06
Apr
09

Garuda Indonesia “Market Leader” di Penerbangan Nasional

garuda-indonesiaKendati dunia penerbangan nasional tengah dirundung prahara, mulai dari serangkaian kecelakaan penerbangan yang mendera sejak 2006, lalu pencabutan izin operasional Adam Air, hingga pelarangan terbang ke Uni Eropa bagi 52 maskapai penerbangan kita yang belum dicabut hingga kini, toh animo masyarakat untuk menggunakan moda transportasi udara tetap tinggi.

Menurut data Departemen Perhubungan, sepanjang tahun 2007, jumlah penumpang domestik meningkat menjadi 31,17 juta dan penumpang internasional sebanyak 5,98 juta. Meningkat dari tahun sebelumnya, yaitu 26,5 juta penumpang domestik dan 5,1 juta penumpang internasional. Ini menandakan bahwa masyarakat tidak kapok dan tetap menjadikan moda yang satu ini sebagai alternatif utama untuk bepergian keluar daerah atau antarpulau.

Tingginya animo tersebut tentu saja tak bisa dilepaskan dari dua faktor dominan, yaitu efisiensi waktu dan harga tiket yang semakin terjangkau untuk kalangan menengah ke bawah berkat konsep low cost carrier. Bayangkan, dengan tiket seharga Rp 350 ribuan atau setara dengan harga tiket bus, seseorang dari Jakarta bisa bepergian ke Denpasar Bali dalam waktu tempuh yang kurang dari 1,5 jam.

Sebetulnya tren kenaikan penumpang pesawat ini sudah terjadi sejak tahun 2000. Pada saat itu, jumlah penumpang domestik tercatat hanya 8,7 juta dan penumpang internasional 4,7 juta. Pemekaran jumlah penumpang pesawat ini terjadi seiring dengan deregulasi industri penerbangan Indonesia, yang membuat jumlah maskapai penerbangan mekar hingga tiga kali lipat.

Dan untuk menekan tingkat kecelakaan penerbangan, pemerintah tak tinggal diam melainkan terus melakukan berbagai upaya guna mewujudkan peta menuju kecelakaan nol, yakni dicanangkan peningkatan 3S + 1C yakni Safety, Security, Service dan Compliance. Safety dan security adalah tingkat keselamatan dan keamanan serta pelayanan (service) dan sesuai dengan standar aturan penerbangan internasional (compliance).

Lalu, di antara 52 maskapai yang ada di Indonesia saat ini maskapai manakah yang menjadi favorit masyarakat transportasi udara kita? Berdasarkan hasil riset MARS Indonesia di 5 kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan, yang dimuat dalam “Indonesian Consumer Profile 2008” maskapai pelat merah Garuda Indonesia menduduki peringkat pertama alias market leader dengan porsi total 51,2%.

Sedangkan peringkat kedua dan ketiga diraih Lion Air dan Adam Air (sebelum pencabutan izin operasionalnya) dengan porsi 24,6% dan 15,5%. Disusul kemudian Merpati Airlines (9,5%), Batavia Air (8,3%), Mandala (7,1%), Sriwijaya Air (5,4%), Star Air (4,3%), Bouraq (3,8%) dan Wing Air (2,95). Adapun maskapai lainnya memperoleh porsi di bawah 2,8%.
tabel-garuda
Nah, mengapa Garuda masih menjadi market leader meski ia juga tidak lepas dari musibah kecelakaan dan tiketnya juga dikenal paling mahal di antara maskapai yang lain? Ini tentu saja tidak lepas dari keunggulan yang dimilikinya yang tidak ada pada airlines lain.

Pertama, Garuda dikenal sebagai maskapai pertama dan paling tua di negeri ini sehingga pengalaman/jam terbangnya sudah tidak diragukan lagi. Dengan faktor pengalaman yang matang inilah calon penumpang menjadi yakin dan nyaman terbang dengan Garuda tanpa khawatir akan faktor keselamatan dan keamanan.

Kedua, dibanding maskapai lain Garuda memiliki tingkat Safety dan Security yang tinggi. Maklum pesawat-pesawat yang dimilikinya maupun yang disewa relatif berusia muda, rata-rata di bawah 20 tahun. Usia pesawat yang masih muda tentu saja sangat mempengaruhi faktor Safety (keselamatan) penumpang. Faktor Security Garuda pun tidak ada bandingannya, hampir tidak pernah terdengar komplain dari penumpang gara-gara barang yang di bagasi hilang, misalnya.

Ketiga, faktor Service (pelayanan). Garuda dikenal memiliki pelayanan yang sangat prima bagi para penumpangnya sejak di luar hingga di dalam pesawat. Sehari sebelum keberangkatan, penumpang bisa melakukan city check-in dan phone check-in. Hal ini berguna bagi penumpang yang bepergian jauh atau ke luar negeri karena dengan begitu mereka bisa memesan tempat duduk sesuai keinginannya. Lalu selama di dalam pesawat tempat duduk (kursi) jauh lebih lapang dibandingkan maskapai lain. Makanan dan minuman yang disajikan pun berkualitas dan berkelas plus dapat koran gratis.

Keempat, SDM yang dimiliki Garuda pun dikenal paling handal terutama para pilotnya yang akan mengantarkan para penumpang ke tempat tujuan. Berdasarkan laporan KNKT, hampir 75% kecelakaan yang terjadi disebabkan faktor human error ketimbang faktor sarana (tools). Nah, dengan pilot yang berpengalaman dan handal maka tingkat kecelakaan Garuda Indonesia relatif lebih kecil dibanding maskapai lain. ***


0 Responses to “Garuda Indonesia “Market Leader” di Penerbangan Nasional”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: