10
Aug
09

Wafer Gery Tak Tertandingi

Wafer-Stick-CoklatTahukah Anda bahwa wafer, makanan ringan yang cocok dihidangkan bersama kopi atau teh pada saat santai, itu ternyata memiliki rekam jejak yang cukup panjang. Ia dibuat pertama kali pada 1792 oleh John Pearson, seorang pelaut, asal Newburyport, Massachusetts, Amerika Serikat. Awalnya ia membuat wafer seperti roti yang dibuat dari tepung dan air dan dinamainya dengan pilot bread.

Namun baru pada tahun 1801, wafer dibuat dengan proses dipanggang. Saat itu, Josiah Bent memanggang setumpuk biskuit di atas panggangan batu. Itulah yang membuat biskuit itu jadi makin renyah. Itulah yang membuat wafer buatannya menjadi makanan ringan yang potensial untuk diproduksi karena banyak yang menyukai.

Pada tahun 1810, wafer buatan Bent sangat laris di pasaran dan beberapa tahun kemudian Bent menjual usahanya ke sebuah perusahaan Nabisco. Wafer menjadi terkenal karena banyak dikonsumsi oleh kalangan pelaut sehingga dikenal dengan biskuit laut.

Kini wafer sudah mendunia dan dinikmati oleh semua kalangan dari anak-anak, dewasa hingga orang lanjut usia. Di Indonesia sendiri beragam merek wafer dengan berbagai cita rasa tersedia di pasaran. Cuma, tahukah Anda manakah wafer yang paling disukai konsumen?

Berdasarkan hasil riset MARS Indonesia di 7 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar) menempatkan Gery sebagai yang teratas di kelas wafer salut, selama 2 tahun bertutur-turut, dengan market share sebesar 48,7% pada 2006 dan 45,1 pada 2007. Walaupun market share-nya sedikit turun namun posisinya sebagai pemimpin pasar tetap tak tertandingi.

Di bawah Gery bertengger Beng Beng yang memperoleh market share sebesar 24,1% (2006) dan 16,6% (2007). Setelah itu berturut-turut adalah Top, Tim Tam, Gery Cokluut, dan Selamat. Posisi satu hingga enam urutannya tetap sama alias tidak mengalami pergeseran untuk tahun 2006 dan 2007, hanya terjadi perubahan pada prosentasenya saja. Sedangkan posisi tujuh hingga sepuluh terjadi pergeseran yang diperebutkan oleh merek Mio Toping, Superman, Wafret, Apollo dan Fun Time.

Pada tahun 2006 Gery unggul di semua kota, namun pada 2007 keunggulannya mulai terkoreksi. Brand milik Garudafood Jaya ini hanya unggul di Jakarta, Surabaya, Medan dan Makassar. Sementara Bandung dan Semarang direbut Top, serta Denpasar dikuasai oleh Beng Beng.
tabel-wafer

Gery, merek besutan Garudafood yang muncul pertama pada 2001 ini banyak belajar dari kesuksesan Tango, merek besutan Grup Orang Tua. Hanya dia memiliki deferensiasi pada komunikasi pemasaran yang konsisten melayani kebutuhan target pasarnya, yaitu kalangan anak-anak.

Untuk tujuan itu Gery diperkenalkan sebagai burung kecil berwarna biru lincah dan lucu, serta diposisikan sebagai sahabat anak-anak dalam bentuk cerita kartun—mencapai 10 seri—yang diterbitkan di televisi. Intinya, Garudafood sengaja membuat marketing gimmick yang merangsang anak-anak tertarik mencobanya. Alhasil, terobosan pemasaran Garudafood ini serta merta memperlihatkan hasilnya.

Penjualan Gery—yang dikemas dalam ukuran lebih kecil dengan harga cukup ekonomis—tumbuh secara signifikan. Tahun pertama setelah diluncurkan (2001-2002), angka pertumbuhannya mencapai 179%; pada tahun 2003 tumbuh 300%; tahun 2004 tumbuh 60%; tahun 2005 tumbuh 60%; dan tahun 2006 tumbuh 50%.

Melihat prospek Gery yang menjanjikan, maka ia pun dikembangkan sebagai umbrella brand. Gery melahirkan sejumlah submerek yang kelak masing-masing diarahkan menjadi merek yang mandiri. Maka, lahirlah 10 macam merek Gery, mulai dari Gery Wafer Cream, Gery Wafer Stick, Gery Saluut, Gery Cokluut, Gery Bismart, Gery Romeo Juliet, Gery Colek, Gery Meses, Gery Soes, dan Gery Cracker Beras.

Pengembangan merek Gery ke berbagai jenis makanan, dari wafer hingga biskuit, tetap mengacu pada inovasi dan diferensiasi. Masing-masing submerek tetap memiliki target dan positioning yang berbeda-beda. Target pasar Gery berkembang, mulai anak-anak, remaja, dewasa muda, hingga ibu muda.***


0 Responses to “Wafer Gery Tak Tertandingi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: