di negara kita dalam menyikapi fenomena tersebut? Apakah mereka akan menyerah pada nasib ataukah sudah menyiapkan strategi kreatif dan inovatif demi mempertahankan eksistensi mereka agar tidak ditelan zaman? Mari kita tunggu hasil riset MARS Indonesia pada tahun depan!***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="FI"><br />
</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&blog=2249701&post=103&subd=marsnewsletter&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/01/23/pergeseran-media-cetak-ke-televisi-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/01/newspaper2.jpg?w=105" medium="image">
			<media:title type="html">newspaper2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>