18
Jul
08

Perilaku Nasabah dalam Menabung

Perilaku nasabah dalam menabung perlu mendapat perhatian yang serius dari perbankan. Mengapa? Dengan mengetahui perilaku nasabah, maka perbankan akan semakin mudah untuk membuat strategi yang lebih terarah dalam memasarkan produk tabungannya.

Hasil riset MARS Indonesia dalam Studi Pasar dan Perilaku Nasabah Consumer Banking 2008 menunjukan bahwa berdasarkan Social Economic Status (SES), sebagian besar nasabah pada SES A memiliki perilaku menabung dengan menyisihkan sejumlah dana tertentu setiap bulannya untuk ditabung. Dan nasabah di SES B sebagian besar memiliki pola menabung seluruh penghasilan ditabung, kemudian diambil sesuai kebutuhan.

Sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan, sebagian besar nasabah memiliki perilaku menabung “disisihkan sejumlah dana tertentu setiap bulannya untuk ditabung”. Kecuali nasabah dengan tingkat pendidikan SLTA yang sebagian besar memiliki perilaku menabung “seluruh penghasilan ditabung, kemudian diambil sesuai kebutuhan.”

Jadi, umumnya nasabah sudah menentukan jumlah dana yang akan ditabung setiap bulannya, dengan cara disisihkan dari seluruh penghasilan yang diterimanya setiap bulan.

Bagi perbankan, perilaku nasabah tersebut kurang memberikan keuntungan yang optimal. Sedangkan yang optimal adalah penghasilan setiap bulan seluruhnya ditabung, kemudian diambil sesuai kebutuhan.

Untuk menyikapi hal ini, perbankan perlu membuat strategi yang tepat. Baik strategi untuk memanfaatkan data perilaku nasabah yang ada sekarang ataupun strategi yang mampu membuat perilaku nasabah memiliki kecenderungan terbesar di pola menabung yang menguntungkan perbankan.***

Back to front page


2 Responses to “Perilaku Nasabah dalam Menabung”


  1. July 18, 2008 at 10:48 am

    Yokie maaf kalo sar salah ya. menurut saya kedua perilaku nasabah memiliki kelebihan dan kekurangannya masing2 baik itu bagi nasabah yang sudah menentukan jumlah dana yg akan ditabung setiap bulannya maupun nasabah ditabung seluruhnya lebih dulu lalu diambil sesuai kebutuhan. pertama, yg menyisihkan dulu dana yg ditabung kebnyakan kan dari SES AB, sar berasumsi mereka merupakan nasabah installment saving (tabungan rencana yg lgsg diautodebet dr rekening utama). nah installment saving ini lah yg justru menguntungkan bank karena dana yg disimpan tdk blh seenaknya diambil oleh nasabah tp hrs jatuh tempo dulu baru diambil, sehingga bank lebih leluasa untuk menyalurkan dananya ke pembiayaan misalnya. Sedangkan perilaku yg kedua yg ditabung semuanya lalu diambil kalo ada kebutuhan itu mungkin akan lebih tidak mneguntungkan bank karena dana yg mengendap tidak pasti jumlahnya. kalo nasabahnya seperti sar semua misalnya. bisa kacau juga kalo dalam beberapa hari dana masuk lalu diambil terus hingga jumlah yg mengendap adalah jumlah minimal saldo di tabungan. namun, menguntungkan juga sih kalo si nasabah sering ngambil di ATM ato byk melakukan transaksi menggunakan e-channel bank termasuk debit card. jd dua-duanya bagus tinggal bagaimana menyiasatinya kali ya.hehe

  2. July 21, 2008 at 3:08 am

    Saya setuju Sarah, memang tiap-tiap perilaku nasabah bisa optimal tergantung bagaimana strategi bank dalam menyiasatinya. Terima kasih atas masukannya Sarah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: