<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MARS Newsletter</title>
	<atom:link href="http://marsnewsletter.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://marsnewsletter.wordpress.com</link>
	<description>Marketing Research &#38; Consumer Behaviour Newsletter</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Mar 2010 03:51:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='marsnewsletter.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MARS Newsletter</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://marsnewsletter.wordpress.com/osd.xml" title="MARS Newsletter" />
	<atom:link rel='hub' href='http://marsnewsletter.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Konsumen Indonesia Suka Barang Bermerek (Branded Item)</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/03/22/konsumen-indonesia-suka-barang-bermerek-branded-item/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/03/22/konsumen-indonesia-suka-barang-bermerek-branded-item/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 02:55:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consumer Behavior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Barang bermerek (branded item) seringkali dikaitkan dengan status sosial atau prestise seseorang. Para pemakainya seringkali dipersepsikan sebagai pribadi kelas atas, elegan, dan terpandang. Bagi mereka, produk bermerek tersebut bisa mengangkat percaya diri dan memacu keberanian tampil dalam pergaulan. Di Indonesia produk branded item telah lama hadir. Di zaman “Politik Berdikari” Bung Karno (1950an -1960an) merek-merek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=336&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/03/branded5.jpg?w=150&#038;h=180" alt=" branded5" title=" branded5" width="150" height="180" class="alignleft size-thumbnail wp-image-238" />Barang bermerek (<em>branded item</em>) seringkali dikaitkan dengan status sosial atau prestise seseorang. Para pemakainya seringkali dipersepsikan sebagai pribadi kelas atas, elegan, dan terpandang. Bagi mereka, produk bermerek tersebut bisa mengangkat percaya diri dan memacu keberanian tampil dalam pergaulan.<br />
<span id="more-336"></span><br />
Di Indonesia produk <em>branded item</em> telah lama hadir. Di zaman “Politik Berdikari” Bung Karno (1950an -1960an) merek-merek semacam Shalimar (minyak wangi), Pyramide (saputangan), Arrow (kemeja) dan Patek Philllippe (alroji) telah banyak dikenal. Begitu pula merek New Look (gaun), Bally (sepatu) maupun aroma jantan Old Spice (parfum) telah menyemburatkan kesegarannya di bumi Jakarta. </p>
<p>Dan setelah zaman Politik Berdikari berlalu, Jakarta benar-benar masuk dalam <em>trend</em> mode dunia dan menerima dengan tangan terbuka kehadiran merek terkemuka sejagat. Penggemar mode dan merek yang sadar akan mutu mulai mendapat kemudahan memperoleh produk tersebut di dalam negeri. Penjualan <em>branded items</em> marak dan memperoleh momentum ketika pembangunan pertokoan mewah dan mal melengkapi citra Jakarta metropolitan. Mereka diageni beberapa perusahaan yang sengaja dibentuk sebagai pemegang  <em>franchise</em> di Indonesia. </p>
<p>Nah, tentang perilaku belanja konsumen terhadap barang-barang bermerek (<em>branded item</em>), tidak hanya mode tapi juga <em>consumer goods</em>, food &amp; beverage dan semua barang rumah tangga, belum lama ini MARS Indonesia melakukan survei di 8 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan, Palembang) dengan jumlah responden 5.476 orang. Hasilnya, sebanyak 43% konsumen Indonesia sangat percaya merek alias menyukai produk-produk bermerek, dan hanya 3,4% saja yang tidak percaya merek. Sedangkan yang mengaku biasa-biasa saja terhadap barang bermerek sebanyak 53%.</p>
<p>Konsumen Medan menduduki peringkat teratas sebagai konsumen yang paling tinggi tingkat kepercayaannya terhadap barang bermerek, disusul konsumen Jakarta dan Semarang. Sebaliknya, konsumen Palembang menjadi yang paling rendah kepercayaannya pada barang bermerek, disusul Balikpapan. Sedangkan konsumen Bandung sebagai konsumen yang bersikap biasa-biasa saja terhadap produk bermerek.</p>
<p>Dilihat dari usia dan status sosial-ekonomi (SES), konsumen yang percaya merek mayoritas berasal dari kelompok usia muda (18-25 tahun ) dan SES A. Sementara yang tidak percaya pada merek dan atau bersikap biasa-biasa saja terhadap merek rata-rata berasal dari kelompok usia tua (35-55 tahun) dan SES D&amp;E.</p>
<p><a href="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/03/tabel-kepercayaan-merek21.jpg"><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/03/tabel-kepercayaan-merek21.jpg?w=655" alt="" title="Tabel Kepercayaan Merek2"   class="aligncenter size-full wp-image-346" /></a></p>
<p>Meskipun tingkat kepercayaan konsumen kita terhadap barang bermerek masih cukup tinggi, akan tetapi hal itu tidak berbanding lurus dengan tingkat pembelian. Faktanya, hanya sekitar 23% konsumen Indonesia yang menyatakan pasti beli barang bermerek. Sedangkan mayoritas konsumen (sebanyak 59%) menyatakan membeli kalau ada kebutuhan atau ada diskon. Adapun yang tidak pernah beli sama sekali sekitar 17%. Artinya, konsumen kita baru pada tahap <em>awareness</em> terhadap produk bermerek, dan belum sampai pada tahap penetrasi.</p>
<p>Yang memiliki tingkat pembelian tertinggi terhadap barang-barang bermerek rupanya adalah konsumen Medan, disusul Jakarta dan Surabaya. Sedangkan konsumen yang tidak pernah membeli barang bermerek, peringkat tertinggi diraih konsumen Palembang dan Balikpapan. Sementara yang membeli kalau ada kebutuhan/diskon, mayoritas adalah konsumen Bandung.</p>
<p>Berbeda dengan konsumen yang percaya, karakteristik konsumen yang suka beli barang bermerek mayoritas berasal dari kelompok usia dewasa (26-34 tahun). Sebaliknya, konsumen yang tidak suka beli barang bermerek adalah dari kelompok usia tua (35-55 tahun) dan SES D&amp;E. Sementara konsumen yang beli barang bermerek kalau sedang ada diskon rata-rata berasal dari kelompok usia muda dan SES B. ***<br />
<em></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/336/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=336&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/03/22/konsumen-indonesia-suka-barang-bermerek-branded-item/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/03/branded5.jpg?" medium="image">
			<media:title type="html"> branded5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/03/tabel-kepercayaan-merek21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tabel Kepercayaan Merek2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>52% Koneksi Internet Dilakukan dari Kantor</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/02/08/52-koneksi-internet-dilakukan-dari-kantor/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/02/08/52-koneksi-internet-dilakukan-dari-kantor/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 02:20:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consumer Behavior]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun pengguna internet di Indonesia saat ini terus merangkak naik hingga disinyalir mendekati angka 50 juta, terutama pasca demam Facebook yang melanda sebagian besar anak muda kita, toh kepemilikan koneksi jaringan internet di rumah boleh dibilang masih biasa-biasa saja. Penelitian MARS Indonesia yang dimuat dalam “Indonesian Consumer Profile 2009” menunjukkan bahwa kepemilikan koneksi jaringan internet [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=328&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/02/internetdikantor.jpg?w=150&#038;h=180" alt=" internetdikantor" title="internetdikantor" width="150" height="180" class="alignleft size-thumbnail wp-image-238" /></p>
<p>Meskipun pengguna internet di Indonesia saat ini terus merangkak naik hingga disinyalir mendekati angka 50 juta, terutama pasca demam Facebook yang melanda sebagian besar anak muda kita, toh kepemilikan koneksi jaringan internet di rumah boleh dibilang masih biasa-biasa saja.<br />
<span id="more-328"></span></p>
<p>Penelitian MARS Indonesia yang dimuat dalam “<em>Indonesian Consumer Profile 2009</em>” menunjukkan bahwa kepemilikan koneksi jaringan internet di 8 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan, Palembang) yang disurvei baru sekitar 28,7%. Artinya, rumah tangga yang belum memiliki jaringan internet masih tinggi, yaitu sekitar 70,3%.</p>
<p>Kalau begitu, dari mana para pengguna internet selama ini melakukan koneksi internet? Ternyata mayoritas mereka mengaku mengakses internet dari kantor. Disusul kemudian dari warnet/kafe internet/rental dan rumah. Setelah itu baru dari kampus, rumah teman/saudara, perpustakaan, hanphone dan hotel.</p>
<p>Untuk akses dari warnet mengalami peningkatan cukup tajam, dari sebelumnya (2008) 17,0% menjadi 35,1%. Begitu pula akses dari rumah naik 4,1% menjadi 27,6% dari sebelumnya 23,5%. Kenaikan yang sama diikuti kampus, rumah teman/saudara, perpustakaan dan handpone. Sedangkan yang mengalami penurunan adalah akses dari kantor, dari sebelumnya 58,35 menjadi 52,4%, dan hotel dari 0,4% menjadi nihil (0%).</p>
<p>Yang mencengangkan, meskipun pengguna handphone (ponsel) di Indonesia saat ini sudah di atas 140 juta orang, ternyata yang suka mengakses internet dari ponsel hanya 0,4%.</p>
<p><a href="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/02/tabel-mengakses-internet.jpg"><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/02/tabel-mengakses-internet.jpg?w=655" alt="" title="Tabel Mengakses Internet"   class="aligncenter size-full wp-image-333" /></a></p>
<p>Dari penelitian itu juga terlihat bahwa frekuensi akses internet sudah cukup tinggi, yakni sebanyak 42,4% responden menyatakan akses setiap hari. Sedangkan yang seminggu tiga kali hanya 22,5%, begitu pula yang seminggu sekali lebih kecil lagi yakni hanya 13,2%. Dengan lama akses dalam sekali koneksi antara 1-2 jam (30,6% responden).</p>
<p>Sementara waktu yang paling sering digunakan untuk melakukan koneksi internet adalah mayoritas pukul 10.00-12.00 (33,9%), selain juga pukul 20.00-22.00 (24,8%) dan 18.00-20.00 (23,5%). Dari sini makin jelas bahwa mayoritas pengguna memang masih melakukan koneksi internet dari tempat kerja atau kantor.</p>
<p>Apa yang mereka cari dengan koneksi internet? Seperti yang sudah jamak diketahui bahwa mayoritas adalah untuk tujuan browsing (67,6%), lalu untuk kirim email (64,9%), download (48,6%), dan chatting sebesar 36,4 %. ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/328/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=328&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/02/08/52-koneksi-internet-dilakukan-dari-kantor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/02/internetdikantor.jpg?" medium="image">
			<media:title type="html">internetdikantor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/02/tabel-mengakses-internet.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tabel Mengakses Internet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menelisik Loyalitas Konsumen terhadap Merek</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/01/25/305/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/01/25/305/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 08:26:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consumer Behavior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/01/25/305/</guid>
		<description><![CDATA[Pentingkah loyalitas konsumen terhadap sebuah merek? Bagi marketer/perusahaan, loyalitas pelanggan (consumer loyalty) merupakan tujuan utama yang terus-menerus diupayakan, karena dengan itu dipastikan perusahaan akan menangguk keuntungan besar. Istilah loyalitas pelanggan sebetulnya berasal dari loyalitas merek (brand loyalty) yang mencerminkan loyalitas pelanggan pada merek tertentu. Menurut Aaker (1997), loyalitas merek (brand loyalty) adalah ukuran kedekatan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=305&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/loyalitaskonsumen.jpg?w=150&#038;h=150" alt="loyalitaskonsumen" title="loyalitaskonsumen" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-238" /></p>
<p>Pentingkah loyalitas konsumen terhadap sebuah merek? Bagi marketer/perusahaan,    loyalitas pelanggan (<em>consumer loyalty</em>) merupakan tujuan utama yang terus-menerus diupayakan, karena dengan itu dipastikan perusahaan akan menangguk keuntungan besar. Istilah loyalitas pelanggan sebetulnya berasal dari loyalitas merek (<em>brand loyalty</em>) yang mencerminkan loyalitas pelanggan pada merek tertentu.<br />
<span id="more-305"></span></p>
<p>Menurut Aaker (1997), loyalitas merek (<em>brand loyalty</em>) adalah ukuran kedekatan yang dimiliki oleh seorang konsumen dengan sebuah merek. Loyalitas dimunculkan dari kepuasan yang diperoleh konsumen yang melibatkan komitmen konsumen itu untuk membuat investasi yang terus-menerus dengan merek atau perusahaan tertentu.</p>
<p>Sedangkan Mowen dan Minor (1998) menggunakan definisi loyalitas merek dalam arti kondisi dimana konsumen mempunyai sikap positif terhadap sebuah merek, mempunyai komitmen pada merek tersebut, dan bermaksud meneruskan pembeliannya di masa mendatang. </p>
<p>Definisi ini didasarkan pada pendekatan perilaku dan pendekatan sikap. Pendekatan perilaku mengungkapkan bahwa loyalitas berbeda dengan perilaku beli ulang. Loyalitas merek menyertakan aspek emosi, perasaan atau kesukaan terhadap merek tertentu di dalamnya, sedangkan pembelian ulang hanya perilaku konsumen yang membeli berulang-ulang. </p>
<p>Loyalitas konsumen terhadap merek mempunyai berbagai tingkatan, dari loyalitas yang paling rendah hingga loyalitas yang paling tinggi. Semakin tinggi loyalitas terhadap suatu merek makin sulit konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk harga. </p>
<p>Tentang loyalitas terhadap merek ini, MARS Indonesia telah melakukan riset pasar seputar ”Perilaku Belanja Konsumen Indonesia 2009” di 8 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan, Palembang), terutama untuk produk makanan/minuman, kosmetika, toiletries, dan barang rumah tangga.</p>
<p>Hasilnya, untuk produk makanan/minuman, konsumen mie instant memiliki loyalitas paling tinggi ketimbang konsumen teh hijau siap minum, minuman ringan bersoda, minuman energi cair, maupun konsumen teh siap saji sekalipun.</p>
<p>Sedangkan konsumen yang loyalitasnya sangat cair (<em>volatile</em>), maksudnya jika ada produk lebih bagus mereka berpindah merek adalah kosumen teh hijau siap minum. Sementara, jika ada produk memberi diskon/hadiah mereka berpotensi pindah merek adalah konsumen minuman energi cair. Adapun konsumen yang loyalitasnya paling rendah lantaran suka gonta-ganti merek adalah konsumen minuman ringan soda.</p>
<p><a href="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/loyalitas2.jpg"><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/loyalitas2.jpg?w=655&#038;h=292" alt="" title="Loyalitas2" width="655" height="292" class="aligncenter size-full wp-image-310" /></a></p>
<p>Lalu, untuk produk kosmetika, konsumen bedak wajah memiliki loyalitas merek paling tinggi (setia pada satu merek saja) dibandingkan konsumen lipstik, facial foam, dan hand&amp;body lotion. Sedangkan konsumen hand&amp;body lotion loyalitasnya sangat cair (<em>volatile</em>), mereka suka berpindah merek jika ada produk lebih bagus ataupun ada merek yang memberi diskon/hadiah. Mereka juga suka gonta-ganti merek, sehingga loyalitasnya bisa dibilang sangat rendah.</p>
<p>Lain halnya dengan produk toiletries, konsumen pasta gigi yang paling tinggi loyalitasnya terhadap sebuah merek. Sementara konsumen sabun mandi cair mudah berubah jika ada merek yang lebih bagus. Begitu pula konsumen pembelut wanita gampang berganti jika ada merek yang memberi diskon/hadiah. Adapun yang paling rendah tingkat loyalitasnya adalah konsumen sabun mandi padat dan shampoo.</p>
<p>Selanjutnya, untuk produk barang rumah tangga, yang memunyai tingkat loyalitas paling tinggi terhadap suatu merek adalah konsumen detergen bubuk. Sebaliknya, yang loyalitasnya paling rendah, juga suka ganti merek jika ada yang lebih baik atau yang memberi diskon/hadiah adalah konsumen minyak goreng. *** </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/305/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=305&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/01/25/305/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/loyalitaskonsumen.jpg?" medium="image">
			<media:title type="html">loyalitaskonsumen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/loyalitas2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Loyalitas2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kacang Garuda, Kokoh Jadi Jawara</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/01/13/kacang-garuda-kokoh-jadi-jawara/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/01/13/kacang-garuda-kokoh-jadi-jawara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 08:55:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consumer Goods]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang pasti suka kacang sebagai makanan ringan. Kacang yang dulu hanya sebagai penganan kelas kampung, kini setelah diolah secara higienis melalui proses fabrikasi, berubah menjadi camilan bagi semua kalangan dan kerap hadir di berbagai kesempatan. Alhasil, kacang dengan berbagai variannya, kini menjadi menu makanan ringan andalan. Namun tahukah Anda, di antara berbagai merek kacang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=299&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/garuda-food1.jpg?w=150&#038;h=150" alt=" garuda-food1" title=" garuda-food1" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-238" /><br />
Setiap orang pasti suka kacang sebagai makanan ringan. Kacang yang dulu hanya sebagai penganan kelas kampung, kini setelah diolah secara higienis melalui proses fabrikasi, berubah menjadi camilan bagi semua kalangan dan kerap hadir di berbagai kesempatan. Alhasil, kacang dengan berbagai variannya, kini menjadi menu makanan ringan andalan.</p>
<p><span id="more-299"></span></p>
<p>Namun tahukah Anda, di antara berbagai merek kacang yang saat ini beredar manakah yang leading di pasaran? Kalau melihat data “Indonesian Consumer Profile 2008”, ternyata Kacang Garuda masih kokoh menjadi jawara, alias sebagai market leader di antara berbagai merek kompetitornya, dengan perolehan market share sangat fantastis yaitu 88,7%.</p>
<p>Menyusul di belakangnya adalah rival abadinya, yaitu Dua Kelinci (10,1%), yang sama-sama ber-home base di Pati Jawa Tengah. Berikutnya adalah kacang merek Kaya King (0,6%), lalu merek Gajah (0,1%), Merpati (0,1%), dan Iyes (0,1%), serta merek-merek lainnya di bawah 0,1%.</p>
<p>Kacang merek Garuda yang diproduksi PT Garudafood hampir unggul besar di semua kota yang menjadi basis penelitian MARS Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Denpasar. Perolehan market share Dua Kelinci yang paling besar terjadi di Medan, namun tetap nomor dua di bawah Garuda. </p>
<p><a href="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/tabel_kacang.jpg"><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/tabel_kacang.jpg?w=655" alt="" title="Tabel_Kacang"   class="aligncenter size-full wp-image-303" /></a></p>
<p>Perihal Kacang Garuda yang hampir selama satu dasawarsa menjadi jawara menggeser rival bebuyutannya, yaitu Dua Kelinci yang diproduksi PT Dwi Kelinci, menarik untuk dicermati. Muncul pertama dengan merek Kacang Garing Garuda pada 1987, PT Garudafood terus menggali inovasi untuk meluncurkan produk-produk baru yang benar-benar memberikan nilai tambah kepada konsumen. </p>
<p>Kini tak kurang dari 10 item varian kacang berhasil diproduksi. Contohnya saja kacang atom, kacang atom pedas, kacang kulit rawa bawang, BIGA (kacang kulit khusus isi tiga), dan jenis produk kacang lainnya. Dengan tersedianya Kacang Garuda secara meluas di pasaran, membuat konsumen mudah mendapatkannya saat ingin menikmatinya.</p>
<p>Keunggulan Garudafood juga tampak dari sisi distribusi melalui anak perusahaannya, PT Sinar Niaga Sejahtera, dan dalam upaya membangun merek. Dalam hal belanja iklan pun Garudafood mengalokasikan dana cukup besar, diperkirakan sekitar Rp 20 miliar per tahun sejak 2005.</p>
<p>Pendeknya, Garudafood sangat kokoh di pilar distribusi, promosi, diversifikasi, riset pasar, teknologi informasi dan SDM. Garudafood setelah dikendalikan Sudhamek termasuk berani menggelontorkan dana untuk rekrutmen dan pelatihan guna mencetak bibit-bibit profesional, dan berani membayar remunerasi yang bersaing untuk profesional yang dipinang dari perusahaan lain. </p>
<p>Alhasil, Kacang Garuda meraih pelbagai penghargaan sebagai berikut: Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) kategori kacang bermerek delapan kali berturut-turut (2000-2007); Superbrands (2003); Top Brand for Kids (2004); Indonesian Best Brand Award (IBBA, 2004-2007); Top Brand (2007).</p>
<p>Kini, seluruh potensi yang ditopang kekuatan sekitar 19 ribu karyawan berkepribadian unggul (knowledge worker) itu menjadi modal utama Garudafood dalam upaya menyongsong sukses sebagai sebuah sustainable enterprise, yang akan terus-menerus menangguk manisnya pasar kacang dalam negeri yang ditengarai mencapai Rp 75-100 miliar per bulan atau Rp 900 miliar-1,2 triliun per tahun. ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/299/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=299&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/01/13/kacang-garuda-kokoh-jadi-jawara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/garuda-food1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html"> garuda-food1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/tabel_kacang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tabel_Kacang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menakar Perilaku Konsumen Multivitamin</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/01/13/menakar-perilaku-konsumen-multivitamin/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/01/13/menakar-perilaku-konsumen-multivitamin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 07:09:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Healthy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Untuk menjaga kebugaran tubuh agar tetap sehat dan mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari secara prima, maka mengkonsumsi vitamin (multivitamin) mutlak diperlukan. Vitamin dalam banyak hal sangat berperan dalam proses penyegaran tubuh. Ia tidak hanya menghasilkan kalori yang digunakan sebagaimana lemak, hidrat arang atau protein, tetapi mempunyai kegunaan yang mutlak bagi semua zat yang hidup. Vitamin C, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=281&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/multivitamin1.jpg?w=150&#038;h=200" alt=" multivitamin1 " title=" multivitamin1 " width="150" height="200" class="alignleft size-thumbnail wp-image-238" /><br />
Untuk menjaga kebugaran tubuh agar tetap sehat dan mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari secara prima, maka mengkonsumsi vitamin (multivitamin) mutlak diperlukan. Vitamin dalam banyak hal sangat berperan dalam proses penyegaran tubuh. Ia tidak hanya menghasilkan kalori yang digunakan sebagaimana lemak, hidrat arang atau protein, tetapi mempunyai kegunaan yang mutlak bagi semua zat yang hidup. </p>
<p><span id="more-281"></span></p>
<p>Vitamin C, misalnya, mempunyai fungsi sebagai antioksidan yang dapat meningkatkan fungsi daya tahan tubuh. Sedangkan Vitamin B berfungsi sebagai penambah nafsu makan, menyempurnakan pencernaan, serta menjaga kesehatan secara umum. Begitu pula vitamin A, D, E dan lain-lain sangat bermanfaat bagi tubuh kita.</p>
<p>Memang kebutuhan vitamin bagi tubuh sedikit sekali, hanya beberapa miligram saja atau kurang dari satu miligram. Tetapi jika kekurangan salah satu vitamin dapat menyebabkan penyakit-penyakit tertentu. Penyakit tersebut akan sembuh bila kebutuhan vitamin ini dilengkapi kembali.</p>
<p>Bagaimana dengan perilaku mengonsumsi multivitamin di masyarakat kita? Saat ini tingkat konsumsi multivitamin masyarakat lumayan baik. Parameter itu dapat dilihat dari survei yang dilakukan MARS Indonesia di Jakarta dan Surabaya bahwa hampir 64,7% masyarakat di kedua kota besar tersebut mengonsumsi multivitamin dalam tiga bulan terakhir. </p>
<p>Yang lebih mencengangkan lagi, frekuensi konsumsi pun cukup tinggi. Dalam satu bulan terakhir rata-rata mereka mengkonsumsi multivitamin lebih dari 10 kali dengan porsi 61,9% untuk masyakarat Jakarta dan 33,4% untuk masyarakat Surabaya. </p>
<p>Lalu merek multivitamin mana yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat kedua kota tersebut? Terdapat lebih dari 45 merek multivitamin yang sekarang beredar di pasaran, namun hanya sekitar 10 merek saja yang mampu bersaing memperebutkan ceruk pasar. </p>
<p>Peringkat pertama berhasil diraih Enervon C dengan total porsi 17,9%. Menempel ketat di belakangnya adalah Hemaviton (17,0%), lalu Redoxon (16,6%), CDR (11,5%), Ester C (5,2%), Sangobion (3,9%), Supradyn (2,1%), Sakatonik Liver (1,8%), Fatigon (1,7%), dan Natur E (1,7%). Sedangkan merek-merek lain porsinya di bawah 1,5%.</p>
<p><a href="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/tabel-multivitamin.jpg"><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/tabel-multivitamin.jpg?w=655" alt="" title="Tabel Multivitamin"   class="aligncenter size-full wp-image-290" /></a></p>
<p>Dari kesepuluh merek di atas, Enervon C, Ester C, Sangobion, dan Sakatonik Liver leading di Jakarta. Sebaliknya Hemaviton, Redoxon, Supradyn, Fatigon dan Natur E unggul di Surabaya. Sementara CDR  berbagi angka yang sama untuk kedua kota tersebut yaitu 11,5%.   </p>
<p>Alasan mereka mengkonsumsi multivitamin mayoritas karena ingin meningkatkan stamina tubuh (63,7%) ketimbang sekadar untuk meningkatkan daya tahan tubuh (56,4%), penyembuhan dari sakit (6,4%), ataupun ingin menambah darah (1,1%).</p>
<p>Ihwal keberhasilan Enervon C menjadi produk multivamin paling digemari adalah lantaran  produk PT Medifarma Laboratories, Inc. ini mengandung Vitamin C 500 mg dan Vitamin B kompleks. Preposisi yang terdapat dalam Enervon C ini dapat memperkuat daya tahan tubuh (imunitas) dan dapat menjaga stamina. </p>
<p>Dari hasil consumer insight, kekuatan terbesar Enervon C terletak pada kepercayaan terhadap produk (loyalitas), karena sejak dulu ia selalu direkomendasikan oleh para dokter. Enervon C dengan slogan &#8220;Menjaga Daya Tahan Tubuh Agar Jangan Gampang Sakit&#8221; dan endorser group band GIGI memang cocok bagi yang aktif, dinamis, tough, dan ingin kebal terhadap penyakit.***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/281/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=281&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/01/13/menakar-perilaku-konsumen-multivitamin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/multivitamin1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html"> multivitamin1 </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/tabel-multivitamin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tabel Multivitamin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alasan Utama Nasabah Menggunakan Mobile Banking</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/01/13/alasan-utama-nasabah-menggunakan-mobile-banking/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/01/13/alasan-utama-nasabah-menggunakan-mobile-banking/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 06:33:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/01/13/alasan-utama-nasabah-menggunakan-mobile-banking/</guid>
		<description><![CDATA[Dibandingkan layanan e-banking lainnya, perkembangan mobile banking (m-banking) terbilang paling cepat. Perkembangan ini lantaran kehadiran layanan m-banking mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern yang sangat mengedepankan mobilitas. Dengan satu sentuhan, m-banking menciptakan kemudahan layanan perbankan dalam satu genggaman. Hasil survei lembaga riset keuangan internasional mengungkapkan, 35% dari seluruh kegiatan online yang dilakukan di setiap rumah di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=269&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/mobile-banking.jpg?w=150&#038;h=150" alt=" mobile-banking " title=" mobile-banking " width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-238" /></p>
<p>Dibandingkan layanan e-banking lainnya, perkembangan mobile banking (m-banking) terbilang paling cepat. Perkembangan ini lantaran kehadiran layanan m-banking mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern yang sangat mengedepankan mobilitas. Dengan satu sentuhan, m-banking menciptakan kemudahan layanan perbankan dalam satu genggaman.</p>
<p><span id="more-269"></span></p>
<p>Hasil survei lembaga riset keuangan internasional mengungkapkan, 35% dari seluruh kegiatan online yang dilakukan di setiap rumah di seluruh dunia akan beralih ke layanan m-banking. Diprediksi, nilai transaksi m-banking akan naik dua kali lipat per tahun. Selanjutnya akan meningkat menjadi empat kali lipat setelah 2011. </p>
<p>Di Indonesia, dalam lima tahun terakhir pemakaian mobile banking oleh nasabah perbankan meningkat signifikan dengan rata-rata peningkatan 135,3% per tahun. Pada tahun 2003 pengguna mobile banking baru sekitar 315 ribu orang, namun empat tahun kemudian (2007) sudah menjadi 8,2 juta orang. Dan pada 2008 diperkirakan meningkat hingga 50% menjadi sekitar 12,32 juta orang. Saat ini hampir seluruh bank sudah mengaplikasikan layanan m-banking.  </p>
<p>Dengan makin populernya transaksi finansial/perbankan via ponsel (m-banking) maka harapan pemerintah untuk mengurangi penggunaan uang tunai (less cash society) tidak lama lagi akan dapat diwujudkan.    </p>
<p>Kenapa nasabah perbankan menyukai layanan transaksi m-banking? Berdasarkan hasil riset MARS Indonesia yang dimuat dalam “Studi Pasar &amp; Perilaku Nasabah Mobile Banking 2008/2008” setidaknya terdapat 3 alasan utama nasabah perbankan membutuhkan layanan m-banking, yaitu (1) praktis karena tidak perlu datang ke bank/ATM (46,5%), (2) transaksi menjadi lebih cepat (32,7%), dan (3) mempermudah untuk cek saldo melalui HP (17,8%).</p>
<p><a href="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/tabel-mobile-banking.jpg"><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/tabel-mobile-banking.jpg?w=655" alt="" title="tabel mobile banking"   class="aligncenter size-full wp-image-295" /></a></p>
<p>Dengan kata lain, perkembangan mobile banking di Indonesia sedemikian cepat tak lain karena layanan m-banking mampu memberikan keleluasaan dan  kepraktisan/kemudahan transaksi keuangan dalam hal cek saldo, pembayaran tagihan, transfer uang, maupun layanan keuangan lainnya dalam satu “sentuhan jari”. Cukup pencet PIN dari ponsel, maka transaksi bisa dijalankan dari mana saja sejauh jaringan connected.</p>
<p>Selain itu, layanan m-banking relatif aman karena memakai sistem pengamanan berlapis, yakni dari provider telekomunikasi seluler, serta dari jaringan sistem perbankan yang bersangkutan. Sehingga nasabah tidak perlu merasa khawatir dalam penggunaannya. </p>
<p>Itulah beberapa faktor yang menjadikan layanan m-banking begitu cepat berkembang, menyaingi layanan e-banking lainnya, serta akan menjadi layanan alternatif perbankan di masa depan. ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/269/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=269&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/01/13/alasan-utama-nasabah-menggunakan-mobile-banking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/mobile-banking.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html"> mobile-banking </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/tabel-mobile-banking.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel mobile banking</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendengar Setia Radio Capai 37%</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/01/13/pendengar-setia-radio-capai-37/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/01/13/pendengar-setia-radio-capai-37/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 04:24:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Di era multimedia saat ini, eksistensi radio seolah terpinggirkan. Media yang punya rekam jejak menakjubkan pada masa awal kemerdekaan, era demokrasi terpimpin, hingga orde baru ini, kini perannya seolah mati suri oleh kehadiran media televisi, internet, hingga telepon selular (mobile media). Sampai akhir dekade 1980-an masih dapat disaksikan betapa kegandrungan masyarakat Indonesia terhadap siaran radio [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=258&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-238" title=" radio1" src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/radio1.jpg?w=150&#038;h=150" alt=" radio1" width="150" height="150" /></p>
<p>Di era multimedia saat ini, eksistensi radio seolah terpinggirkan. Media yang punya rekam jejak menakjubkan pada masa awal kemerdekaan, era demokrasi terpimpin, hingga orde baru ini, kini perannya seolah mati suri oleh kehadiran media televisi, internet, hingga telepon selular (mobile media).</p>
<p><span id="more-258"></span></p>
<p>Sampai akhir dekade 1980-an masih dapat disaksikan betapa kegandrungan masyarakat Indonesia terhadap siaran radio masih begitu tinggi. Seperti tampak pada acara Kelompencapir di RRI, sandiwara radio Saur Sepuh di radio-radio swasta, pertandingan bulutangkis tingkat internasional di RRI pusat, hingga siaran pertandingan sepakbola Liga Galatama dan Perserikatan yang juga selalu disiarkan secara live oleh stasiun RRI daerah.</p>
<p>Baru pada awal 1990-an ketika stasiun televisi swasta bermunculan menyajikan alternatif tayangan  yang lebih menarik, maka gaung siaran radio tak santer lagi terdengar. Maklum dengan kekuatan visualnya, televisi berhasil memberikan sesuatu yang tidak dipunyai oleh radio.</p>
<p>Namun demikian, berkat beberapa inovasi dan strategi kreatif yang dilakukan oleh para pegiat radio, media ini kini mampu eksis kembali menyapa pendengarnya yang masih tersisa. Terutama dengan kecepatan informasi yang dipunyai radio, para pekerja/karyawan di beberapa kota besar yang berkendara pribadi saat menuju kantor masih tetap setia menjadi pendengarnya.</p>
<p>Begitu pula masyarakat di beberapa daerah terpencil atau perbatasan, telah menjadikan siaran radio khususnya RRI sebagai media hiburan dan informasi satu-satunya. Data RRI menyebutkan, 85% warga di Ende, Nusa Tenggara Timur, mendengarkan RRI. Juga di Bangka-Belitung, 90% warganya mendengarkan RRI.</p>
<p>Tapi berapakah sesungguhnya pendengar radio yang masih tersisa? Mampukah ia berkompetisi untuk berebut ceruk pasar (market nieche) yang masih ada? Siapa saja pendengarnya dan di kota mana ia mampu mempertahankan daya tariknya?</p>
<p>Kalau mengacu pada hasil survei MARS Indonesia di 8 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan, Palembang) yang termuat dalam “Perilaku Belanja Konsumen Indonesia 2009” maka jumlah pendengar radio secara total masih sekitar 37%. Semarang menjadi kota yang warganya paling suka mendengar siaran radio, disusul kemudian Palembang dan Surabaya. Sebaliknya, kota yang warganya paling banyak meninggalkan siaran radio adalah Balikpapan dan Medan.</p>
<p>Karakteristik pendengar radio yang masih setia tersebut mayoritas berasal dari kelompok usia muda (18-25 tahun) dengan strata sosial ekonomi (SES) kategori B, yaitu yang pengeluaran bulanannya di bawah Rp 2.500.000 hingga Rp 1.250.000.</p>
<p><a href="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/grafik-radio.jpg"><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/grafik-radio.jpg?w=655" alt="" title="Grafik Radio"   class="aligncenter size-full wp-image-297" /></a></p>
<p>Sementara stasiun radio yang masih memiliki sihir kepada pendengarnya adalah Gen FM yang berada pada posisi teratas untuk kota Jakarta, dengan jumlah pendengar mencapai 40,8%. Disusul berikutnya Muara FM (11%), I-Radio (9,3%), Kiss FM (7,4%), dan Kayu Manis (6,5%). Sedangkan stasiun radio terfavorit di Bandung adalah Dahlia (25,1%) dan Rama FM (22,6%), Semarang adalah Pop FM (25%) dan Gajah Mada (22,7%), Surabaya adalah M-Radio (34,9%), Makassar adalah Gamasi (44,9%), dan Palembang adalah Elita FM (41,4%).</p>
<p>Acara yang paling banyak menyedot pendengar radio mayoritas adalah musik (82%), lalu berita dan ceramah. Sedangkan informasi lalu lintas hanya menduduki peringkat kelima, masih kalah dengan acara wawancara dengan nara sumber yang berada di peringkat keempat. Tempat yang paling sering dipakai untuk mendengarkan radio adalah rumah sebagai pilihan utama, lalu kendaraan dan kantor/tempat kerja.</p>
<p>Saat kapan mereka sering mendengarkan siaran radio? Ternyata waktu favorit pertama adalah antara jam 06.00-08.00 WIB, disusul kemudian jam 20.00-22.00 WIB dan terakhir antara jam 08.00-10.00 WIB. ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/258/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=258&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2010/01/13/pendengar-setia-radio-capai-37/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/radio1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html"> radio1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2010/01/grafik-radio.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Grafik Radio</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dji Sam Soe Masih Terunggul di  Rokok Kretek</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/11/04/dji-sam-soe-masih-terunggul-di-rokok-kretek/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/11/04/dji-sam-soe-masih-terunggul-di-rokok-kretek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 03:08:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Healthy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Meski kebiasaan merokok disinyalir tidak baik untuk kesehatan, toh jumlah perokok di Tanah Air terus meningkat setiap tahunnya. Saat ini saja jumlah perokok diperkirakan sebanyak 69% dari total populasi pria Indonesia. Angka ini paling tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya seperti China (53,4%), India (29,4%), dan Thailand (39,3%). Bahkan berdasarkan penelitian Global Youth Tobacco, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=254&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/11/dji-sam-soe-gold_dsc_0405.jpg?w=150&#038;h=99" alt="dji-sam-soe-gold_dsc_0405" title="dji-sam-soe-gold_dsc_0405" width="150" height="99" class="alignleft size-thumbnail wp-image-255" />Meski kebiasaan merokok disinyalir tidak baik untuk kesehatan, toh jumlah perokok di Tanah Air terus meningkat setiap tahunnya. Saat ini saja jumlah perokok diperkirakan sebanyak 69% dari total populasi pria Indonesia. Angka ini paling tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya seperti China (53,4%), India (29,4%), dan Thailand (39,3%).<br />
<span id="more-254"></span></p>
<p>Bahkan berdasarkan penelitian Global Youth Tobacco, diperkirakan dari 70 juta jumlah anak di Indonesia, 37% atau 25,9 juta anak di antaranya merokok. Data BPS menyebutkan, selama periode 2001-2004 kenaikan jumlah perokok anak terus meningkat dari 0,4% menjadi 2,8%.</p>
<p>Banyaknya perokok di negeri ini bisa dipahami, mengingat industri rokok memiliki <em>multiplier effect</em> sangat besar bagi negara, terutama pada sektor penerimaan pajak dan penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang terserap pada industri ini diperkirakan sekitar 18 juta jiwa, mulai dari hulu hingga hilir. </p>
<p>Dewasa ini bisnis rokok makin semarak dan ramai, terlebih lagi banyak bermunculan merek-merek baru. Yang paling banyak peminatnya di pasaran adalah rokok jenis kretek, karena inilah rokok asli Indonesia yang dibuat sejak 1880-an di Kudus. Apalagi saat ini Indonesia merupakan produsen dan eksportir rokok kretek terbesar di dunia. </p>
<p>Nah, di antara beberapa merek rokok kretek yang beredar di pasaran, manakah sesungguhnya yang paling tinggi <em>market share</em>-nya? Kalau mengacu ke riset <strong>MARS Indonesia</strong> dalam <em>“Indonesian Consumer Profile 2008”</em> maka Dji Sam Soe yang diproduksi PT HM Sampoerna adalah yang memiliki <em>market share</em> tertinggi, mengalahkan merek lain. Pada 2006 ia berhasil mengumpulkan <em>market share</em> sebanyak 39,9%, setahun kemudian melonjak menjadi 47,0%. </p>
<p>Sementara Gudang Garam dan Djarum yang berada di peringkat kedua dan ketiga, <em>market share</em>–nya justru melorot. Jika pada 2006 Gudang Garam meraih 28,8% maka pada 2007 tinggal 17,2%. Begitu pula Djarum, dari 23,3% pada 2006 turun menjadi 17,0% pada 2007.</p>
<p>Peringkat keempat, yaitu Sampoerna, agaknya mengikuti jejak sejawatnya Dji Sam Soe yaitu berhasil melompat tinggi, dari 5,1% pada 2006 menjadi 16,9% pada 2007. Adapun peringkat kelima dan keenam terjadi pergeseran. Bentoel dan Bokormas yang menduduki posisi kelima dan keenam pada 2006 dengan <em>market share </em>1,0% dan 0,6% pada 2007 posisinya direbut oleh Mansion Super Class dan Galan 999 dengan <em>market share</em> 0,4% dan 0,3%. Lalu peringkat ketujuh dan seterusnya diraih merek-merek lain dengan <em>market share</em> di bawah 0,6% dan 0,3%.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/11/tabel-rokok.jpg?w=655" alt="tabel-rokok" title="tabel-rokok"   class="aligncenter size-full wp-image-256" /><br />
Perihal upaya pembatasan terhadap kebiasaan merokok yang dilakukan oleh beberapa pihak seperti LSM, Depkes, dan Pemda, tampaknya akan menemui jalan terjal, mengingat penetrasi rokok sendiri sudah sedemikian mendalam. </p>
<p>Riset MARS menunjukkan, angka penetrasinya rata-rata di atas 25%. Berdasarkan kota, Jakarta dan Bandung menduduki peringkat tertinggi dengan persentase 29,0% dan 27,5%, mengalahkan Semarang, Surabaya, Medan, Makassar dan Denpasar.</p>
<p>Sedangkan berdasarkan usia dan kelas sosial-ekonomi, kebiasaan merokok sudah menjadi candu bagi para pria berusia 25-55 tahun, dengan kelas sosial-ekonomi (SES) level B yaitu mereka yang tingkat pengeluaran belanja bulanannya antara Rp 1.250.000 hingga Rp 1.750.000. ***  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=254&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/11/04/dji-sam-soe-masih-terunggul-di-rokok-kretek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/11/dji-sam-soe-gold_dsc_0405.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">dji-sam-soe-gold_dsc_0405</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/11/tabel-rokok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-rokok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penetrasi Kartu Debit Berbanding Lurus dengan Penggunaannya</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/10/20/penetrasi-kartu-debit-berbanding-lurus-dengan-penggunaannya/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/10/20/penetrasi-kartu-debit-berbanding-lurus-dengan-penggunaannya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 04:25:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Ini kabar baik bagi kalangan perbankan bahwa alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), terutama Kartu Debit mengalami perkembangan sangat pesat karena tingkat penerimaan yang tinggi oleh nasabah. Tentunya ini sejalan dengan misi Bank Indonesia (pemerintah) yang ingin semakin memperkecil penggunaan uang tunai di masyarakat sehingga tercipta cash less society. Kartu Debit adalah kartu khusus yang diberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=248&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/10/kartumandiri-debit1.jpg?w=150&#038;h=95" alt="kartumandiri-debit" title="kartumandiri-debit" width="150" height="95" class="alignleft size-thumbnail wp-image-250" />Ini kabar baik bagi kalangan perbankan bahwa alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), terutama Kartu Debit mengalami perkembangan sangat pesat karena tingkat penerimaan yang tinggi oleh nasabah. Tentunya ini sejalan dengan misi Bank Indonesia (pemerintah) yang ingin semakin memperkecil penggunaan uang tunai di masyarakat sehingga tercipta <em>cash less society</em>.<br />
<span id="more-248"></span></p>
<p>Kartu Debit adalah kartu khusus yang diberikan oleh bank kepada pemilik rekening, yang dapat digunakan untuk bertransaksi secara elektronis atas rekening tersebut. Pada saat kartu digunakan bertransaksi, akan langsung mengurangi dana yang tersedia pada rekening.</p>
<p>Apabila digunakan untuk bertransaksi di mesin ATM, maka kartu tersebut dikenal sebagai Kartu ATM. Namun apabila digunakan untuk transaksi pembayaran dan pembelanjaan non-tunai dengan menggunakan mesin EDC (<em>Electronic Data Capture</em>), maka kartu tersebut dikenal sebagai Kartu Debit. Setiap pemegang kartu diberikan nomor pribadi  (PIN) yang sangat rahasia untuk keamanan dan otorisasi transaksi.</p>
<p>Untuk Kartu Debit, selain otorisasi dengan PIN, dimungkinkan pula otorisasi dengan tanda tangan seperti halnya Kartu Kredit. Batas (<em>limit</em>) transaksi Kartu Debit dan Kartu ATM tergantung dari jenis kartu yang dimiliki nasabah. Umumnya terdiri dari limit jumlah dan frekuensi transaksi, baik untuk penarikan tunai, belanja, maupun transfer.</p>
<p>Berdasarkan hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> dalam <em>Indonesian Consumer Profile 2008</em>, tingkat kepemilikan (penetrasi) kartu debit sudah relatif tinggi mencapai 51,4%. Pemilik kartu debit ini rata-rata adalah nasabah berkelas sosial-ekonomi A dan B atau mereka yang alokasi belanja bulanannya mulai Rp 1.250.000 hingga Rp 2.500.000. Nasabah Jakarta tingkat kepemilikannya paling tinggi mencapai 62,1% dibanding nasabah Surabaya yang hanya 37,5%. </p>
<p>Jenis kartu debit yang banyak dimiliki nasabah mayoritas adalah Debit BCA dengan tingkat penetrasi mencapai 57,9%. Kemudian disusul berikutnya Kartu Mandiri dengan penetrasi 9,2%. Namun yang lain angkanya di bawah 6% seperti BNI Card (5,9%), Kartu Niaga (4,2%), Debit Card BII (4,0%), dan Danamon Card (4,0%). </p>
<p>Hebatnya, tingkat penetrasi ini nyaris berbanding lurus dengan tingkat penggunaannya. Artinya, nasabah yang memiliki kartu debit tidak sekadar memilikinya tapi sekaligus menggunakannya untuk berbagai transaksi pembayaran. Debit BCA, misalnya, yang penetrasinya sebesar 57,9% ternyata nasabah yang aktif menggunakannya mencapai 56,8%. Demikian juga Kartu Mandiri, antara penetrasi dan penggunaan berbanding 9,2% dan 8,9%.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/10/tabel-kartudebit.jpg?w=655" alt="tabel-kartudebit" title="tabel-kartudebit"   class="aligncenter size-full wp-image-251" /><br />
Apakah kartu debit mendorong konsumerisme? Mari kita simak jenis transaksi yang biasa dilakukan dengan menggunakan kartu debit. Porsi tertinggi, yaitu sebesar 81,9%, ternyata digunakan untuk transaksi belanja. Sedangkan di luar belanja porsinya relatif kecil. Untuk transfer misalnya hanya 8,4%, juga untuk pembayaran tagihan telepon dan biaya rumah sakit masing-masing hanya 0,5% dan 0,3%. Sementara untuk tarik tunai porsinya lumayan tinggi yaitu 21,7%.</p>
<p>Pada semua jenis transaksi menggunakan kartu debit tersebut, jumlah nominal yang biasa dikeluarkan umumnya berkisar antara Rp 200.000 hingga Rp 1.000.000. Tapi porsi tertinggi, yaitu 41,5%, jumlahnya berkisar antara Rp 200.001- Rp 500.000. Berikutnya kisaran kurang dari Rp 200.000 sebanyak 21,8% dan kisaran Rp 500.001- Rp 1.000.000 sebanyak 20,3%. Sedangkan kisaran Rp 1.000.0001- Rp 2.000.000 hanya mengambil porsi 10,0%. ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=248&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/10/20/penetrasi-kartu-debit-berbanding-lurus-dengan-penggunaannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/10/kartumandiri-debit1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kartumandiri-debit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/10/tabel-kartudebit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-kartudebit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teh Botol Sosro, Raja Teh SMDK</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/10/02/teh-botol-sosro-raja-teh-smdk/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/10/02/teh-botol-sosro-raja-teh-smdk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 04:04:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food & Beverage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Teh merupakan minuman yang sudah dikenal sangat luas di Indonesia dan di dunia. Minuman berwarna cokelat ini umum menjadi minuman penjamu tamu. Aromanya yang harum serta rasanya yang khas membuat teh banyak dikonsumsi. Selain kelebihan tadi, ada banyak zat yang memiliki banyak manfaat yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh. Zat-zat bermanfaat yang terkandung dalam teh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=241&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/10/teh-botol6.jpg?w=107&#038;h=150" alt="teh-botol6" title="teh-botol6" width="107" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-246" />Teh merupakan minuman yang sudah dikenal sangat luas di Indonesia dan di dunia. Minuman berwarna cokelat ini umum menjadi minuman penjamu tamu. Aromanya yang harum serta rasanya yang khas membuat teh banyak dikonsumsi. Selain kelebihan tadi, ada banyak zat yang memiliki banyak manfaat yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh.<br />
<span id="more-241"></span></p>
<p>Zat-zat bermanfaat yang terkandung dalam teh antara lain polifenol, yaitu senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh juga ampuh mencegah berkembangnya sel kanker dalam tubuh. Lalu vitamin E berfungsi menjaga kesehatan jantung dan membuat kulit menjadi halus; vitamin C berfungsi sebagai imunitas atau daya tahan bagi tubuh manusia; serta vitamin A.</p>
<p>Ada banyak jenis teh. Pengelompokan dan penamaannya dilakukan berdasarkan cara pemrosesannya sebelum dan setelah daun teh dipetik dari pohon. Nama-nama itu antara lain, Teh Hitam (<em>black tea</em>), yakni teh yang dalam pengolahannya melalui proses fermentasi penuh. Sering juga dikenal dengan nama teh merah. Kemudian, Teh Oolong (<em>oolong tea</em>). Teh ini dalam pengolahannya melalui setengah proses fermentasi, dan merupakan minuman favorit di China dan India. </p>
<p>Lalu, Teh Hijau (<em>green tea</em>), yaitu dalam pengolahannya tidak melalui proses fermentasi. Setelah daun teh dipetik langsung diolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh hijau mampu menurunkan risiko terkena kanker. Dan berikutnya Teh Putih. Teh ini dalam pengolahannya tidak melalui proses oksidasi. Saat di pohon, daun teh juga terlindung dari sinar matahari agar tidak menghasilkan klorofil atau zat hijau daun. </p>
<p>Lantaran kaya manfaat bagi kesehatan tubuh, teh oleh para pelaku usaha yang jeli membaca peluang pasar akhirnya dipasarkan dalam bentuk kemasan yang siap minum. Teh dalam bentuk kemasan tersebut pertama kali diproduksi di Slawi, Jawa Tengah pada tahun 1940-an. Dan sekarang sudah banyak merek teh siap minum dalam kemasan (SMDK) yang beredar di pasaran. Cuma, dari sejumlah merek teh tersebut mana sesungguhnya yang mendapat respons positif dari konsumen? </p>
<p>Kalau mengacu pada hasil survei pasar yang dilakukan <strong>MARS Indonesia</strong> di 7 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar) maka merek teh siap minum dalam kemasan yang paling tinggi dikonsumsi adalah Teh Botol Sosro. <em>Market share </em>yang diraih sangat besar, yaitu 81,5% pada 2006 dan 79,2% pada 2007. Meski terjadi penurunan sedikit tapi marginnya masih sangat lebar dengan peringkat kedua (<em>runner up</em>) yaitu Frestea, yang hanya meraih <em>market share</em> 5,3% (2006) dan 6,2% (2007). Lalu peringkat ketiga tetap diraih Fruit Tea, dengan <em>market share</em> 5,3% (2006) dan 3,9% (2007).   </p>
<p>Sementara untuk peringkat keempat dan seterusnya terjadi pergeseran. Jika pada 2006 posisi tersebut diduduki Tekita maka pada 2007 direbut oleh Teh Kotak, sedang Tekita melorot ke posisi kelima. Selanjutnya, Arinda yang pada 2006 menduduki posisi kelima kini terjun ke posisi ketujuh. Mount Tea juga terjun bebas, dari posisi ketujuh ke posisi kesepuluh pada 2007. </p>
<p>Sukses besar diraih S-Tee, dari sebelumnya peringkat kedelapan pada 2006 kini naik ke posisi keenam. Begitu pula Nu Green Tea, berhasil loncat tinggi, dari sebelumnya berada di bawah peringkat 12 besar kini bercokol di peringkat delapan besar, menggantikan posisi S-Tee. Juga Zestea naik satu tingkat, dari posisi kesepuluh ke posisi kesembilan.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/10/tabel-sosro1.jpg?w=655" alt="tabel-sosro" title="tabel-sosro"   class="aligncenter size-full wp-image-244" /><br />
Keberhasilan Teh Botol Sosro merajai pasar teh siap minum di Indonesia sebetulnya sangat wajar, mengingat dialah pelopor minuman teh siap minum dalam kemasan pertama di Indonesia dan terbesar di dunia. </p>
<p>Memang, tak banyak merek-merek lokal di luar merek-merek rokok yang dapat berkibar dan melegenda seperti Teh Botol Sosro yang dirintis Sosrodjojo sejak 1940-an di Slawi Jateng itu. Kuncinya, ternyata ada pada penerapan prinsip-prinsip branding. Prinsip utama adalah nama merek mudah diucapkan dan diingat, juga dari sisi grafisnya mudah dikenali serta diingat. </p>
<p>Selanjutnya, dalam upaya menerobos pasar nasional keluarga Sosro masuk pasar Jakarta pada 1974. Alasannya potensi pasarnya yang besar, sebagai sentra perdagangan yang memudahkan pemasaran di daerah lain, serta posisi Jakarta sebagai <em>trend setter</em> bagi masyarakat daerah lain. Menguasai Jakarta akan memudahkan ekspansi ke daerah lain. Dan itu terbukti, sehingga kini Teh Botol Sosro terus menjadi <em>market leader</em>. *** </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=241&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/10/02/teh-botol-sosro-raja-teh-smdk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/10/teh-botol6.jpg?w=107" medium="image">
			<media:title type="html">teh-botol6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/10/tabel-sosro1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-sosro</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dancow Masih Memimpin Pasar Susu Bubuk</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/09/10/dancow-masih-memimpin-pasar-susu-bubuk/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/09/10/dancow-masih-memimpin-pasar-susu-bubuk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 04:43:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food & Beverage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Susu memiliki manfaat sangat besar untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Pasalnya, susu banyak mengandung zat gizi yang lengkap dan lebih mudah diserap seperti protein, vitamin D, kalsium, fospor, magnesium, imunoglobin, vitamin A, zinc, asam lemak esensial, laktosa, dan asam amino esensial. Meski tiap tahun tingkat konsumsi susu di Indonesia, baik segar maupun olahan (susu bubuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=237&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/09/dancow-5-van-800gr.jpg?w=150&#038;h=150" alt="Dancow-5+-Van-800gr" title="Dancow-5+-Van-800gr" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-238" />Susu memiliki manfaat sangat besar untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Pasalnya, susu banyak mengandung zat gizi yang lengkap dan lebih mudah diserap seperti protein, vitamin D, kalsium, fospor, magnesium, imunoglobin, vitamin A, zinc, asam lemak esensial, laktosa, dan asam amino esensial.<br />
<span id="more-237"></span></p>
<p>Meski tiap tahun tingkat konsumsi susu di Indonesia, baik segar maupun olahan (susu bubuk dan krim) mengalami pertumbuhan sekitar 10%, tapi masih tergolong paling rendah di Asia, hanya sekitar 9 liter per kapita. Bandingkan dengan Malaysia (25,4 liter), Singapura (32 liter), India (75 liter), China (20 liter), Filipina (11,3 liter), Vietnam (10,7 liter), bahkan Kamboja (12,5 liter).</p>
<p>Selama ini, produksi susu dalam negeri hanya sekitar 1,2 juta liter per hari dari kurang lebih 400 ribu ekor sapi perah. Jumlah itu hanya memenuhi 30% kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu lokal, selebihnya diimpor dari Australia, New Zealand, dan Filipina. </p>
<p>Di Indonesia saat ini terdapat banyak merek susu bubuk yang beredar di pasaran, dimana masing-masing menawarkan berbagai keunggulan. Pertumbuhan industri susu bubuk di negeri ini diawali dengan berdirinya PT Sari Husada sejak tahun 1954 yang memasarkan produknya dengan merek SGM, LLM, dan Vitalag. Kemudian diikuti dengan berdirinya PT Ultra Jaya pada tahun 1975, yang dikenal sebagai produsen minuman cair dalam kemasan baik berupa susu cair serta minuman buah. </p>
<p>Pada tahun 1981 berdiri PT Nestle Indonesia yang memasarkan produknya dengan merek Dancow dan Milk Maid. Selanjutnya, muncul PT Friesche Vlag Indonesia yang memasarkan produknya dengan merek Frisian Flag (Susu Bendera), PT Indomilk (merek Indomilk), PT Nutricia Sejahtera Indonesia (merek Nutrilon, Nutrima, Prolene, Anlene), PT Mirota KSM (merek Lactona, Prostio dan Prolansia), PT Indexim Alpha (merek Sustagen, Enfagrow, Enfamil dan Enfap), dan sebagainya. </p>
<p>Nah, di antara berbagai merek susuk bubuk tersebut manakah yang paling berhasil merebut hati konsumen susu Indonesia, alias siapakah <em>market leader</em>?  Berdasarkan hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> di 7 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar) dan termuat dalam <em>“Indonesian Consumer Profile 2008”</em>, susu Dancow menguasai 48,1% <em>market share</em>. Angka ini kendati lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 72,7%, namun ia tetap memimpin pasar susu bubuk di dalam negeri. </p>
<p>Posisi kedua diraih susu Frisian Flag (Susu Bendera) dengan angka perolehan 19,0%, terpaut hampir 50% di belakang Dancow. Tapi masih lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 16,9%. Berikutnya adalah Milo (9,0%), Anlene (9,0%), Indomilk (3,1%), Hi-Lo (1,6%) SGM (1,4%), Ovaltine (1,1%), Calcimex (1,0%), L-Men (0,8%), Prenagen (0,8%), Lactamil (0,7%), dan merek-merek lain di bawah perolehan 0,6%.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/09/tabel-dancow.jpg?w=655&#038;h=380" alt="tabel-dancow" title="tabel-dancow" width="655" height="380" class="aligncenter size-full wp-image-239" /><br />
Kenapa Dancow kokoh memimpin pasar? Jawaban tak lain, hal itu merupakan buah dari konsistensi PT Nestle Indonesia dalam menjaga kualitas produk susu Dancow dan kemampuannya memahami kebutuhan konsumen.</p>
<p>Dancow yang memiliki visi menjadi mitra tepercaya bagi orangtua di Indonesia memang senantiasa berusaha mempersembahkan produk yang sesuai dengan selera anak-anak pada usianya. Terakhir meluncurkan Dancow Batita, susu khusus balita (usia 1-3 tahun) dengan nutrisi lengkap, rasa lezat dan harga terjangkau.</p>
<p>Tak hanya rasanya yang beragam, Dancow dalam menggaet konsumen juga memperkenalkan resep membuat makanan yang bervariasi untuk anak-anak yang tidak suka susu. Caranya, susu Dancow disajikan dengan bahan makanan lain, seperti nasi, puding hingga salad.</p>
<p>Kemampuan dan kemahiran PT Nestle Indonesia dalam memahami kebutuhan konsumen alias selalu melakukan inovasi tanpa henti itu mungkin yang membuat Dancow bertahan sebagai merek favorit bagi konsumen susu di Indonesia. Memang <em>“Aku dan Kau Suka Dancow!”</em> begitu bunyi <em>tagline</em>-nya. ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=237&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/09/10/dancow-masih-memimpin-pasar-susu-bubuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/09/dancow-5-van-800gr.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Dancow-5+-Van-800gr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/09/tabel-dancow.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-dancow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Garda Oto Terdepan di Asuransi Kendaraan</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/24/garda-oto-terdepan-di-asuransi-kendaraan/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/24/garda-oto-terdepan-di-asuransi-kendaraan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 02:05:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Insurance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Sektor asuransi, kendati sempat terkoreksi pertumbuhannya pada awal-awal masa krisis, kini kembali tumbuh dan melaju kencang. Tiap tahun pertumbuhan bisnisnya mencapai 20%-25%, bahkan dalam beberapa tahun terakhir bergerak di kisaran 30%-35%. Asuransi jiwa paling dominan, menguasai 70% pangsa pasar. Sedangkan sisanya diperebutkan asuransi umum, salah satunya adalah asuransi kendaraan bermotor. Perlahan tapi pasti asuransi kendaraan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=233&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/garda-oto.gif?w=655" alt="garda-oto" title="garda-oto"   class="alignleft size-full wp-image-234" />Sektor asuransi, kendati sempat terkoreksi pertumbuhannya pada awal-awal masa krisis, kini kembali tumbuh dan melaju kencang. Tiap tahun pertumbuhan bisnisnya mencapai 20%-25%, bahkan dalam beberapa tahun terakhir bergerak di kisaran 30%-35%. Asuransi jiwa paling dominan, menguasai 70% pangsa pasar. Sedangkan sisanya diperebutkan asuransi umum, salah satunya adalah asuransi kendaraan bermotor.<br />
<span id="more-233"></span></p>
<p>Perlahan tapi pasti asuransi kendaraan pun mulai mengikuti arus pertumbuhan asuransi jiwa. Terbukti, permintaan pasar terhadap asuransi kendaraan bermotor terus meningkat. Hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran pemilik kendaraan terhadap perlindungan kendaraan bermotornya dari risiko pencurian, kerusakan akibat kecelakaan, banjir, huru-hara/kerusuhan dan terorisme. Karena itu kini persaingan di produk asuransi kendaraan bermotor semakin sengit.</p>
<p>Namun demikian, berdasarkan hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> yang termuat dalam <em>“Indonesian Consumer Profile 2008”</em> tingkat kepemilikan (penetrasi) asuransi kendaraan oleh konsumen di 5 kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan) boleh dibilang masih rendah, kurang dari 5% dari total kepemilikan asuransi. Artinya, walau sekarang terjadi tren peningkatan tapi nilainya belum terlalu signifikan. </p>
<p>Lalu, dari sekitar 104 perusahaan asuransi kerugian kendaraan yang terdaftar di Indonesia, mana yang paling banyak menyedot kepercayaan pemilik kendaraan? Masih menurut hasil riset tersebut, ternyata Asuransi Astra Buana dengan produk Garda Oto menjadi yang terdepan dengan perolehan total 48,4%. Angka ini jauh meninggalkan para kompetitornya yang rata-rata perolehannya di bawah 10%. </p>
<p>Seperti, antara lain Asuransi Wahana Tata yang berada di peringkat kedua dan hanya memperoleh porsi 8,0%. Lalu, Asuransi Central Asia (ACA) dengan porsi 7,1%, Asuransi Sinar Mas (6,5%) dan Adira Insurance (5,1%). Menyusul berikutnya Asuransi Oris (2,7%), BCA (2,7%), Bumi Asih (2,7%), Bina Dana Arta (2,6%), Asuransi Bintang (2,3%), Jasindo Oto (1,8%), dan lain-lain.</p>
<p>Dilihat per kota, Garda Oto hampir unggul di semua kota, kecuali Semarang, dengan prosentase terbesar di Medan (63,6%). Ini menunjukkan bahwa Garda Oto memang yang paling digemari sebagian besar konsumen. Sementara Wahana Tata perolehan terbesar di Semarang. Lalu ACA dan Sinar Mas juga terbesar di Medan, sedangkan Adira terbesar di kota Bandung.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-garda-oto.jpg?w=655" alt="tabel-garda oto" title="tabel-garda oto"   class="aligncenter size-full wp-image-235" /><br />
Kenapa Garda Oto menjadi yang terdepan, apa keunggulan yang dimilikinya? Tak lain karena ia tak pernah bosan menelurkan berbagai terobosan dalam pelayanan asuransi kendaraan. Misalnya, dengan pelayanan armada bantuan 24 jam di jalan raya yang disebut Garda Siaga, dengan <em>call center</em> Garda Akses yang dapat dihubungi 24 jam. Lalu, tarif preminya juga berlaku standar secara nasional untuk perlindungan komprehensif (<em>all risk</em>), yaitu 3%.</p>
<p>Lebih dari itu, perusahaan ini memiliki jumlah bengkel rekanan paling banyak dengan tingkat layanan yang memuaskan, serta tidak cenderung mempersulit nasabah jika mengajukan klaim. Ia bahkan memberikan kemudahan bagi nasabahnya untuk mengajukan klaim. Prosedurnya, pelanggan cukup melaporkan kerugian ke petugas melalui Garda Akses 24 jam sehari. Apabila dokumen yang diminta telah lengkap, maka mulai dan proses pengajuan klaim sampai turunnya surat perintah kerja untuk perbaikan akan memakan waktu sekitar 20 menit. Setelah itu, penggantian kerugian akan dilaksanakan.</p>
<p>Jadi, Garda Oto yang punya 800 ribu lebih pemegang polis memang memberikan perlindungan secara total, bukan saja terhadap kasus pencurian dan kerusakan berat akibat kecelakaan, tetapi juga terhadap risiko banjir, huru-hara (kerusuhan) dan terorisme. Bahkan, apabila terjadi hal-hal yang tak terduga, Garda Oto senantiasa siap untuk menjadi yang pertama dalam membantu pelanggan (<em>the first to help customers</em>), dengan menempatkan <em>”Peace of Mind”</em> sebagai visi yang patut diwujudkan demi kenyamanan pelanggan. </p>
<p>Singkatnya, perusahaan asuransi grup Astra ini memang menghadirkan rasa aman pada nasabah/pelanggan di kala menghadapi hal-hal yang tak terduga, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun. Itulah sebabnya ia menjadi yang terdepan. ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/233/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=233&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/24/garda-oto-terdepan-di-asuransi-kendaraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/garda-oto.gif" medium="image">
			<media:title type="html">garda-oto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-garda-oto.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-garda oto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sengit, Persaingan Rebut Ceruk Pasar Mie Instant</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/sengit-persaingan-rebut-ceruk-pasar-mie-instant/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/sengit-persaingan-rebut-ceruk-pasar-mie-instant/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 04:28:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food & Beverage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah market leader mie instant saat ini? Mudah ditebak, pasti semua orang akan mengarah pada merek “Indomie”. Maklum, dengan penguasaan market share 69,6% dan kapasitas produksi lebih dari 13 miliar bungkus per tahun, Indomie yang diproduksi PT Indofood Sukses Makmur Tbk ini memang merajai pasar mie instant di Indonesia. Tapi jangan buru-buru puas dengan posisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=229&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/mie-sedaap.jpg?w=150&#038;h=120" alt="mie sedaap" title="mie sedaap" width="150" height="120" class="alignleft size-thumbnail wp-image-231" />Siapakah <em>market leader</em> mie instant saat ini? Mudah ditebak, pasti semua orang akan mengarah pada merek “Indomie”. Maklum, dengan penguasaan <em>market share</em> 69,6% dan kapasitas produksi lebih dari 13 miliar bungkus per tahun, Indomie yang diproduksi PT Indofood Sukses Makmur Tbk ini memang merajai pasar mie instant di Indonesia.<br />
<span id="more-229"></span></p>
<p>Tapi jangan buru-buru puas dengan posisi itu, sebab para kompetitornya yang berjumlah lebih dari 84 perusahaan siap menggerus ceruk pasar Indomie. Mie Sedaap, misalnya, belakangan sangat agresif melakukan penetrasi pasar guna mencaplok porsi Indomie. Alhasil, meski baru muncul pada Mei 2003 Mie Sedaap yang diproduksi PT Sayap Mas Utama (grup Wingsfood) kini berhasil meraih 23,0% pangsa pasar dan membayangi Indomie di posisi kedua.</p>
<p>Demikian hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> yang dilakukan di 7 kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar), sebagaimana dimuat dalam <em>“Indonesian Consumer Profile 2008”</em>. Sisanya, yang hanya sekitar 8%, diperebutkan oleh merek-merek lain. </p>
<p>Salah satunya, Gaga Mie, yang diproduksi PT Jakaranatama Food Industry. Setelah kurang sukses melansir produk bermerek Michiyo, pihaknya menelurkan produk Gaga Mie berukuran 50 gram dan relatif berhasil di pasaran. Setelah itu diproduksi Gaga 100 berukuran 100 gram dan Gaga Suun, yang inipun lumayan berhasil.    </p>
<p>Selanjutnya, ada juga mi instant bermerek Salami, produksi PT Sentrafood yang baru meluncurkan produk Mie Jawa. Produk inovasi beraroma <em>local taste</em> ini ternyata mendapat respons sangat baik lantaran ditunjang dengan promosi gencar. Ada kemungkinan menu dari daerah lain akan diadaptasi untuk diproduksi. Sayang, posisinya tidak masuk dalam 10 besar <em>market share</em>.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-mie-instant.jpg?w=655" alt="tabel-mie instant" title="tabel-mie instant"   class="aligncenter size-full wp-image-230" /><br />
Ihwal melejitnya posisi Mie Sedaap yang menyalip para penduhulunya (Supermi, Sarimi, Salami, Pop Mie, dll) dan kini <em>head to head</em> dengan Indomie menarik untuk disoroti. <em>Success story</em>-nya berawal dari strategi marketing yang dilancarkannya. Yaitu, bermain di harga pasaran yang sangat ekonomis namun bumbu mi yang diberikan kelas premium. Diberlakukan pula strategi klasik dengan memberi hadiah. Hal utama lain yang tidak boleh diabaikan adalah distribusi. Meski masih berkutat di Jawa dan Bali serta masih terbatas empat varian, namun pendistribusian produk diusahakan merata dari tingkat grosir hingga menjelajahi warung-warung kecil.</p>
<p>Strategi itu didukung iklan yang cukup gencar, baik tematik, iklan produk, maupun versi testimoninya baik secara <em>above the line</em> maupun <em>below the line</em>. Ada satu hal yang belum pernah dilakukan oleh kompetitor. Misalnya, menyuruh orang sebanyak-banyaknya mencoba Mie Sedaap yang dilakukan di mal, tempat wisata, kampus secara gratis.</p>
<p>Tidak hanya itu, Mie Sedaap juga melancarkan strategi mengakuisisi langsung hingga sarang kompetitor guna merebut pasar tradisionalnya. Caranya, dengan menginfiltrasi warung-warung penjual mi instant dengan menu baru Mie Sedaap. Mereka selain disediakan insentif setiap bulannya juga dipasang spanduk “Warung Sedaap”. </p>
<p>Namun demikian, dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan, dominasi produk-produk Indofood (Indomie, Supermi, Sarimi, Sakura, Pop Mie) di pasar mi instan masih akan sulit dipatahkan. Sebab, perusahaan pioner mi instan dan terbesar di dunia itu sudah memiliki <em>brand equity</em> dan juga rasa yang cocok dengan sebagian besar lidah masyarakat Indonesia. </p>
<p>Meski begitu, persaingan bisnis mie instan tak akan berhenti, karena produsen lain juga melihat peluang besar di sektor usaha ini. <em>Market size</em>-nya kini diperkirakan bernilai lebih dari 10 triliun rupiah. Angka ini jelas membuat banyak perusahaan tertarik untuk ikut mencicipi gurihnya pasar mie instant. Jadi, persaingan akan tetap sengit! ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=229&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/sengit-persaingan-rebut-ceruk-pasar-mie-instant/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/mie-sedaap.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">mie sedaap</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-mie-instant.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-mie instant</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wafer Gery Tak Tertandingi</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/wafer-gery-tak-tertandingi/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/wafer-gery-tak-tertandingi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 04:18:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food & Beverage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah Anda bahwa wafer, makanan ringan yang cocok dihidangkan bersama kopi atau teh pada saat santai, itu ternyata memiliki rekam jejak yang cukup panjang. Ia dibuat pertama kali pada 1792 oleh John Pearson, seorang pelaut, asal Newburyport, Massachusetts, Amerika Serikat. Awalnya ia membuat wafer seperti roti yang dibuat dari tepung dan air dan dinamainya dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=223&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/wafer-stick-coklat.jpg?w=655" alt="Wafer-Stick-Coklat" title="Wafer-Stick-Coklat"   class="alignleft size-full wp-image-225" />Tahukah Anda bahwa wafer, makanan ringan yang cocok dihidangkan bersama kopi atau teh pada saat santai, itu ternyata memiliki rekam jejak yang cukup panjang. Ia dibuat pertama kali pada 1792 oleh John Pearson, seorang pelaut, asal Newburyport, Massachusetts, Amerika Serikat. Awalnya ia membuat wafer seperti roti yang dibuat dari tepung dan air dan dinamainya dengan <em>pilot bread</em>.<br />
<span id="more-223"></span></p>
<p>Namun baru pada tahun 1801, wafer dibuat dengan proses dipanggang. Saat itu, Josiah Bent memanggang setumpuk biskuit di atas panggangan batu. Itulah yang membuat biskuit itu jadi makin renyah. Itulah yang membuat wafer buatannya menjadi makanan ringan yang potensial untuk diproduksi karena banyak yang menyukai. </p>
<p>Pada tahun 1810, wafer buatan Bent sangat laris di pasaran dan beberapa tahun kemudian Bent menjual usahanya ke sebuah perusahaan Nabisco. Wafer menjadi terkenal karena banyak dikonsumsi oleh kalangan pelaut sehingga dikenal dengan biskuit laut.</p>
<p>Kini wafer sudah mendunia dan dinikmati oleh semua kalangan dari anak-anak, dewasa hingga orang lanjut usia. Di Indonesia sendiri beragam merek wafer dengan berbagai cita rasa tersedia di pasaran. Cuma, tahukah Anda manakah wafer yang paling disukai konsumen?  </p>
<p>Berdasarkan hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> di 7 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar) menempatkan Gery sebagai yang teratas di kelas wafer salut, selama 2 tahun bertutur-turut, dengan <em>market share</em> sebesar 48,7% pada 2006 dan 45,1 pada 2007. Walaupun <em>market share</em>-nya sedikit turun namun posisinya sebagai pemimpin pasar tetap tak tertandingi. </p>
<p>Di bawah Gery bertengger Beng Beng yang memperoleh <em>market share</em> sebesar 24,1% (2006) dan 16,6% (2007). Setelah itu berturut-turut adalah Top, Tim Tam, Gery Cokluut, dan Selamat. Posisi satu hingga enam urutannya tetap sama alias tidak mengalami pergeseran untuk tahun 2006 dan 2007, hanya terjadi perubahan pada prosentasenya saja. Sedangkan posisi tujuh hingga sepuluh terjadi pergeseran yang diperebutkan oleh merek Mio Toping, Superman, Wafret, Apollo dan Fun Time.  </p>
<p>Pada tahun 2006 Gery unggul di semua kota, namun pada 2007 keunggulannya mulai terkoreksi. <em>Brand</em> milik Garudafood Jaya ini hanya unggul di Jakarta, Surabaya, Medan dan Makassar. Sementara Bandung dan Semarang direbut Top, serta Denpasar dikuasai oleh Beng Beng.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-wafer.jpg?w=655" alt="tabel-wafer" title="tabel-wafer"   class="aligncenter size-full wp-image-224" /></p>
<p>Gery, merek besutan Garudafood yang muncul pertama pada 2001 ini banyak belajar dari kesuksesan Tango, merek besutan Grup Orang Tua. Hanya dia memiliki deferensiasi pada komunikasi pemasaran yang konsisten melayani kebutuhan target pasarnya, yaitu kalangan anak-anak. </p>
<p>Untuk tujuan itu Gery diperkenalkan sebagai burung kecil berwarna biru lincah dan lucu, serta diposisikan sebagai sahabat anak-anak dalam bentuk cerita kartun—mencapai 10 seri—yang diterbitkan di televisi. Intinya, Garudafood sengaja membuat <em>marketing gimmick</em> yang merangsang anak-anak tertarik mencobanya. Alhasil, terobosan pemasaran Garudafood ini serta merta memperlihatkan hasilnya. </p>
<p>Penjualan Gery—yang dikemas dalam ukuran lebih kecil dengan harga cukup ekonomis—tumbuh secara signifikan. Tahun pertama setelah diluncurkan (2001-2002), angka pertumbuhannya mencapai 179%; pada tahun 2003 tumbuh 300%; tahun 2004 tumbuh 60%; tahun 2005 tumbuh 60%; dan tahun 2006 tumbuh 50%. </p>
<p>Melihat prospek Gery yang menjanjikan, maka ia pun dikembangkan sebagai <em>umbrella brand</em>. Gery melahirkan sejumlah submerek yang kelak masing-masing diarahkan menjadi merek yang mandiri. Maka, lahirlah 10 macam merek Gery, mulai dari Gery Wafer Cream, Gery Wafer Stick, Gery Saluut, Gery Cokluut, Gery Bismart, Gery Romeo Juliet, Gery Colek, Gery Meses, Gery Soes, dan Gery Cracker Beras.</p>
<p>Pengembangan merek Gery ke berbagai jenis makanan, dari wafer hingga biskuit, tetap mengacu pada inovasi dan diferensiasi. Masing-masing submerek tetap memiliki target dan positioning yang berbeda-beda. Target pasar Gery berkembang, mulai anak-anak, remaja, dewasa muda, hingga ibu muda.***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=223&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/wafer-gery-tak-tertandingi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/wafer-stick-coklat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Wafer-Stick-Coklat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-wafer.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-wafer</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiga Produk Unilever Dominasi Market Share Sabun Cair</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/tiga-produk-unilever-dominasi-market-share-sabun-cair/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/tiga-produk-unilever-dominasi-market-share-sabun-cair/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 04:11:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consumer Goods]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Tiga merek sabun cair produksi PT Unilever Indonesia, yakni Lux, Lifebuoy dan Dove, menunjukkan dominasinya dalam menguasai market share sabun mandi cair dalam negeri. Hampir 72% pasar sabun mandi cair (toiletries) dikuasai oleh ketiga merek tersebut. Aroma persaingan dalam satu group pun tampak mengemuka. Merujuk pada hasil riset MARS Indonesia (Indonesian Consumer Profile 2008) tergambar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=218&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/lux-sabun-cair.jpg?w=150&#038;h=130" alt="lux sabun cair" title="lux sabun cair" width="150" height="130" class="alignleft size-thumbnail wp-image-220" />Tiga merek sabun cair produksi PT Unilever Indonesia, yakni Lux, Lifebuoy dan Dove, menunjukkan dominasinya dalam menguasai <em>market share</em> sabun mandi cair dalam negeri. Hampir 72% pasar sabun mandi cair (<em>toiletries</em>) dikuasai oleh ketiga merek tersebut. Aroma persaingan dalam satu group pun tampak mengemuka.<br />
<span id="more-218"></span></p>
<p>Merujuk pada hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> (<em>Indonesian Consumer Profile 2008</em>) tergambar betapa aroma persaingan antara Lux dan Lifebuoy dalam memperebutkan posisi <em>market leader</em> sangat kentara. Riset yang disebar di 5 kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan) akhirnya mengokohkan Lux sebagai <em>market leader</em> dengan  perolehan <em>market share </em>sebanyak 39,66%. Sedangkan Lifebuoy menempel ketat di urutan kedua dengan perolehan 31,57%. </p>
<p>Selama ini sabun mandi cair Lux di benak konsumen diasosiasikan sebagai sabun kecantikan yang memiliki busa yang banyak serta bau yang harum. Menggunakan Lux menunjukkan gaya hidup modern. Sementara sabun cair Lifebuoy diasosiasikan sebagai sabun kesehatan keluarga dan sangat ampuh membunuh kuman ketimbang sabun mandi cair lainnya. Jadi, Lux kental dengan aroma <em>emotional benefit</em>-nya, sebaliknya Lifebuoy kental dengan aroma <em>functional benefit</em>-nya. </p>
<p>Lux unggul hampir di semua kota, kecuali Surabaya, dimana posisi teratas direbut oleh Lifebuoy. Keberhasilan Lifebuoy sebagai <em>brand loyalty</em> bagi konsumen Surabaya bisa jadi lantaran kota tersebut dikenal memiliki udara relatif panas, akibatnya setiap aktivitas warganya berpotensi mengeluarkan keringat dan kuman sekaligus, sehingga pemakaian sabun Lifebouy dirasakan sebagai solusi yang sangat cerdas.</p>
<p>Sementara <em>brand</em> satunya lagi, yakni Dove, menduduki peringkat keempat dengan perolehan total<em> market share</em> 2,88%, masih berada di bawah Biore yang diproduksi oleh PT Kao Indonesia yang memperoleh 10,23% dan menduduki peringkat ketiga.</p>
<p>Peringkat kelima diraih oleh Gatsby, produksi PT Mandom Indonesia, yang kental dengan aroma jantannya. Lalu peringkat keenam diduduki oleh Nuvo, produksi PT Wings, yang hampir sama dengan Lifebuoy sebagai sabun kesehatan keluarga. Adapun peringkat ketujuh didapuk oleh Cussons, produk andalan dari PT Cussons Indonesia. Serta peringkat kedelapan dan seterusnya <em>market share</em>-nya di bawah 1,76%.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-sabun-cair.jpg?w=655&#038;h=257" alt="tabel-sabun cair" title="tabel-sabun cair" width="655" height="257" class="aligncenter size-full wp-image-219" /><br />
Ihwal kesuksesan sabun mandi cair Lux dan Lifebuoy menjadi yang terdepan sebetulnya bukan hal yang aneh, mengingat faktor sejarah dan pengalaman kedua produk tersebut menjadi salah satu barang kebutuhan pokok yang diperlukan oleh konsumen dan diproduksi oleh PTUnilever Indonesia sejak tahun 1933. </p>
<p>Desain dan kemasan produk sabun mandi Lux dan Lifebuoy senantiasa dibuat lebih menarik dan inovatif jika dibandingkan dengan kemasan produk sejenis dari pesaingnya, agar kemasan produk ini cukup memenuhi syarat untuk bersaing di pasaran. </p>
<p>Di samping itu, Lux khususnya adalah salah satu <em>brand</em> perawatan tubuh dan kecantikan terkemuka di dunia. Brand Lux merupakan <em>market leader</em> di berbagai negara, seperti Thailand, Jepang, India, Brazil, Afrika Selatan, dll sejak tahun 1924. Berbagai jenis produk dalam lini <em>brand</em> Lux dipasarkan di lebih dari 100 negara dengan angka penjualan mencapai 1 miliar Euro pada tahun 2005. </p>
<p><em>Brand </em>ini mengklaim bahwa segalanya mengenai Lux dipersembahkan bagi feminitas, mulai dari tampilan hingga sensasi yang didapatkan dari produk, baik kemasan maupun wewangian yang ditawarkan. Pada kenyataannya, Lux telah menjadi gelombang penentu dalam masyarakat dari masa ke masa. ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=218&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/tiga-produk-unilever-dominasi-market-share-sabun-cair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/lux-sabun-cair.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">lux sabun cair</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-sabun-cair.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-sabun cair</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tingkat Loyalitas Konsumen Produk Kosmetika</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/tingkat-loyalitas-konsumen-produk-kosmetika/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/tingkat-loyalitas-konsumen-produk-kosmetika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 04:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consumer Behavior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Tingkat loyalitas konsumen produk kosmetika, yang umumnya didominasi kaum wanita, ternyata lumayan tinggi. Berdasarkan hasil survei MARS Indonesia di 8 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan, dan Palembang, tentang Pola Belanja Produk Kosmetika diketahui bahwa mayoritas konsumen (51,5%) selalu membeli produk kosmetika begitu persediaan (stok) habis terpakai. Mereka tak mau menunggu waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=214&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/kosmetika.jpg?w=150&#038;h=129" alt="kosmetika" title="kosmetika" width="150" height="129" class="alignleft size-thumbnail wp-image-216" />Tingkat loyalitas konsumen produk kosmetika, yang umumnya didominasi kaum wanita, ternyata lumayan tinggi. Berdasarkan hasil survei <strong>MARS Indonesia</strong> di 8 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan, dan Palembang, tentang <em>Pola Belanja Produk Kosmetika</em> diketahui bahwa mayoritas konsumen (51,5%) selalu membeli produk kosmetika begitu persediaan (stok) habis terpakai. Mereka tak mau menunggu waktu terlalu lama untuk tidak memakai bahan pemanis penampilan tersebut. Hal ini seolah menunjukkan bahwa tanpa kosmetika wanita akan kehilangan kesempurnaannya.<br />
<span id="more-214"></span></p>
<p>Bukti lain konsumen produk kosmetika (seperti bedak wajah, lipstik, <em>hand&amp;body lotion</em>) begitu loyal terhadap barang-barang tersebut adalah bahwa terdapat sekitar 22,4% yang selalu melakukan pembelian secara rutin meskipun persediaan masih ada. Ini artinya kebutuhan terhadap produk kosmetika memang sudah demikian tinggi. Sementara yang membeli ketika diperlukan saja hanya sekitar 26,1%.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-kosmetik.jpg?w=655&#038;h=306" alt="tabel-kosmetik" title="tabel-kosmetik" width="655" height="306" class="aligncenter size-full wp-image-215" /><br />
Dari sini terbaca bahwa dari sisi psikografi, maka konsumen produk kosmetika mayoritas bertipe <em>shopping lover </em>yaitu mereka yang selalu meluangkan waktu untuk berbelanja ke  toko, minimarket, maupun mall setiapkali ada kesempatan. Sebaliknya, hanya sebagian kecil saja yang masuk kategori <em>just buyer</em>, yaitu mereka yang membeli produk kosmetika sesuai kebutuhan saja alias jarang berbelanja.    </p>
<p>Konsumen tipe <em>shopping lover </em>itu sebagian besar berasal dari kelompok usia muda (18-25 tahun) sebanyak 52,2% dan kelompok usia menengah (26-34 tahun) sebanyak 51,5% dengan status sosial-ekonomi kelas B, yaitu yang tingkat pengeluaran belanja bulanannya di bawah nilai Rp 2.500.000 hingga Rp 1.125.000.</p>
<p>Lalu seberapa jauh tingkat loyalitas konsumen produk kosmetik, baik bedak wajah, lipstik, maupun <em>hand&amp;body lotion?</em> Urutan pertama diraih konsumen bedak wajah, dengan proporsi 76,4% loyal dan 7,5% tidak loyal. Disusul kemudian konsumen lipstik dengan porsi 72,6% loyal dan 9,8% tidak loyal, serta konsumen <em>hand&amp;body lotion</em> sebanyak 66,2% loyal dan 11,3% tidak loyal.***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=214&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/08/10/tingkat-loyalitas-konsumen-produk-kosmetika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/kosmetika.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kosmetika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/08/tabel-kosmetik.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-kosmetik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persaingan Flexi dan Esia di Pasar CDMA</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/05/27/persaingan-flexi-dan-esia-di-pasar-cdma/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/05/27/persaingan-flexi-dan-esia-di-pasar-cdma/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 03:36:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telecommunication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Layanan telekomunikasi berbasis teknologi code division multiple access (CDMA) kini telah menjadi alternatif bagi pengguna telepon seluler, pasca penggunaan GSM (global system for mobile communication) yang sudah lebih dulu meramaikan pasar seluler. Saat ini di Indonesia terdapat 6 operator yang menggunakan CDMA yakni Telkom (Flexi), Indosat (StarOne), Bakrie Telecom (Esia), Mobile-8 Telecom (Fren dan Hepi), [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=206&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/flexicenter.jpg?w=133&#038;h=150" alt="flexicenter" title="flexicenter" width="133" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-208" />Layanan telekomunikasi berbasis teknologi <em>code division multiple access</em> (CDMA) kini telah menjadi alternatif bagi pengguna telepon seluler, pasca penggunaan GSM (<em>global system for mobile communication</em>) yang sudah lebih dulu meramaikan pasar seluler. Saat ini di Indonesia terdapat 6 operator yang menggunakan CDMA yakni Telkom (Flexi), Indosat (StarOne), Bakrie Telecom (Esia), Mobile-8 Telecom (Fren dan Hepi), Smart Telecom (Smart) dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (Ceria).<br />
<span id="more-206"></span></p>
<p>Menurut data CDMA Development Group (CDG), jumlah pengguna telepon CDMA di Indonesia hingga akhir kuartal pertama 2008 mencapai 16,3 juta pelanggan. Dengan angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang paling besar pertumbuhan pelanggan CDMA-nya di Asia Tenggara.</p>
<p>Jumlah pelanggan CDMA di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup pesat tiap tahunnya. Tercatat, pada akhir 2006 pengguna CDMA di Indonesia baru 7,8 juta. Angka itu melonjak dua kali lipat pada akhir 2007 menjadi 14,4 juta. Dan kini hingga akhir kuartal pertama 2008 mencapai 16,3 juta.</p>
<p>Nah, di antara ketujuh produk simcard CDMA (yakni Flexi, Esia, StarOne, Fren, Hepi, Smart dan Ceria) manakah yang paling tinggi tingkat penetrasinya? Berdasarkan hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> yang dimuat dalam <em>“Indonesian Consumer Profile 2008”</em>  Flexi dan Esia bersaing ketat menjadi simcard CDMA, baik prabayar maupun pascabayar, yang paling banyak dimiliki pengguna ponsel di Jakarta dan Surabaya. Baru kemudian menyusul Fren, StarOne, Smart, dan lain-lain.  </p>
<p>Untuk prabayar, Esia mengungguli Flexi (Trendy) di Jakarta dengan porsi 47,3% berbanding 40,8%. Sedangkan Flexi berjaya di Surabaya dengan porsi cukup meyakinkan 83,1%, disusul Fren 12,4%. Kejayaan Flexi di Surabaya cukup beralasan mengingat di situlah produk Telkom tersebut pertama kali diluncurkan. Sementara Esia tidak masuk 3 besar di kota Pahlawan tersebut.  </p>
<p>Untuk pascabayar, Flexi (Classy) dan Esia bersaing ketat di ibu kota dengan sama-sama berbagi angka masing-masing  43,3%. Sedangkan di Surabaya dominiasi Flexi tetap tak terpatahkan, dengan perolehan 88,9%. Posisi kedua dan ketiga direbut Fren dan StarOne, keduanya berbagi angka sama masing-masing 12,0%.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/tabel-1-cdma1.jpg?w=655" alt="tabel-1.cdma" title="tabel-1.cdma"   class="aligncenter size-full wp-image-211" /><br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/tabel-2-cdma.jpg?w=655" alt="tabel-2.cdma" title="tabel-2.cdma"   class="aligncenter size-full wp-image-212" /><br />
Ada banyak keunggulan yang dimiliki CDMA sehingga berhasil merebut pasar pengguna ponsel dan berpotensi menggeser dominasi GSM. Pertama, tarif layanan CDMA lebih murah ketimbang GSM. Murahnya tarif itu dimungkinkan berkat jangkauan sinyal menara pemancar <em>base transceiver station</em> (BTS) CDMA yang lebih luas daripada GSM sehingga menara dapat dipasang dengan jarak yang lebih jauh. Kemampuan tersebut tentu saja dapat membantu menekan biaya modal karena radius yang jauh membuat operator membutuhkan lebih sedikit menara ketimbang GSM. Biaya lain yang juga bisa ditekan ialah biaya operasional. </p>
<p>Kedua, teknologi CDMA yang ada sekarang tak kalah dengan GSM. Fasilitas <em>smart mail </em>seperti yang dirilis PT Smart Telecom, contohnya, menjadi bukti kecanggihan layanan CDMA yang ada saat ini. Layanan itu mirip dengan fitur <em>push e-mail </em>yang biasanya disediakan operator GSM. </p>
<p>Ketiga, kualitas panggilan dan suara lebih jernih. Teknologi CDMA memungkinkan pelanggannya mendapatkan suara yang jernih karena teknologi tersebut dapat meminimalisasi kemungkinan terjadinya kebocoran. </p>
<p>Keempat, kelebihan lain dari CDMA terletak pula pada kemampuannya mendukung akses internet berbiaya modal rendah. Karena, jaringannya dibangun di atas protokol paket data berbasis protokol internet (IP) standar, operator tidak perlu lagi memasang perangkat tambahan. Berbeda dengan jaringan lain yang memerlukan perangkat data tambahan dan telepon data baru. Kemampuan itu lagi-lagi membantu menekan biaya modal. </p>
<p>Kelima, terkait dengan baterai, teknologi CDMA dapat menghemat konsumsi baterai. Semua itu mungkin berkat kehadiran <em>power control</em> yang bertugas memonitor jumlah tenaga pada sistem dan <em>handset</em> serta kemampuan ponsel melakukan transmisi pada tingkat tenaga terendah. Ponsel berbasis CDMA biasanya ringan karena baterai yang dipasang di dalamnya tidak besar.***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=206&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/05/27/persaingan-flexi-dan-esia-di-pasar-cdma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/flexicenter.jpg?w=133" medium="image">
			<media:title type="html">flexicenter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/tabel-1-cdma1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-1.cdma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/tabel-2-cdma.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-2.cdma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KTA Bank Asing Jadi Primadona</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/05/07/kta-bank-asing-jadi-primadona/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/05/07/kta-bank-asing-jadi-primadona/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 04:43:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/05/07/kta-bank-asing-jadi-primadona/</guid>
		<description><![CDATA[Meski tingkat awareness nasabah terhadap produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) masih di bawah 50%, toh fasilitas perbankan yang pertama kali diluncurkan pada 1995 ini punya prospek cukup cerah. Dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan KTA mencapai 20%-30% per tahun. Kredit Tanpa Agunan atau personal loan adalah pinjaman tunai tanpa agunan/tanpa jaminan yang disediakan pihak perbankan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=188&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/kta-standard9.jpg?w=150&#038;h=130" alt="KTA Standard" title="KTA Standard" width="150" height="130" class="alignleft size-thumbnail wp-image-201" />Meski tingkat<em> awareness</em> nasabah terhadap produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) masih di bawah 50%, toh fasilitas perbankan yang pertama kali diluncurkan pada 1995 ini punya prospek cukup cerah. Dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan KTA mencapai 20%-30% per tahun.<br />
<span id="more-188"></span></p>
<p>Kredit Tanpa Agunan atau <em>personal loan</em> adalah pinjaman tunai tanpa agunan/tanpa jaminan yang disediakan pihak perbankan untuk kebutuhan nasabah meliputi renovasi rumah, biaya pendidikan, biaya pernikahan, liburan, pelunasan hutang, investasi usaha, perawatan kesehatan, pembelian kendaraan, dan lain-lain, yang memenuhi persyaratan.</p>
<p>Dengan segala keunggulan dan keuntungannya, seperti uang tunai hingga Rp 200 juta yang bisa didapatkan, beragamnya pilihan masa angsuran (2-5 tahun), kemudahan pembayaran angsuran serta tingkat suku bunga yang kompetitif (12%-20% per tahun), KTA menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan keuangan nasabah perkotaan.</p>
<p>Saat ini hampir sebagian besar kalangan perbankan di Indonesia telah menyediakan fasilitas KTA, baik itu bank pemerintah, bank swasta nasional hingga bank swasta asing. Tapi yang paling getol adalah bank asing, seperti Standard Chartered Bank selaku pelopor, ABN AMRO, HSBC dan Citibank. </p>
<p>Berdasarkan hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> yang dimuat dalam <em>“Studi Pasar &amp; Perilaku Nasabah Consumer Banking 2008”</em> produk KTA ABN AMRO, KBA Mandiri, dan HSBC Kredit menduduki tiga besar Top of Mind (TOM). Namun demikian, jenis KTA yang paling tinggi tingkat penggunaannya justru dipegang oleh bank swasta asing. Standard Chartered Bank menjadi primadona dengan total porsi 16,1%. Disusul berikutnya HSBC Kredit (14,3%), ABN AMRO Personal Loan (12,5%), dan Citi Finansial (7,1%). </p>
<p>Sedangkan rekor tertinggi bank swasta nasional diraih oleh Lippo Bank Personal Loan (sekarang merger dengan Bank Niaga menjadi CIMB Niaga) dan BRI Kredit dengan raihan porsi yang masing-masing sama 8,9%. Berikutnya DKI KTA milik Bank DKI (7,1%), KBA Mandiri (5,4%), BNI Fleksi (3,6%), dan KTA Permata (3,6%).<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/tabel-kta1.jpg?w=655" alt="tabel-KTA" title="tabel-KTA"   class="aligncenter size-full wp-image-202" /><br />
Kalau diklasifikasikan berdasarkan kota, dominasi produk KTA bank asing semakin  terlihat jelas. Di Surabaya, misalnya, produk ABN AMRO Personal Loan dan Standard Chartered Bank-KTA menduduki peringkat pertama dan kedua sebagai produk KTA yang paling digemari oleh nasabah kota pahlawan tersebut. Begitu pula di Jakarta, HSBC Kredit dan Standard Chartered Bank-KTA menjadi primadona nasabah ibukota.</p>
<p>Mengapa KTA keluaran bank asing berhasil menyedot animo nasabah di Tanah Air? Apakah lantaran fasilitas yang ditawarkan lebih menarik dibandingkan bank nasional ataukah semata-mata berkat strategi penetrasi pasarnya yang jitu? Lalu bagaimana peta persaingan <em>market share</em> di antara mereka? Mari kita tunggu hasil riset MARS berikutnya! ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=188&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/05/07/kta-bank-asing-jadi-primadona/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/kta-standard9.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">KTA Standard</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/05/tabel-kta1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-KTA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>78% Pekerja di Jakarta Berkendaraan Pribadi ke Tempat Kerja</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/04/17/78-pekerja-di-jakarta-berkendaraan-pribadi-ke-tempat-kerja/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/04/17/78-pekerja-di-jakarta-berkendaraan-pribadi-ke-tempat-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 07:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Transportation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/04/17/78-pekerja-di-jakarta-berkendaraan-pribadi-ke-tempat-kerja/</guid>
		<description><![CDATA[Menurut data yang ada, jumlah penduduk yang bekerja di Provinsi DKI Jakarta per Februari 2008 sebesar 4,06 juta orang, bertambah sekitar 0,52 juta orang jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2007 sebesar 3,54 juta orang. Penambahan jumlah pekerja didominasi oleh kaum perempuan sebesar 379 ribu orang, sementara peningkatan pekerja laki-laki sebesar 133 ribu orang. Tingginya peningkatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=177&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/04/macet-busway.jpg?w=74&#038;h=96" alt="macet-busway" title="macet-busway" width="74" height="96" class="alignleft size-thumbnail wp-image-180" />Menurut data yang ada, jumlah penduduk yang bekerja di Provinsi DKI  Jakarta per Februari 2008 sebesar 4,06 juta orang, bertambah sekitar 0,52 juta orang jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2007 sebesar 3,54 juta orang.<br />
<span id="more-177"></span></p>
<p>Penambahan jumlah pekerja didominasi oleh kaum perempuan sebesar 379 ribu orang, sementara peningkatan pekerja laki-laki sebesar 133 ribu orang. Tingginya peningkatan pekerja perempuan ini diduga karena dorongan ekonomi, yaitu tuntutan keluarga untuk menambah penghasilan, selain semakin terbukanya kesempatan kerja bagi mereka.</p>
<p>Bagaimana mereka menuju tempat kerjanya? Dari 4,06 juta pekerja tersebut ternyata sebagian besar mereka menggunakan kendaraan pribadi sebagai sarana transportasi menuju tempat kerjanya ketimbang menggunakan angkutan umum. Hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> dalam <em>“Indonesian Consumer Profile 2008” </em>menunjukkan bahwa 78,4% pekerja di ibukota Jakarta lebih suka menggunakan kendaraan pribadi (mobil &amp; motor pribadi), sementara yang memilih angkutan umum hanya 18,1% pekerja.</p>
<p>Fakta ini menarik, karena ternyata angkutan umum (transportasi publik) di ibukota belum menjadi pilihan utama para pekerja, padahal pemerintah provinsi DKI Jakarta telah berusaha dengan berbagai cara agar angkutan umum menjadi sarana publik favorit warga. Terakhir, mencoba mengintroduksi bus jalur khusus atau yang sekarang dikenal dengan sebutan “Busway”.</p>
<p>Namun sayang, selama tiga tahun beroperasi, angkutan massal ini masih jauh dari harapan. Jadwal kedatangan bus sering telat karena keterbatasan armada dan jalur khusus belum steril dari penyerobotan kendaraan lain. Akibatnya, bus jalur khusus ini pun tidak luput dari macet. Penumpang berdesak-desakan di halte maupun di dalam bus. Fasilitas bus pun kerap rusak. Sehingga kalangan menengah ke atas tidak mau lagi menaiki busway dan kembali mengendarai kendaraan pribadi. Alhasil, daya tampung busway secara total hanya mencapai 210.000 penumpang per hari, jauh dari target awal sebesar 500.000 penumpang per hari.</p>
<p>Sementara itu, pekerja yang memanfaatkan fasilitas kendaraan dinas dari kantor masih sangat minim, jumlahnya hanya 1,9% pekerja. Apalagi yang menggunakan bus karyawan lebih rendah lagi, yaitu 0,6% pekerja. Ini masih kalah tinggi oleh mereka yang memilih berjalan kaki menuju tempat kerja/kantor yang mencapai 0,9%. Mereka ini kebetulan tempat tinggalnya berdekatan dengan tempat kerjanya, atau yang sengaja kost/kontrak rumah dekat tempat kerja biar lebih efisien waktu.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/04/tabel-pekerja3.jpg?w=655" alt="tabel-pekerja3" title="tabel-pekerja3"   class="aligncenter size-full wp-image-186" /><br />
Tak pelak karena mayoritas warga yang bekerja di Jakarta lebih suka memilih berkendaraan pribadi, maka kemacetan yang jadi problem akut Jakarta tak mudah untuk diurai. Kondisi lalu lintas Jakarta diperparah lagi oleh pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak terkendali. Berdasarkan data Dishub DKI Jakarta, jumlah kendaraan di Jakarta pada 2007 mencapai 5,7 juta unit. Padahal, dua tahun sebelumnya hanya 4,9 juta unit. Artinya, kenaikan jumlah kendaraan mencapai 8% per tahun.</p>
<p>Dari total 5,7 juta jumlah kendaraan di Jakarta itu, 98,5% adalah kendaraan pribadi dan hanya 1,5% kendaraan umum. Padahal kendaraan pribadi hanya mengangkut 44% sementara kendaraan umum mengangkut 53% perjalanan.</p>
<p>Data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya lebih fantastis lagi. Jumlah kendaraan di Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang mencapai 9,5 juta unit pada 2008. Dua juta unit di antaranya adalah mobil pribadi. Jumlah tersebut meningkat hampir 2 juta unit dibanding jumlah kendaraan pada 2006 yang mencapai 7,9 juta unit. Persentase kenaikannya lebih dari 10% per tahun.</p>
<p>Nah, untuk mengurai problematika kemacetan di Jakarta, tampaknya tidak ada jalan lain selain menggulirkan kebijakan radikal dengan meminimalisir pertumbuhan kendaraan pribadi, dan menata kembali sistem transportasi publik sehingga benar-benar menjadi alternatif warga, dibarengi pula dengan mengakselerasi penambahan infrastruktur jalan secara simultan dan berkesinambungan. ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=177&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/04/17/78-pekerja-di-jakarta-berkendaraan-pribadi-ke-tempat-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/04/macet-busway.jpg?w=74" medium="image">
			<media:title type="html">macet-busway</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/04/tabel-pekerja3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-pekerja3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Garuda Indonesia &#8220;Market Leader&#8221; di Penerbangan Nasional</title>
		<link>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/04/06/garuda-indonesia-market-leader-di-penerbangan-nasional/</link>
		<comments>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/04/06/garuda-indonesia-market-leader-di-penerbangan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 03:27:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsnewsletter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Transportation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/04/06/garuda-indonesia-market-leader-di-penerbangan-nasional/</guid>
		<description><![CDATA[Kendati dunia penerbangan nasional tengah dirundung prahara, mulai dari serangkaian kecelakaan penerbangan yang mendera sejak 2006, lalu pencabutan izin operasional Adam Air, hingga pelarangan terbang ke Uni Eropa bagi 52 maskapai penerbangan kita yang belum dicabut hingga kini, toh animo masyarakat untuk menggunakan moda transportasi udara tetap tinggi. Menurut data Departemen Perhubungan, sepanjang tahun 2007, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=170&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/04/garuda-indonesia.jpg?w=124&#038;h=96" alt="garuda-indonesia" title="garuda-indonesia" width="124" height="96" class="alignleft size-thumbnail wp-image-172" />Kendati dunia penerbangan nasional tengah dirundung prahara, mulai dari serangkaian kecelakaan penerbangan yang mendera sejak 2006, lalu pencabutan izin operasional Adam Air, hingga pelarangan terbang ke Uni Eropa bagi 52 maskapai penerbangan kita yang belum dicabut hingga kini, toh animo masyarakat untuk menggunakan moda transportasi udara tetap tinggi.<br />
<span id="more-170"></span></p>
<p>Menurut data Departemen Perhubungan, sepanjang tahun 2007,  jumlah penumpang domestik meningkat menjadi 31,17 juta dan penumpang internasional sebanyak 5,98 juta. Meningkat dari tahun sebelumnya, yaitu 26,5 juta penumpang domestik dan 5,1 juta penumpang internasional. Ini menandakan bahwa masyarakat tidak kapok dan tetap menjadikan moda yang satu ini sebagai alternatif utama untuk bepergian keluar daerah atau antarpulau.</p>
<p>Tingginya animo tersebut tentu saja tak bisa dilepaskan dari dua faktor dominan, yaitu efisiensi waktu dan harga tiket yang semakin terjangkau untuk kalangan menengah ke bawah berkat konsep <em>low cost carrier</em>. Bayangkan, dengan tiket seharga Rp 350 ribuan atau setara dengan harga tiket bus, seseorang dari Jakarta bisa bepergian ke Denpasar Bali dalam waktu tempuh yang kurang dari 1,5 jam. </p>
<p>Sebetulnya tren kenaikan penumpang pesawat ini sudah terjadi sejak tahun 2000. Pada saat itu, jumlah penumpang domestik tercatat hanya 8,7 juta dan penumpang internasional 4,7 juta. Pemekaran jumlah penumpang pesawat ini terjadi seiring dengan deregulasi industri penerbangan Indonesia, yang membuat jumlah maskapai penerbangan mekar hingga tiga kali lipat. </p>
<p>Dan untuk menekan tingkat kecelakaan penerbangan, pemerintah tak tinggal diam melainkan terus melakukan berbagai upaya guna mewujudkan peta menuju kecelakaan nol, yakni dicanangkan peningkatan 3S + 1C yakni <em>Safety, Security, Service</em> dan <em>Compliance. Safety </em>dan <em>security</em> adalah tingkat keselamatan dan keamanan serta pelayanan (<em>service</em>) dan sesuai dengan standar aturan penerbangan internasional (<em>compliance</em>).</p>
<p>Lalu, di antara 52 maskapai yang ada di Indonesia saat ini maskapai manakah yang menjadi favorit masyarakat transportasi udara kita? Berdasarkan hasil riset <strong>MARS Indonesia</strong> di 5 kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan, yang dimuat dalam <em>“Indonesian Consumer Profile 2008”</em>  maskapai pelat merah Garuda Indonesia menduduki peringkat pertama alias <em>market leader</em> dengan porsi total 51,2%.</p>
<p>Sedangkan peringkat kedua dan ketiga diraih Lion Air dan Adam Air (sebelum pencabutan izin operasionalnya) dengan porsi 24,6% dan 15,5%. Disusul kemudian Merpati Airlines (9,5%), Batavia Air (8,3%), Mandala (7,1%), Sriwijaya Air (5,4%), Star Air (4,3%), Bouraq (3,8%) dan Wing Air (2,95). Adapun maskapai lainnya memperoleh porsi di bawah 2,8%.<br />
<img src="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/04/tabel-garuda.jpg?w=655&#038;h=305" alt="tabel-garuda" title="tabel-garuda" width="655" height="305" class="aligncenter size-full wp-image-174" /><br />
Nah, mengapa Garuda masih menjadi <em>market leader</em> meski ia juga tidak lepas dari musibah kecelakaan dan tiketnya juga dikenal paling mahal di antara maskapai yang lain? Ini tentu saja tidak lepas dari keunggulan yang dimilikinya yang tidak ada pada airlines lain.</p>
<p>Pertama, Garuda dikenal sebagai maskapai pertama dan paling tua di negeri ini sehingga pengalaman/jam terbangnya sudah tidak diragukan lagi. Dengan faktor pengalaman yang matang inilah calon penumpang menjadi yakin dan nyaman terbang dengan Garuda tanpa khawatir akan faktor keselamatan dan keamanan. </p>
<p>Kedua, dibanding maskapai lain Garuda memiliki tingkat <em>Safety</em> dan <em>Security</em> yang tinggi. Maklum pesawat-pesawat yang dimilikinya maupun yang disewa relatif berusia muda, rata-rata di bawah 20 tahun. Usia pesawat yang masih muda tentu saja sangat mempengaruhi faktor <em>Safety</em> (keselamatan) penumpang. Faktor <em>Security</em> Garuda pun tidak ada bandingannya, hampir tidak pernah terdengar komplain dari penumpang gara-gara barang yang di bagasi hilang, misalnya. </p>
<p>Ketiga, faktor <em>Service</em> (pelayanan). Garuda dikenal memiliki pelayanan yang sangat prima bagi para penumpangnya sejak di luar hingga di dalam pesawat. Sehari sebelum keberangkatan, penumpang bisa melakukan <em>city check-in</em> dan <em>phone check-in</em>. Hal ini berguna bagi penumpang yang bepergian jauh atau ke luar negeri karena dengan begitu mereka bisa memesan tempat duduk sesuai keinginannya. Lalu selama di dalam pesawat tempat duduk (kursi) jauh lebih lapang dibandingkan maskapai lain. Makanan dan minuman yang disajikan pun berkualitas dan berkelas plus dapat koran gratis.</p>
<p>Keempat, SDM yang dimiliki Garuda pun dikenal paling handal terutama para pilotnya yang akan mengantarkan para penumpang ke tempat tujuan. Berdasarkan laporan KNKT, hampir 75% kecelakaan yang terjadi disebabkan faktor <em>human error </em>ketimbang faktor sarana (<em>tools</em>). Nah, dengan pilot yang berpengalaman dan handal maka tingkat kecelakaan Garuda Indonesia relatif lebih kecil dibanding maskapai lain. ***  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsnewsletter.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsnewsletter.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsnewsletter.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsnewsletter.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsnewsletter.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsnewsletter.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsnewsletter.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsnewsletter.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsnewsletter.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsnewsletter.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsnewsletter.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsnewsletter.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsnewsletter.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsnewsletter.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsnewsletter.wordpress.com&amp;blog=2249701&amp;post=170&amp;subd=marsnewsletter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsnewsletter.wordpress.com/2009/04/06/garuda-indonesia-market-leader-di-penerbangan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/804393458cfb022f526c2cdb013916be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dhorifi Zumar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/04/garuda-indonesia.jpg?w=124" medium="image">
			<media:title type="html">garuda-indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://marsnewsletter.files.wordpress.com/2009/04/tabel-garuda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-garuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
