13
Jan
10

Kacang Garuda, Kokoh Jadi Jawara

 garuda-food1
Setiap orang pasti suka kacang sebagai makanan ringan. Kacang yang dulu hanya sebagai penganan kelas kampung, kini setelah diolah secara higienis melalui proses fabrikasi, berubah menjadi camilan bagi semua kalangan dan kerap hadir di berbagai kesempatan. Alhasil, kacang dengan berbagai variannya, kini menjadi menu makanan ringan andalan.

Namun tahukah Anda, di antara berbagai merek kacang yang saat ini beredar manakah yang leading di pasaran? Kalau melihat data “Indonesian Consumer Profile 2008”, ternyata Kacang Garuda masih kokoh menjadi jawara, alias sebagai market leader di antara berbagai merek kompetitornya, dengan perolehan market share sangat fantastis yaitu 88,7%.

Menyusul di belakangnya adalah rival abadinya, yaitu Dua Kelinci (10,1%), yang sama-sama ber-home base di Pati Jawa Tengah. Berikutnya adalah kacang merek Kaya King (0,6%), lalu merek Gajah (0,1%), Merpati (0,1%), dan Iyes (0,1%), serta merek-merek lainnya di bawah 0,1%.

Kacang merek Garuda yang diproduksi PT Garudafood hampir unggul besar di semua kota yang menjadi basis penelitian MARS Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Denpasar. Perolehan market share Dua Kelinci yang paling besar terjadi di Medan, namun tetap nomor dua di bawah Garuda.

Perihal Kacang Garuda yang hampir selama satu dasawarsa menjadi jawara menggeser rival bebuyutannya, yaitu Dua Kelinci yang diproduksi PT Dwi Kelinci, menarik untuk dicermati. Muncul pertama dengan merek Kacang Garing Garuda pada 1987, PT Garudafood terus menggali inovasi untuk meluncurkan produk-produk baru yang benar-benar memberikan nilai tambah kepada konsumen.

Kini tak kurang dari 10 item varian kacang berhasil diproduksi. Contohnya saja kacang atom, kacang atom pedas, kacang kulit rawa bawang, BIGA (kacang kulit khusus isi tiga), dan jenis produk kacang lainnya. Dengan tersedianya Kacang Garuda secara meluas di pasaran, membuat konsumen mudah mendapatkannya saat ingin menikmatinya.

Keunggulan Garudafood juga tampak dari sisi distribusi melalui anak perusahaannya, PT Sinar Niaga Sejahtera, dan dalam upaya membangun merek. Dalam hal belanja iklan pun Garudafood mengalokasikan dana cukup besar, diperkirakan sekitar Rp 20 miliar per tahun sejak 2005.

Pendeknya, Garudafood sangat kokoh di pilar distribusi, promosi, diversifikasi, riset pasar, teknologi informasi dan SDM. Garudafood setelah dikendalikan Sudhamek termasuk berani menggelontorkan dana untuk rekrutmen dan pelatihan guna mencetak bibit-bibit profesional, dan berani membayar remunerasi yang bersaing untuk profesional yang dipinang dari perusahaan lain.

Alhasil, Kacang Garuda meraih pelbagai penghargaan sebagai berikut: Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) kategori kacang bermerek delapan kali berturut-turut (2000-2007); Superbrands (2003); Top Brand for Kids (2004); Indonesian Best Brand Award (IBBA, 2004-2007); Top Brand (2007).

Kini, seluruh potensi yang ditopang kekuatan sekitar 19 ribu karyawan berkepribadian unggul (knowledge worker) itu menjadi modal utama Garudafood dalam upaya menyongsong sukses sebagai sebuah sustainable enterprise, yang akan terus-menerus menangguk manisnya pasar kacang dalam negeri yang ditengarai mencapai Rp 75-100 miliar per bulan atau Rp 900 miliar-1,2 triliun per tahun. ***


0 Responses to “Kacang Garuda, Kokoh Jadi Jawara”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: