04
Nov
09

Dji Sam Soe Masih Terunggul di Rokok Kretek

dji-sam-soe-gold_dsc_0405Meski kebiasaan merokok disinyalir tidak baik untuk kesehatan, toh jumlah perokok di Tanah Air terus meningkat setiap tahunnya. Saat ini saja jumlah perokok diperkirakan sebanyak 69% dari total populasi pria Indonesia. Angka ini paling tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya seperti China (53,4%), India (29,4%), dan Thailand (39,3%).

Bahkan berdasarkan penelitian Global Youth Tobacco, diperkirakan dari 70 juta jumlah anak di Indonesia, 37% atau 25,9 juta anak di antaranya merokok. Data BPS menyebutkan, selama periode 2001-2004 kenaikan jumlah perokok anak terus meningkat dari 0,4% menjadi 2,8%.

Banyaknya perokok di negeri ini bisa dipahami, mengingat industri rokok memiliki multiplier effect sangat besar bagi negara, terutama pada sektor penerimaan pajak dan penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang terserap pada industri ini diperkirakan sekitar 18 juta jiwa, mulai dari hulu hingga hilir.

Dewasa ini bisnis rokok makin semarak dan ramai, terlebih lagi banyak bermunculan merek-merek baru. Yang paling banyak peminatnya di pasaran adalah rokok jenis kretek, karena inilah rokok asli Indonesia yang dibuat sejak 1880-an di Kudus. Apalagi saat ini Indonesia merupakan produsen dan eksportir rokok kretek terbesar di dunia.

Nah, di antara beberapa merek rokok kretek yang beredar di pasaran, manakah sesungguhnya yang paling tinggi market share-nya? Kalau mengacu ke riset MARS Indonesia dalam “Indonesian Consumer Profile 2008” maka Dji Sam Soe yang diproduksi PT HM Sampoerna adalah yang memiliki market share tertinggi, mengalahkan merek lain. Pada 2006 ia berhasil mengumpulkan market share sebanyak 39,9%, setahun kemudian melonjak menjadi 47,0%.

Sementara Gudang Garam dan Djarum yang berada di peringkat kedua dan ketiga, market share–nya justru melorot. Jika pada 2006 Gudang Garam meraih 28,8% maka pada 2007 tinggal 17,2%. Begitu pula Djarum, dari 23,3% pada 2006 turun menjadi 17,0% pada 2007.

Peringkat keempat, yaitu Sampoerna, agaknya mengikuti jejak sejawatnya Dji Sam Soe yaitu berhasil melompat tinggi, dari 5,1% pada 2006 menjadi 16,9% pada 2007. Adapun peringkat kelima dan keenam terjadi pergeseran. Bentoel dan Bokormas yang menduduki posisi kelima dan keenam pada 2006 dengan market share 1,0% dan 0,6% pada 2007 posisinya direbut oleh Mansion Super Class dan Galan 999 dengan market share 0,4% dan 0,3%. Lalu peringkat ketujuh dan seterusnya diraih merek-merek lain dengan market share di bawah 0,6% dan 0,3%.
tabel-rokok
Perihal upaya pembatasan terhadap kebiasaan merokok yang dilakukan oleh beberapa pihak seperti LSM, Depkes, dan Pemda, tampaknya akan menemui jalan terjal, mengingat penetrasi rokok sendiri sudah sedemikian mendalam.

Riset MARS menunjukkan, angka penetrasinya rata-rata di atas 25%. Berdasarkan kota, Jakarta dan Bandung menduduki peringkat tertinggi dengan persentase 29,0% dan 27,5%, mengalahkan Semarang, Surabaya, Medan, Makassar dan Denpasar.

Sedangkan berdasarkan usia dan kelas sosial-ekonomi, kebiasaan merokok sudah menjadi candu bagi para pria berusia 25-55 tahun, dengan kelas sosial-ekonomi (SES) level B yaitu mereka yang tingkat pengeluaran belanja bulanannya antara Rp 1.250.000 hingga Rp 1.750.000. ***


0 Responses to “Dji Sam Soe Masih Terunggul di Rokok Kretek”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: