13
Jan
10

Menakar Perilaku Konsumen Multivitamin

 multivitamin1
Untuk menjaga kebugaran tubuh agar tetap sehat dan mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari secara prima, maka mengkonsumsi vitamin (multivitamin) mutlak diperlukan. Vitamin dalam banyak hal sangat berperan dalam proses penyegaran tubuh. Ia tidak hanya menghasilkan kalori yang digunakan sebagaimana lemak, hidrat arang atau protein, tetapi mempunyai kegunaan yang mutlak bagi semua zat yang hidup.

Vitamin C, misalnya, mempunyai fungsi sebagai antioksidan yang dapat meningkatkan fungsi daya tahan tubuh. Sedangkan Vitamin B berfungsi sebagai penambah nafsu makan, menyempurnakan pencernaan, serta menjaga kesehatan secara umum. Begitu pula vitamin A, D, E dan lain-lain sangat bermanfaat bagi tubuh kita.

Memang kebutuhan vitamin bagi tubuh sedikit sekali, hanya beberapa miligram saja atau kurang dari satu miligram. Tetapi jika kekurangan salah satu vitamin dapat menyebabkan penyakit-penyakit tertentu. Penyakit tersebut akan sembuh bila kebutuhan vitamin ini dilengkapi kembali.

Bagaimana dengan perilaku mengonsumsi multivitamin di masyarakat kita? Saat ini tingkat konsumsi multivitamin masyarakat lumayan baik. Parameter itu dapat dilihat dari survei yang dilakukan MARS Indonesia di Jakarta dan Surabaya bahwa hampir 64,7% masyarakat di kedua kota besar tersebut mengonsumsi multivitamin dalam tiga bulan terakhir.

Yang lebih mencengangkan lagi, frekuensi konsumsi pun cukup tinggi. Dalam satu bulan terakhir rata-rata mereka mengkonsumsi multivitamin lebih dari 10 kali dengan porsi 61,9% untuk masyakarat Jakarta dan 33,4% untuk masyarakat Surabaya.

Lalu merek multivitamin mana yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat kedua kota tersebut? Terdapat lebih dari 45 merek multivitamin yang sekarang beredar di pasaran, namun hanya sekitar 10 merek saja yang mampu bersaing memperebutkan ceruk pasar.

Peringkat pertama berhasil diraih Enervon C dengan total porsi 17,9%. Menempel ketat di belakangnya adalah Hemaviton (17,0%), lalu Redoxon (16,6%), CDR (11,5%), Ester C (5,2%), Sangobion (3,9%), Supradyn (2,1%), Sakatonik Liver (1,8%), Fatigon (1,7%), dan Natur E (1,7%). Sedangkan merek-merek lain porsinya di bawah 1,5%.

Dari kesepuluh merek di atas, Enervon C, Ester C, Sangobion, dan Sakatonik Liver leading di Jakarta. Sebaliknya Hemaviton, Redoxon, Supradyn, Fatigon dan Natur E unggul di Surabaya. Sementara CDR berbagi angka yang sama untuk kedua kota tersebut yaitu 11,5%.

Alasan mereka mengkonsumsi multivitamin mayoritas karena ingin meningkatkan stamina tubuh (63,7%) ketimbang sekadar untuk meningkatkan daya tahan tubuh (56,4%), penyembuhan dari sakit (6,4%), ataupun ingin menambah darah (1,1%).

Ihwal keberhasilan Enervon C menjadi produk multivamin paling digemari adalah lantaran produk PT Medifarma Laboratories, Inc. ini mengandung Vitamin C 500 mg dan Vitamin B kompleks. Preposisi yang terdapat dalam Enervon C ini dapat memperkuat daya tahan tubuh (imunitas) dan dapat menjaga stamina.

Dari hasil consumer insight, kekuatan terbesar Enervon C terletak pada kepercayaan terhadap produk (loyalitas), karena sejak dulu ia selalu direkomendasikan oleh para dokter. Enervon C dengan slogan “Menjaga Daya Tahan Tubuh Agar Jangan Gampang Sakit” dan endorser group band GIGI memang cocok bagi yang aktif, dinamis, tough, dan ingin kebal terhadap penyakit.***


0 Responses to “Menakar Perilaku Konsumen Multivitamin”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: